Heboh Warga Jember Temukan Bata Besar Diduga Peninggalan Majapahit, Berawal dari Mimpi

Kompas.com - 01/07/2020, 10:37 WIB
Penemuan bata berukuran besar yang diduga peninggalan masa kerajaan majapahit di Kecamatan Ledokombo Istimewa/Kompas.comPenemuan bata berukuran besar yang diduga peninggalan masa kerajaan majapahit di Kecamatan Ledokombo

JEMBER, KOMPAS.com – Warga Desa Ledokombo/Ledokombo sempat heboh dengan temuan struktur bata besar yang ada di dalam tanah. Bata tersebut diduga merupakan peninggalan sejarah majapahit.

Ukuran bata panjang 32 sentimeter, tebal 6 sentimeter, lebar 17 sentimeter. Batanya polos tanpa motif atau ornamen.

Jumlahnya cukup banyak dan tertanam di dalam sawah milik warga.

“Ukuran bata sama dengan yang ada di Candi Deres dan Situs Biting Lumajang,” kata juru pelihara cagar budaya Balai Pelesari Cagar Budaya (BPCB) Trowulan Djoko Suharjito, kepada Kompas.com, via telepon, Rabu (1/7/2020).

Baca juga: Hasil Audit BPK, Pemkab Jember Raih Laporan Keuangan Terburuk

DJoko memastikan, penemuan tersebut merupakan situs bersejarah.

Namun, pihaknya belum bisa memastikan, apakah struktur bata itu merupakan candi atau pemukiman warga pada zaman dulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Apakah candi atau bukan, kami perlu tim arkeologi BPCB Trowulan untuk memetakan dan mengkaji,” terang dia.

Awal penemuan

Penemuan bata tersebut bermula saat salah seorang warga bernama Faisol Junaidi bermimpi di sawah milik Asnawiyah terdapat bangunan kerajaan.

Awalnya, Faisol tidak berani menceritakan mimpi tersebut karena khawatir dinilai orang aneh.

Namun, karena rasa penasaran, dia menyampaikan mimpi itu pada temannya. Sebagian temannya tidak percaya.

Hanya saja ada salah satu teman Faisol penasaran dengan cerita tersebut dan mengajaknya untuk melihat lokasi gapura dalam mimpi itu pada Sabtu (29/6/2020).

Kemudian, pada keesokan harinya mereka kembali datang ke lokasi untuk melakukan penggalian tanpa memberi tahu pemilik tanah.

Ternyata, pada kedalaman dua meter ditemukan susunan bata merah.

Akhirnya Faisol menghubungi kepala desa dan kepolisian terkait penemuan bata tersebut.

Warga desa mendatangi lokasi penemuan itu karena penasaran.

Sekarang, lokasi tersebut sudah digaris kuning oleh polisi agar tidak disentuh masyarakat.

Baca juga: PPDB Online, 8 SMA dan SMK di Jember Kekurangan Ratusan Pendaftar

Pihaknya masih akan melakukan kajian dan pemetaan. Tujuannya untuk memastikan apakah apakah struktur bata itu bangunan pemukiman, candi atau sumur.

Pihaknya masih belum bisa memastikan apakah bata itu akan dievakuasi atau tidak. Sebab, harus melakukan kajian dan pemetaan terlebih dahulu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.