Kompas.com - 01/07/2020, 12:49 WIB
ibu Kalsum yang dilaporkan oleh anaknya ke Polisi KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDibu Kalsum yang dilaporkan oleh anaknya ke Polisi

KOMPAS.com- Kalsum (60), perempuan asal Desa Ranggegate, Lombok Tengah itu tak bisa menyembunyikan raut kesedihan di wajahnya.

Air matanya menetes ketika mengenang perilaku anak lelakinya yang berinisial M (40).

Pada ibu yang melahirkan dan membesarkannya, M sering berbuat kasar.

Puncaknya, M melaporkan sang ibu ke polisi dan hendak memenjarakannya lantaran persoalan motor senilai Rp 15 juta.

Baca juga: Cerita Cinta Orangtua, Rawat Anak Balitanya yang Positif Corona hingga Sembuh

Pernah diusir

Ilustrasi bayi, ibu dan bayiShutterstock Ilustrasi bayi, ibu dan bayi
Saat ditemui Kompas.com, Kalsum mengatakan, putranya sering berlaku tak baik kepadanya.

Bukan hanya dengan ucapan, namun juga tindakan yang membuatnya merasa sedih.

"Dia sering katain saya kotor, ditonjok pernah, dia juga sering menyuruh saya pergi (diusir)," kata Kalsum sambil terisak.

Puncaknya, M melaporkan sang ibu pada polisi lantaran masalah motor yang dibeli dari uang warisan.

"Perasaan sedih, dia anak kandung saya, keluar dari rahim saya, bukan anak tiri," tutur Kalsum pilu.

Meski anaknya terus melukai hatinya, Kalsum mengatakan tidak akan mendoakan hal-hal yang tak baik pada M.

Baginya, anak tetaplah anak, darah dagingnya sendiri.

Baca juga: Saya Harus di Sini, Kasihan Genduk Tak Ada yang Merawat, Saya Siap Jika Tertular

 

Viral sebuah video di Facebook dan YouTube yang memperlihatkan Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono (baju biru) menolak laporan seorang anak asal Lombok Tengah berinisial M (40) ingin memenjarakan ibu kandungnya, K (60).Tangkapan layar Viral sebuah video di Facebook dan YouTube yang memperlihatkan Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono (baju biru) menolak laporan seorang anak asal Lombok Tengah berinisial M (40) ingin memenjarakan ibu kandungnya, K (60).
Dilaporkan ke polisi

M, kata Kalsum, melaporkan dirinya ke polisi lantaran persoalan motor.

Awalnya, Kalsum membeli motor seharga Rp 15 juta dari uang warisan suaminya.

"Motor itu saya beli dari bagian uang warisan Rp 15 juta, sebenarnya ada Rp 200 juta hasil penjualan, tapi M membawa uang warisan itu entah ke mana," ujar Kalsum.

Setelah dibeli, motor itu kemudian dibawa ke rumah keluarga ibunya.

Hal itu ternyata membuat anaknya M tak terima. M pun lalu melaporkan ibunya ke Polres Lombok Tengah.

Baca juga: Hati Ibu Kalsum Teriris Hendak Dipenjarakan Anak karena Masalah Motor

Laporan ditolak

Ilustrasi sepeda motor saat musim hujanwww.dolmanlaw.com Ilustrasi sepeda motor saat musim hujan
Saat melapor ke Mapolres Lombok Tengah, polisi menolak laporannya.

M disarankan untuk menyelesaikan persoalan ini dengan cara kekeluargaan. Polisi menilai, langkah M menyeret ibunya ke penjara tidak dibenarkan.

"Iya, saya enggak mau nerima, saya menyarankan untuk dirundingkan keluarga," tutur Kasatreskrim Polres Lombok tengah AKP Priyo Suhartono.

Bahkan dalam kesempatan itu, Priyo memberi nasihat pada M bahwa keberadaan seorang ibu tak ada duanya di muka bumi.

Jika M ingin memenjarakan ibunya hanya karena sepeda motor, Priyo mengatakan, harga diri M pun hanya senilai kendaraan itu.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Lombok tengah, Idham Khalid | Editor: David Oliver Purba, Setyo Puji)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X