Dikepung Polisi, Pria Ini Lepaskan Belasan Anjing Piaraannya dan Kabur

Kompas.com - 30/06/2020, 21:21 WIB
seorang pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya tewas berhasil dibekuk aparat gabungan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan setelah mengelabui polisi dengan mengerahkan belasan ekor anjing piarannya untuk kabur. Selasa, (30/6/2020). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.seorang pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korbannya tewas berhasil dibekuk aparat gabungan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan setelah mengelabui polisi dengan mengerahkan belasan ekor anjing piarannya untuk kabur. Selasa, (30/6/2020).

GOWA, KOMPAS.com - Penangkapan seorang pelaku pengeroyokan di Gowa, Sulawesi Selatan, yang mengakibatkan korbannya tewas berjalan dramatis.

Pelaku yang terkepung polisi nekat bertahan dengan mengerahkan belasan ekor anjing piaraannya.

Saat polisi berusaha menghalau belasan anjing piaraannya, laki-laki berinisial BK itu kabur lewat pintu belakang rumahnya.

Baca juga: Bacok Istri karena Terlambat Bawakan Makanan, Seorang Buruh Bangunan Tewas Dikeroyok

Namun, BK dapat ditangkap setelah dikejar polisi hingga ke kawasan persawahan.

BK merupakan satu dari tiga orang yang diduga mengeroyok MT (42) hingga tewas di BTN Griya Mawang Asri, Kelurahan Mawang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, pada Senin (29/6/2020).

BK mengaku belasan ekor anjing miliknya tersebut sebelumnya digunakan untuk menjaga ternak ayam miliknya.

"Ada 12 ekor anjing untuk jaga kandang ayam," kata BK saat dikonfirmasi sesaat setelah ditangkap, Selasa (30/6/2020).

Terkait kasus pengeroyokan seorang buruh bangunan hingga tewas, polisi sudah juga menangkap beberapa pelaku lainnya.

"Tadi habis Magrib Tim Anti Bandit bersama Resmob Polda Sulsel melakukan penangkapan terhadap pelaku pengeroyokan dan berhasil mengamankan enam terduga pelaku" kata AKP Jufri Natsir, Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Polres Gowa yang dikonfirmasi Kompas.com.

Baca juga: Tak Hanya Bacok Istri karena Telat Bawakan Makan, Buruh Bangunan Juga Aniaya 4 Warga

Kasus ini berawal dari MT yang membacok istrinya saat terlambat mengantarkan makanan. Selain sang istri, MT juga melukai empat orang lainnya.

Peristiwa itu kemudian dilaporkan warga yang melihat ke polisi.

Hanya saja, saat polisi tiba di lokasi kejadian, MT sudah tewas karena diamuk massa.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas Akibat Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas Akibat Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Regional
Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Regional
Jubir Gugus Tugas Simalungun, Istri dan 3 Anak Positif Corona: Kami Dikenalkan Langsung dengan Covid-19

Jubir Gugus Tugas Simalungun, Istri dan 3 Anak Positif Corona: Kami Dikenalkan Langsung dengan Covid-19

Regional
Kasus Penganiayaan Ojol di Pekanbaru Berakhir Damai, Ini Kata Polisi

Kasus Penganiayaan Ojol di Pekanbaru Berakhir Damai, Ini Kata Polisi

Regional
Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Regional
Juru Bicara Gugus Tugas dan Keluarganya Positif Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Jadi Tersangka, Mandor Kapal China Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

Jadi Tersangka, Mandor Kapal China Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Nasib WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118...

Mengungkap Fakta Nasib WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118...

Regional
Begini Kondisi ABK WNI Saat Berada di Kapal China Menurut Polisi

Begini Kondisi ABK WNI Saat Berada di Kapal China Menurut Polisi

Regional
Ini Pengakuan ABK Indonesia di Kapal China, Dianiaya Setiap Hari Soal Perkara Sepele dan Dibuat-buat

Ini Pengakuan ABK Indonesia di Kapal China, Dianiaya Setiap Hari Soal Perkara Sepele dan Dibuat-buat

Regional
Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Regional
Jasad ABK Indonesia di Freezer Kapal China, Diduga Tewas Dianiaya Mandor

Jasad ABK Indonesia di Freezer Kapal China, Diduga Tewas Dianiaya Mandor

Regional
Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Regional
Catatan KSAD soal Klaster Covid-19 di Secapa AD dan Pusdikpom Bandung

Catatan KSAD soal Klaster Covid-19 di Secapa AD dan Pusdikpom Bandung

Regional
Tagihan Listrik Membengkak, Bupati Probolinggo dan Chef Arnold Ngamuk di Medsos, Begini Ceritanya

Tagihan Listrik Membengkak, Bupati Probolinggo dan Chef Arnold Ngamuk di Medsos, Begini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X