Kasus Pasutri Jual Daging Celeng Oplosan, 3 Pedagang Langganannya Juga Ditangkap

Kompas.com - 30/06/2020, 20:42 WIB
Kapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memperlihatkan barang bukti daging celeng yang dibekukan, di Mapolresta Cimahi, Selasa (30/6/2020). KOMPAS.COM/AGIE PERMADIKapolres Cimahi AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki tengah memperlihatkan barang bukti daging celeng yang dibekukan, di Mapolresta Cimahi, Selasa (30/6/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Cimahi telah mengamankan lima orang pedagang yang menjual daging celeng (daging babi hutan) oplosan.

Kelima orang yang ditangkap ditempat berbeda di Jawa Barat ini berencana dilimpahkan ke Polres di masing-masing wilayah.

"Kepada kelima orang ini, sekarang sedang diproses di Polres Cimahi. Dan rencananya akan kita limpahkan ke polres-polres yang lain, Polres Cianjur, Polres Tasikmalaya, Polres Purwakarta," kata Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusif Marzuki saat rilis kasus, Selasa (30/6/2020). 

Baca juga: Pasutri Jual Daging Celeng Oplosan Selama 6 Tahun, Dipasarkan ke Tasikmalaya, Cianjur dan Bandung

Pelimpahan tersebut dilakukan lantaran penjualan daging celeng oplosan ini pun dilakukan oleh para pelanggan pasutri itu di daerah Bandung, Purwakarta, Cianjur, dan Tasikmalaya.

"Karena TKP penjualan semuanya berasal dari sana," kata Yoris.

Seperti diketahui, dalam perkara ini, polisi tak hanya menangkap pasangan suami isteri (pasutri) berinisial T(45) dan R (24).

Tapi juga menangkap pelanggan pasutri itu yang diketahui berinisial D yang merupakan penjual daging dan bahan baku pembuat bakso di daerah Tasikmalaya. 

Lalu seorang pedagang di Purwakarta berinisial N alias J, dan seorang pemilik rumah makan di daerah Cianjur yang diketahui berinisial U.

Baca juga: Daging Celeng Oplosan Pasutri di Bandung Jadi Bahan Baku Bakso hingga Rendang

Para pelanggan ini melakukan tindakan serupa (oplos daging celeng), menjadikan daging tersebut berbagai macam bahan baku seperti bakso, dijadikan daging olahan makanan (rendang). 

Hingga dijual dengan cara dioplos dengan menggunakan daging sapi impor maupun daging sapi lokal, dengan perbandingan 2 kilogram daging impor dicampur 1 kilogram daging- celeng.

"Kemudian dijual kepada masyarakat seharga Rp 100.000 per kilogram, seolah daging yang dijual itu daging sapi," kata Yoris.

Atas perbuatannya, kelima pedagang itu dijerat Pasal 62 ayat 1 atau 2 Jo Pasal 8 ayat 1 huruf d UU RI No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, dan Pasal 91 A Jo Pasal 58 ayat (6) Undang Undang RI Nomor 41 tahun 2014 tentang perubahan atas UU No. 18 tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.

"Ancaman hukuman lebih dari 5 tahun," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Jubir Gugus Tugas Simalungun: Ini Bukan Aib yang Harus Ditutupi, Namun Harus Kita Lawan

Positif Covid-19, Jubir Gugus Tugas Simalungun: Ini Bukan Aib yang Harus Ditutupi, Namun Harus Kita Lawan

Regional
Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas karena Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas karena Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Regional
Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Regional
Jubir Gugus Tugas Simalungun, Istri dan 3 Anak Positif Corona: Kami Dikenalkan Langsung dengan Covid-19

Jubir Gugus Tugas Simalungun, Istri dan 3 Anak Positif Corona: Kami Dikenalkan Langsung dengan Covid-19

Regional
Kasus Penganiayaan Ojol di Pekanbaru Berakhir Damai, Ini Kata Polisi

Kasus Penganiayaan Ojol di Pekanbaru Berakhir Damai, Ini Kata Polisi

Regional
Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Regional
Juru Bicara Gugus Tugas Simalungun dan Keluarganya Positif Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Simalungun dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Jadi Tersangka, Mandor Kapal China Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

Jadi Tersangka, Mandor Kapal China Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Nasib WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118...

Mengungkap Fakta Nasib WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118...

Regional
Begini Kondisi ABK WNI Saat Berada di Kapal China Menurut Polisi

Begini Kondisi ABK WNI Saat Berada di Kapal China Menurut Polisi

Regional
Ini Pengakuan ABK Indonesia di Kapal China, Dianiaya Setiap Hari Soal Perkara Sepele dan Dibuat-buat

Ini Pengakuan ABK Indonesia di Kapal China, Dianiaya Setiap Hari Soal Perkara Sepele dan Dibuat-buat

Regional
Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Regional
Jasad ABK Indonesia di Freezer Kapal China, Diduga Tewas Dianiaya Mandor

Jasad ABK Indonesia di Freezer Kapal China, Diduga Tewas Dianiaya Mandor

Regional
Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Regional
Catatan KSAD soal Klaster Covid-19 di Secapa AD dan Pusdikpom Bandung

Catatan KSAD soal Klaster Covid-19 di Secapa AD dan Pusdikpom Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X