9 Polisi Dipecat secara Tidak Hormat, Ini Kata Kapolda Sumsel

Kompas.com - 01/07/2020, 06:34 WIB
Upacara PTDH terhadap sembilan anggota di Polda Sumatera Selatan karena terlibay narkoba serta kabur dari tugas tanpa izin, Selasa (30/6/2020). HANDOUTUpacara PTDH terhadap sembilan anggota di Polda Sumatera Selatan karena terlibay narkoba serta kabur dari tugas tanpa izin, Selasa (30/6/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Sebanyak sembilan orang anggota polisi di Polda Sumatera Selatan dipecat secara tidak hormat akibat terlibat narkoba serta meninggalkan tugas tanpa izin (desersi).

Sebanyak delapan polisi yang terkibat kasus narkoba yakni, Bripka SYH dari Polrestabes Palembang, Bripka LRT bertugas di Biddokes Polda Sumsel, Bripda DRM dari Polres Banyuasin dan Bripda SNY dari Polres Banyuasin.

Kemudian Brigadir SYD dari Polres Banyuasin, Brigadir SKM dari Polres Banyuasin, dan Aipda AZ dari Biddokes.

Baca juga: Harimau Sumatera Diduga Mati Keracunan Seusai Memangsa Kambing

Selanjutnya Bripda AP, anggota Direktorat Samapta Polda Sumsel.

Sementara, Brigadir AD yang berasal dari Satuan Brimob Polda Sumsel dipecat karena meninggalkan tugas tanpa izin.

Dalam pelaksanaan upcara pemberhentian yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel Irjen Eko Indra Heri, hanya satu anggota yang dihadirkan.

Sementara, tujuh anggota yang lain diwakilkan oleh Provos.

Sedangkan satu anggota atas nama Bripka LRT tidak dihadirkan akibat sakit stroke.

Baca juga: Covid-19 Terus Melonjak di Sumsel, PSBB Palembang Diusulkan Lagi

Eko Indra Heri mengatakan, pemecatan sembilan anggota itu sebagai contoh tindakan tegas bagi oknum polisi yang menyalahi aturan.

Ia pun meminta kepada anggotanya yang lain untuk tidak bermain-main dengan narkoba.

"Ini sebagai pembelajaran dan sarana introspeksi bersama agar pengawasan serta pengendalian kepala satuan kerja lebih ditingkatkan lagi, sehingga tidak ada lagi pelanggaran yang dilakukan oleh masing-masing personel di satuan kerja ataupun satuan wilayah," kata Eko di Polda Sumsel, Selasa (30/6/2020).

Eko menjelaskan, pemecatan anggota polisi yang melanggar itu juga untuk menjaga nama baik organisasi yang saat ini sedang bekerja meningkatkan inovasi dan motivasi, agar dapat melayani masyarakat dengan baik.

"Dengan berat hati kita melaksanakan PTDH ini untuk menjaga keseimbangan organisasi, memelihara motivasi anggota yang sudah bekerja baik," ujar Eko.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Bermula Satu Pegawai Rumah Pemotongan Ayam Demam, Terbongkar 102 Karyawan Positif Covid-19

Regional
Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Bioskop di Kota Tegal Kembali Dibuka 1 Februari 2021

Regional
'Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia'

"Pak Listyo Sangat Menghormati dan Melindungi Para Orangtua di Indonesia"

Regional
Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Arahkan Nasabah untuk Beli Motor Bekas dengan Dana KUR, Karyawan BRI Jadi Tersangka, Ini Ceritanya

Regional
Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Korban Banjir Kalsel Melahirkan di Perahu, Anaknya Diberi Nama Siti Noor Banjiriah

Regional
'Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan'

"Kalau Warga Tidak Patuh, Kasus Terus Bertambah dan Ruang Isolasi Penuh, Apa Tidak Kasihan"

Regional
Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Haji Permata Tewas Tertembak, Polda Riau Periksa Petugas Bea Cukai

Regional
Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi 'Memory Card' Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Penjaga Masjid Cabuli 13 Anak, Terbongkar Saat Korban Curi "Memory Card" Pelaku untuk Cari Barang Bukti

Regional
Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Sabtu, KPU Wonogiri Tetapkan Jekek-Setyo sebagai Paslon Terpilih

Regional
Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Pria Ini Nekat Bakar SPBU, Tubuhnya Ikut Terbakar

Regional
871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

871 Penyintas Covid-19 di Jateng Donorkan Plasma Konvalesen

Regional
Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Covid-19 di Bali, Sehari Bertambah 494 Pasien, Didominasi Klaster Keluarga, Kantor, dan Upacara Adat

Regional
Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Kapal Nelayan Ditabrak Tanker, 14 ABK Buat Rakit untuk Selamatkan Diri, Hanya 2 Orang yang Selamat

Regional
Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Dedi Mulyadi Tantang Gubernur Anies Anggarkan Rp 1 Triliun Reboisasi Kawasan Bogor dan Sekitarnya

Regional
PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

PPKM di Solo, 150 Pelaku Usaha Dapat SP2 dan 2 Warung Makan Ditutup Sementara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X