Masyarakat Diaspora Manggarai Raya dan Anggota DPR RI Tolak Tambang dan Pabrik Semen di Matim

Kompas.com - 02/07/2020, 17:50 WIB
Perwakilan Masyarakat Diaspora Manggarai Raya, NTT, saat bertemu sejumlah anggotan DPR RI dari daerah pemilihan NTT di Gedung DPR, Rabu (1/7/2020). Mereka menolak kehadiran tambang batu gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT. Dokumen Masyarakat Diaspora Manggarai RayaPerwakilan Masyarakat Diaspora Manggarai Raya, NTT, saat bertemu sejumlah anggotan DPR RI dari daerah pemilihan NTT di Gedung DPR, Rabu (1/7/2020). Mereka menolak kehadiran tambang batu gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, NTT.

JAKARTA, KOMPAS.com - Perwakilan Masyarakat Diaspora Manggarai Raya, Nusa Tenggara Timur (TT), menolak kehadiran tambang batu gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda, Kecamatan Lambaleda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Flores, NTT.

Penolakan tersebut mereka nyatakan dalam pertemuan dengan sejumlah anggota DPR RI dari daerah pemilihan NTT di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2020) kemarin.

Anggota DPR RI yang menerima mereka, yaitu Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema dan Andreas Hugo Pareira juga menyatakan, pertambangan memang tidak cocok untuk NTT.

Menurut Ansy dan Andreas, banyak potensi sumber daya alam lain di wilayah itu yang bisa digali untuk menyejahterakan rakyat tetapi tidak berpotensi merusak lingkungan atau membuat masyarat lokal malah termarjinalkan. Pilihannya bukan tambang tetapi bisa pariwisata, perternakan, perikanan, atau pertanian.

Baca juga: Massa Adang Viktor Laiskodat karena Izinkan Pembangunan Pabrik Semen, Dianggap Ingkari Janji Politik

Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur dan Pemerintah Provinsi NTT saat ini sedang memproses perizinan penambangan batu gamping dan pabrik semen di Desa Satar Punda itu di atas lahan seluas 600 hektare.

Investor kini sedang berupaya memmbebaskan lahan, termasuk merelokasi dua kampung untuk memuluskan eksploitasi batu gamping yang ada di bawahnya.

Masyarakat Diaspora Manggarai Raya menolak hal itu karena pertanian dan peternakan merupakan basis ekonomi masyarakat di sana saat ini.

"Pertambangan dan pabrik semen itu persis berdiri di lahan produktif yang merupakan basis ekonomi masyarakat dan jelas-jelas mengancam ketahanan ekonomi mereka dalam jangka panjang," demikan pernyataan mereka yang ditandatangani Flory S Nggagur, koordinator Perwakilan Masyarakat Diaspora Manggarai Raya, NTT.

Mereka juga menilai pertambangan batu gamping dan pabrik semen mengancam kelestarian lingkungan hidup, secara khusus Kawasan Bentang Alam KARST (KBAK) serta kawasan cekungan air tanah seluas 80.000 hektare atau 33 persen dari luas Kabupaten Manggarai Timur.

Mereka menyatakan pabrik semen merupakan pabrik yang polutif dan berisiko tinggi mendatangkan penyakit bagi warga, baik buruh pabrik maupun warga Manggarai Timur. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terjatuh Saat Berswafoto, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Bendungan

Terjatuh Saat Berswafoto, 2 Remaja Tewas Tenggelam di Bendungan

Regional
Video Viral, Oknum PNS di Kabupaten Bogor Diduga Menghalangi Ambulans

Video Viral, Oknum PNS di Kabupaten Bogor Diduga Menghalangi Ambulans

Regional
Berwajah Mirip Sang Ayah, Balita Ini Dianiaya Pacar Ibunya Selama 2 Tahun hingga Tewas

Berwajah Mirip Sang Ayah, Balita Ini Dianiaya Pacar Ibunya Selama 2 Tahun hingga Tewas

Regional
Bocah Perempuan Diduga Dibunuh dan Jasadnya Diperkosa, Polisi: Pelaku Dendam Sering Dimarahi

Bocah Perempuan Diduga Dibunuh dan Jasadnya Diperkosa, Polisi: Pelaku Dendam Sering Dimarahi

Regional
Belasan Warga Wonogiri yang Mudik Setelah PSBB Jakarta Diperketat Positif Covid-19

Belasan Warga Wonogiri yang Mudik Setelah PSBB Jakarta Diperketat Positif Covid-19

Regional
Plt Bupati Jember: Ada Keinginan Besar Saya untuk Mencairkan Komunikasi dengan DPRD

Plt Bupati Jember: Ada Keinginan Besar Saya untuk Mencairkan Komunikasi dengan DPRD

Regional
Dikira Mahasiswa, 2 Buruh Bangunan Babak Belur Dikeroyok Polisi dan Motornya Dihancurkan

Dikira Mahasiswa, 2 Buruh Bangunan Babak Belur Dikeroyok Polisi dan Motornya Dihancurkan

Regional
Kantor PDAM Padang Ditutup 3 Hari

Kantor PDAM Padang Ditutup 3 Hari

Regional
EWS Tsunami Minim, Tagana Pangandaran Gunakan Kentongan sebagai Alat Peringatan Dini

EWS Tsunami Minim, Tagana Pangandaran Gunakan Kentongan sebagai Alat Peringatan Dini

Regional
Hari Pertama Sebagai Plt Bupati Jember, Wabup Muqit Perbaiki Komunikasi dengan DPRD

Hari Pertama Sebagai Plt Bupati Jember, Wabup Muqit Perbaiki Komunikasi dengan DPRD

Regional
Soal Konser Dangdut di Tegal, Polisi Kantongi Alat Bukti dan Periksa 18 Saksi

Soal Konser Dangdut di Tegal, Polisi Kantongi Alat Bukti dan Periksa 18 Saksi

Regional
Foto Bugil Ibu Pelajar SMP di Tasikmalaya Tersebar, Pelaku Ternyata Mantan Pacar Sang Ibu

Foto Bugil Ibu Pelajar SMP di Tasikmalaya Tersebar, Pelaku Ternyata Mantan Pacar Sang Ibu

Regional
Muncul Penolakan, Swab Massal Santri di Banyumas Diganti Screening Kesehatan

Muncul Penolakan, Swab Massal Santri di Banyumas Diganti Screening Kesehatan

Regional
Sebanyak 106 Karyawan PT Nipro Indonesia Jaya di Karawang Positif Covid-19

Sebanyak 106 Karyawan PT Nipro Indonesia Jaya di Karawang Positif Covid-19

Regional
McDonald’s Kuta Beach Tutup, Satpol PP Berjaga agar Kejadian di Sarinah Tak Terulang

McDonald’s Kuta Beach Tutup, Satpol PP Berjaga agar Kejadian di Sarinah Tak Terulang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X