Tolak Perpanjangan PSBB, Mahasiswa dan Pedagang Ricuh dengan Satpol PP

Kompas.com - 02/07/2020, 15:44 WIB
Ratusan pedagang dan mahasiswa di Ambon terlibat kericuhan dengan Satpol PP saat berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ambon, Kamis (2/7/2020) KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYRatusan pedagang dan mahasiswa di Ambon terlibat kericuhan dengan Satpol PP saat berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Ambon, Kamis (2/7/2020)

AMBON, KOMPAS.com - Ratusan pedagang dan mahasiswa di Kota Ambon kembali berunjuk rasa memprotes pemberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di depan Kantor Wali Kota Ambon, Kamis (2/7/2020).

Dalam aksi tersebut, para mahasiwa dan pedagang mendesak agar penerapan PSBB di Kota Ambon dapat segera diakhiri karena kebijakan itu telah menyusahkan masyarakat kecil, khususnya para padagang.

Mereka juga menentang rencana Pemerintah Kota Ambon untuk memperpanjang PSBB, sebab kebijakan tersebut dinilai tidak ada gunanya.

“Kami mendesak wali kota Ambon segera menghentikan kebijakan PSBB ini, apalagi memperpanjangnya. Kebijakan ini hanya menguntungkan para elit dan membunuh kami masyarakat kecil,” teriak Hehanussa, salah seorang mahasiswa.

Baca juga: Banyak Warga Langgar Protokol Kesehatan, PSBB Ambon akan Dievaluasi

Dalam orasinya, para pedagang dan mahasiswa juga memprotes pemerintah Kota Ambon karena selama penerapan PSBB, banyak warga kehilangan pekerjaannya, namun tidak diperhatikan melalui bantuan sosial.

“Bapak-bapak pegawai kalian enak setiap bulan dapat gaji, tapi masyarakat kecil yang kalian larang mencari nafkah tidak bisa makan, kami mau tanya Pak Wali Kota dalam PSBB itu ada jaminan sosial kepada masyarakat terdampak lalu mengapa tidak diberikan kepada yang berhak menerima,” teriak pendemo.

Dalam aksi tersebut, para pendemo dan petugas Satpol PP yang menjaga gerbang masuk kantor Wali Kota Ambon beberapa kali sempat terlibat kericuhan dan aksi saling dorong dengan para mahasiswa dan pedagang.

Kericuhan beberapa kali terjadi lantaran keinginan para pendemo untuk masuk ke halaman Kantor Wali Kota Ambon tidak diizinkan petugas Satpol PP.

Baca juga: IDI Ungkap Penyebab Banyak Tenaga Medis di Jatim Meninggal karena Covid-19

 

Dalam kericuhan itu, beberapa pedagang sempat terjatuh karena saling berdesakan.

Karena tidak diizinkan masuk ke halaman Kantor Wali Kota Ambon, dan tidak juga ditemui pejabat berwenang, para pendemo yang berorasi selama kurang lebih tiga jam akhirnya membacakan tuntutan mereka di lokasi aksi setelah itu mereka lalu membubarkan diri.

Mereka pun mengancam akan terus beraksi hingga Pemerintah Kota Ambon mau memenuhi permintaan mereka. 



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Situs Belajar Daring di Surabaya Disisipi Iklan Pornografi, Ini Penjelasan Pemkot

Viral, Situs Belajar Daring di Surabaya Disisipi Iklan Pornografi, Ini Penjelasan Pemkot

Regional
Pilu Penderita Kanker Terpapar Covid-19, Terasing dari Keluarga yang Takut Tertular

Pilu Penderita Kanker Terpapar Covid-19, Terasing dari Keluarga yang Takut Tertular

Regional
UPDATE 13 Agustus: Total Positif Covid-19 DIY Capai 911 Kasus

UPDATE 13 Agustus: Total Positif Covid-19 DIY Capai 911 Kasus

Regional
Viral Video PKL Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel, Polisi Selidiki Pengunggahnya ke YouTube

Viral Video PKL Menangis Diancam Istri Wakapolda Sumsel, Polisi Selidiki Pengunggahnya ke YouTube

Regional
Perempuan Tewas Tergantung Tali di Samping Truk Ternyata Dibunuh Suami, gara-gara Tagih Utang

Perempuan Tewas Tergantung Tali di Samping Truk Ternyata Dibunuh Suami, gara-gara Tagih Utang

Regional
Sejak Pariwisata Dibuka, 2.500 Orang Datangi Bali Tiap Hari

Sejak Pariwisata Dibuka, 2.500 Orang Datangi Bali Tiap Hari

Regional
Warga Makassar Temukan Mayat Perempuan Bersimbah Darah Dalam Rumah

Warga Makassar Temukan Mayat Perempuan Bersimbah Darah Dalam Rumah

Regional
Kepsek Meninggal karena Covid-19, Pernah Kontak dengan Pasien Positif Saat Hajatan

Kepsek Meninggal karena Covid-19, Pernah Kontak dengan Pasien Positif Saat Hajatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 13 Agustus 2020

Regional
Pasien Suspek Covid-19 Tidak Jujur, IGD RSUD Batusangkar Ditutup, 24 Tenaga Medis di-Swab

Pasien Suspek Covid-19 Tidak Jujur, IGD RSUD Batusangkar Ditutup, 24 Tenaga Medis di-Swab

Regional
Beri Pembekalan kepada 500 Guru, Risma: Harus Selalu Sehat, Negara Butuh Para Guru

Beri Pembekalan kepada 500 Guru, Risma: Harus Selalu Sehat, Negara Butuh Para Guru

Regional
Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Bawaslu Telusuri Dugaan Mahar Politik di Pilkada Kabupaten Semarang 2020

Regional
Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan Sambil 'Video Call' Suami Diduga Punya Kelainan Jiwa

Pembantu Cabuli Bayi 8 Bulan Sambil "Video Call" Suami Diduga Punya Kelainan Jiwa

Regional
Kasus Pembunuhan Staf KPU Yahukimo, Polisi: Kita Sudah Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Kasus Pembunuhan Staf KPU Yahukimo, Polisi: Kita Sudah Kantongi Ciri-ciri Pelaku

Regional
Dampak Lumpuhnya Jaringan Telkomsel, Layanan Mal Pelayanan Publik Pekanbaru Tutup

Dampak Lumpuhnya Jaringan Telkomsel, Layanan Mal Pelayanan Publik Pekanbaru Tutup

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X