Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 01/07/2020, 18:32 WIB

SALATIGA, KOMPAS.com - Sehari setelah mencabut status tanggap darurat, kasus pasien positif Covid-19 di Kota Salatiga justru bertambah.

Pada Rabu (1/7/2020), ada lima kasus baru yang diduga terjangkit karena kontak dari pasien sebelumnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga Siti Zuraida mengatakan, sebelumnya tidak ada penambahan kasus Covid-19 baru di Salatiga selama empat hari.

Baca juga: Pemkot Salatiga Akhiri Masa Tanggap Darurat Covid-19

Pasien baru tersebut adalah Pasien 76 laki-laki berusia 49 tahun, Pasien 77 perempuan 28 tahun.

"Mereka adalah kontak aktif dari Pasien 71 yang mau keluar kota dan saat mengurus surat keterangan diketahui bahwa positif Covid-19," jelasnya.

Keduanya beralamat di Kelurahan Bugel, Kecamatan Sidorejo.

Sementara Pasien 78 berjenis kelamin laki-laki berusia 31 tahun yang merupakan anak dari Pasien 71 yang beralamat di Soka, Kelurahan Sidorejo Lor Kecamatan Sidorejo.

Baca juga: Penghargaan dari Kemendagri untuk Salatiga Salah Ketik

Pasien 79 perempuan berusia 37 tahun adalah tetangga dari Pasien 71.

"Satu pasien lagi, Pasien 80 adalah karyawan dari perusahaan swasta perempuan berusia 39 tahun asal Kelurahan Mangunsari Kecamatan Sidomukti. Ini adalah hasil dari rapid test yang dilakukan, dan hasilnya reaktif lalu ditindaklanjuti dengan swab test, hasilnya positif," kata Siti.

 

Meski dari pendataan hanya dimasukan lima pasien baru, tapi ada satu tenaga kesehatan yang juga dinyatakan positif.

"Namun yang bersangkutan berdomisili dan beridentitas Kabupaten Semarang, sehingga data masuk di sana," kata Siti.

Siti menyatakan, tetap dilakukan tracing terhadap kontak dan keluarga dari tenaga kesehatan tersebut.

Hingga hari ini, ada 80 kasus Covid-19 di Salatiga. Sebanyak 59 di antaranya sudah sembuh dan 21 lainnya masih dalam perawatan.

Baca juga: Tenaga Medis RSUD Kota Salatiga Belum Terima Insentif Sejak Maret

Terpisah, Wali Kota Salatiga Yuliyanto mengungkapkan penambahan pasien ini tidak mengubah status transisi setelah masa tanggap darurat dicabut.

"Kita akan terus melakukan tracing terhadap OTG positif yang berinteraksi dengan orang lain," ungkapnya.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Menteri ATR/BPN Sebut Program PTSL Kota Semarang Terbaik di Indonesia, Walkot Ita Beberkan Rahasianya

Regional
Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Gerakan Memasang Tanda Batas Dinilai Penting untuk Hindarkan Masyarakat dari Konflik Tanah

Regional
Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Ganjar Terlibat Langsung Susun RPD dan RKPD, Bappenas Berikan Apresiasi

Regional
Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Pembangunan Stasiun Pemancar di Maluku Barat Daya Telah Capai 80 Titik Lokasi

Regional
Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Fajar Sadboy dan Cermin Buram Masyarakat Indonesia

Regional
Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Dukung Pelestarian Tenun Bali di Jembrana, Jokowi: Ini Dorong Industri Kreatif Budaya Lokal

Regional
Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Pemkot Semarang dan KPK Ingatkan OPD untuk Kelola PAD secara Tepat dan Maksimal

Regional
Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Respons Banjir Dinar Indah, Walkot Semarang Rencanakan Penghijauan dan Relokasi Permukiman

Regional
Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Sosialisasikan Prolegnas RUU Prioritas 2023 di Kalteng, Baleg DPR Terima Lebih dari 9 Masukan

Regional
DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

DMC Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor di Manado

Regional
Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Hadiri Rapimnas Fornas, Bupati Zairullah Paparkan Rencana Pembangunan Istana Anak Yatim

Regional
Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Lokasi Vaksin Booster Kedua di Rumah Sakit Jakarta

Regional
Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Terima Penyandang Disabilitas Klaten, Ganjar: Ini Kejutan Karena Mereka Bawa Motor Modifikasi Sendiri

Regional
JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

JSDDD Jadi Pilot Project Nasional, Bupati Jembrana: Kami Siap Bekerja Sama dengan BPS

Regional
Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Muba Bangga, Desa Bukit Selabu Dapat Anugerah Award Desa Cinta Statistik 2022

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.