Sederet Cerita Mereka yang Jalani Belasan hingga Puluhan Kali Tes Swab Covid-19

Kompas.com - 01/07/2020, 06:00 WIB
Ilustrasi pasien Covid-19. Hormon kortisol atau hormon stres yang dialami pasien Covid-19 dapat meningkatkan keparahan penyakit hingga risiko kematian. SHUTTERSTOCK/namtipStudioIlustrasi pasien Covid-19. Hormon kortisol atau hormon stres yang dialami pasien Covid-19 dapat meningkatkan keparahan penyakit hingga risiko kematian.

KOMPAS.com- Tes swab diperlukan untuk memastikan kesembuhan seorang pasien Covid-19.

Namun rupanya, tak semua pasien melalui perjalanan yang mulus.

Ada di antara mereka yang harus dirawat berbulan-bulan, menjalani belasan hingga puluhan kali tes swab.

Beragam ekspresi pun diungkapkan saat mereka dinyatakan sembuh setelah berkali-kali di-swab, mulai dari menangis hingga sujud syukur.

Baca juga: Kasus-kasus Pasien Positif Corona Tanpa Gejala di Sejumlah Daerah, Ada yang Hanya Merasa Kehausan

1. Sujud syukur setelah 24 kali tes swab

Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19Shutterstock/Kobkit Chamchod Ilustrasi pasien corona, virus corona, Covid-19
Seorang guru di Bali berinisial SL dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah dirawat selama 82 hari.

Awalnya, ia tertular dari suaminya yang pulang dari Surabaya.

Ia kemudian dirawat di RSU Jembrana. Kemudian SL dipindahkan ke RS PTN Universitas Udayana.

Selama dirawat, SL menjalani puluhan kali tes swab.

Total hingga dinyatakan sembuh, ia telah melewati 24 kali tes swab.

Kesembuhannya dipastikan ketika SL menjalani tes ke-22, 23 dan 24 yang seluruhnya negatif.

"Saya ucapkan terima kasih atas semua karunia ini hingga akhirnya dinyatakan sembuh. Saya langsung sujud syukur dengan kabar bahagia ini," kata SL pada Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Ia tak sabar bertemu dengan keluarga dan kembali mengajar.

Baca juga: Sederet Cerita Warga Takut Di-Rapid Test, Malah Tawarkan Uang Damai dan Mengungsi ke Pulau Lain

P ketika keluar dari kawasan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Sragen hari ini, Rabu (24/6/2020). (Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani)
P ketika keluar dari kawasan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Sragen hari ini, Rabu (24/6/2020). (Tribun Jateng/Mahfira Putri Maulani)

2. 82 hari dirawat, 15 kali tes swab

Pasien asal Sragen, Jawa Tengah berinisial P (49) menangis haru.

Ia bersyukur setelah dinyatakan sembuh usai menjalani perawatan di ruang isolasi selama 82 hari.

Tak hanya itu, P pun menjalani 15 kali tes swab evaluasi sebelum dinyatakan bebas Covid-19.

P sempat dirawat di dua tempat yakni RSUD dr Moewardi dan RSD Sragen.

"Alhamdulillah senang sekali akhirnya bisa ketemu keluarga, pokoknya sudah lega sudah lama di rumah sakit dua bulan lebih, di sini (RSD) sudah 2 minggu," kata P, Rabu (24/6/2020).

Ia menuturkan, ketika dirawat di RSUD dr Moewardi, hatinya tak tenang meski pelayanan medis sangat baik.

Alasannya, ia kerap melihat orang meninggal.

"Jadi di jantung itu rasanya kayak mau lepas-lepas gitu, sehari-hari melihat jenazah, melihat peti-peti banyak," tutur P.

Kini ia bersyukur dapat kembali berkumpul dengan keluarganya.

Baca juga: Sederet Cerita Jenazah Pasien Corona Nekat Dibawa Pulang hingga Dimandikan, Ada yang Menginfeksi 15 Warga

3. Penantian panjang pasien OTG di Brebes

Ilustrasi pasien virus coronaKOMPAS.COM/Shutterstock Ilustrasi pasien virus corona
Seorang pasien yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala (OTG) di Brebes, Jawa Tengah dinyatakan sembuh.

Pasien yang tertular dari klaster Ijtima Gowa itu dinyatakan positif Covid-19 sejak April 2020.

Ia kemudian dikarantina di Islamic Centre.

Pasien itu rupanya telah menjalani 14 kali swab selama dirawat 66 hari.

Hasil swab ke-13 dan 14 menyatakan pasien tak lagi terinfeksi Covid-19.

"Alhamdulillah negatif. Penantian panjang yang berujung indah," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Brebes dr Sartono, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Kisah-kisah Penjemputan Pasien Positif Corona, Warga Dipeluk agar Tertular hingga Petak Umpet dengan Petugas

 

Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.Horth Rasur Ilustrasi tes corona dengan menggunakan metode swab atau usap untuk mengetahui seseorang terinfeksi Covid-19.
4. Isolasi 3 bulan, Lebaran tanpa silaturahmi, 14 kali swab

Di Kayong Utara, Kalimantan Barat, seorang pasien Covid-19 dinyatakan sembuh setelah tiga bulan diisolasi.

Pasien itu juga telah menjalani tes swab 14 kali.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kayong Utara, Bambang Suberkah menjelaskan, pasien ini adalah salah satu pasien dengan masa perawatan paling lama.

"Ini salah satu isolasi terlama karena tiga bulan. Alhamdulillah, pasien dapat bersabar dalam menjalani isolasi ini," ujar dia, Kamis (18/6/2020).

Sementara sang pasien mengaku, ini adalah pengalaman tak terlupakan baginya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk selalu mematuhi protokol kesehatan di tengah pandemi.

"Seumur hidup juga tahun ini Lebaran tanpa silaturahmi dengan orangtua," kata dia.

Baca juga: Kisah-kisah Perawat Melawan Aniaya dan Stigma di Tengah Pandemi Corona, Diancam Pecahan Kaca dan Jenazah Ditolak Warga

5. 22 kali tes swab

Ilustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan penyakit Covid-19.Shutterstock Ilustrasi pasien virus corona dalam masa penyembuhan penyakit Covid-19.
Di Ponorogo, Jawa Timur, seorang pasien perempuan berusia 39 tahun harus menjalani perawatan di ruang isolasi selama tiga bulan.

Pasien tersebut bahkan harus melalui 22 tes swab sebelum benar-benar dinyatakan sembuh.

"Anda bisa membayangkan, bagaimana rasanya hingga 22 kali dan berbulan-bulan diisolasi di rumah sakit?" kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni, Rabu (24/6/2020).

Ia pun meminta kasus ini bisa dijadikan pelajaran oleh semua pihak. Lebih baik mencegah daripada harus terjangkit Covid-19.

"Selama di rumah sakit, semua akses dibatasi untuk bertemu langsung dengan orang lain bahkan keluarga," ujar dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Imam Rosidin, Muhlis Al Alawi, Tresno Setiadi | Editor: David Oliver Purba, Teuku Muhammad Valdy Arief, Dheri Agriesta, Pythag Kurniati, Dony Aprian)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X