Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Sidak PPDB, Ganjar: Kalau Terdapat Pelanggaran, Kami Coret Langsung

Kompas.com - 02/07/2020, 16:49 WIB
Ganjar Pranowo saat sidak PPDB Jateng di SMA N 3 Semarang, Kamis (2/7/2020) Dok. Pemprov JatengGanjar Pranowo saat sidak PPDB Jateng di SMA N 3 Semarang, Kamis (2/7/2020)

KOMPAS.comGubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Kamis (2/7/2020).

SMAN 3 Semarang menjadi lokasi sidak Gubernur Jateng. Ganjar langsung melihat proses validasi dan verifikasi data aktual.

“Proses verifikasi faktualnya harus ketat dengan harapan data yang masuk benar adanya," kata Ganjar dalam keterangan tertulis.

Ia melanjutkan, saat ini seluruh SMA dan SMK se-Jateng tengah mengoptimalkan proses verifikasi faktual.

Baca juga: Hasil PPDB SMA-SMK Jateng Diumumkan, Ini Ketentuan Daftar Ulang

“Dengan begitu, maka kejelasan data diharapkan dapat dilakukan, sehingga tidak ada lagi unsur manipulasi, kebohongan, asli tapi palsu (aspal), dan sebagainya,” sambung Ganjar.

Gubernur Jateng juga mengatakan bahwa sudah ada temuan pelanggaran soal integritas sejak awal pendaftaran. Meski begitu, jumlahnya masih belum dipastikan.

Pihaknya pun, kata dia, akan memberi peringatan kepada para pelanggar di awal-awal proses PPDB. Namun, tidak ada ampun lagi bagi pelanggaran saat proses validasi dan verifikasi.

“Mohon maaf, kalau nanti terdapat pelanggaran, kami coret langsung," ujar Gubernur Ganjar Pranowo.

Baca juga: Di Depan Jokowi, Ganjar Ungkap Klaster Penularan Paling Menonjol di Jateng

Ganjar menegaskan pihaknya ingin menciptakan integritas, sehingga jika ada yang mengatakan PPDB di Jateng lama dan terkesan bertele-tele, itu merupakan upaya kehati-hatian.

Tak hanya memeriksa proses validasi dan verifikasi data, saat Sidak Ganjar juga memastikan protokol kesehatan dilaksanakan dengan baik.

Hasilnya, penerapan protokol kesehatan di SMA N 3 Semarang berjalan baik. Tidak ada kerumunan orangtua dan calon siswa, mereka tertib mengantre.

Guna memecah dan mengantisipasi kerumunan, pihak sekolah memperbanyak ruangan untuk proses validasi.

Baca juga: Ganjar Pastikan Kapasitas Rumah Sakit dan APD untuk Penanganan Covid-19 di Jateng Masih Aman

Sementara itu, ketegasan Ganjar diapresiasi sejumlah orangtua dan calon siswa. Ahmad Fadhil salah satunya. Menurut calon siswa di SMA N 3 Semarang itu, pemalsu data harus didiskualifikasi.

"Itu kurang baik. Kalau sekarang saja anaknya diajari seperti itu, nanti besar gimana? Kan tambah rusak,” ujar dia.

Fadhil sendiri akan masuk SMA N 3 Semarang via jalur prestasi. Dirinya mengingatkan teman-temannya untuk jujur karena kejujuran akan membawa ke jalan yang benar.

“Kalau jujur, pasti ditunjukkan jalannya oleh Tuhan," imbuh Fadhil yang merupakan atlet karate tingkat Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) Kota Semarang.

Baca juga: Ganjar Curhat soal PPDB Jateng: Kami Dibombardir Habis-habisan

Apresiasi juga datang dari salah satu orangtua calon siswa bernama Agus Prasetyo asal Plombokan Semarang.

"Zaman sekarang masih ada curang seperti itu. Ini harus diperhatikan karena ini sikap orangtua menjadi keteladanan. Kalau masih kecil anaknya diajarin seperti itu, ke depan akan jadi apa?" kata dia.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Pembantu Bunuh Majikannya di Bandung karena Pelaku Sering Dipukuli Korban

Regional
Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Polisi Tangkap 9 Preman Bawa Sajam di Solo, 10 Masih DPO

Regional
325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

325 Rumah di Demak Rusak Diterjang Puting Beliung, 5 Roboh

Regional
Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Dua Besan Bertengkar, Lalu Berujung Pembacokan, Ini Kronologinya

Regional
Cerita Budi dan Yudha Berbagi Kasih untuk Nakes lewat Pempek

Cerita Budi dan Yudha Berbagi Kasih untuk Nakes lewat Pempek

Regional
5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

5 Remaja Dipanggil Polisi karena Joget Erotis di Zebra Cross, Alasannya demi Konten Tiktok

Regional
Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Eri Cahyadi Dilantik Jadi Walkot Surabaya, Pengamat: Dia Digadang-gadang Seperti Risma...

Regional
Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Polisi Dilempari Batu Saat Bubarkan Balap Liar di Makassar

Regional
Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Program Jangka Pendek Walkot Semarang untuk Banjir, Tambah Pompa dan Atasi Masalah Sampah

Regional
Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Halmahera Selatan, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Tak Hanya Kusmiyati yang Tertipu Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS, Uang Sutikno Rp 102 Juta Juga Raib

Regional
Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Jenazah Kakek 69 Tahun Dibawa Pakai Perahu Karet Terobos Banjir di Semarang

Regional
Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Selain di Surabaya, Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Malang, Sidoarjo, dan Mojokerto

Regional
Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Maafkan 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap, Pemilik Pabrik: Demi Utuhnya Silaturahmi...

Regional
Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Cerita Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya Usai Dilantik, Mengaku Kangen dan Teringat Sering Bolos

Regional
komentar di artikel lainnya