Polisi Tangkap 2 Pelaku Pemukulan terhadap 3 Petugas Damkar di Makassar

Kompas.com - 30/06/2020, 13:13 WIB
Petugas kepolisian saat mengamankan salah seorang petugas damkar dari amukan warga di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Makassar, Minggu (28/6/2020). Dok IstimewaPetugas kepolisian saat mengamankan salah seorang petugas damkar dari amukan warga di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Makassar, Minggu (28/6/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Polisi menangkap SU (40) dan SA (42), pelaku pemukulan petugas pemadam kebakaran (Damkar) Kota Makassar.

Kanit Reskrim Polsek Makassar Iptu Syamsul mengatakan, pemukulan terjadi saat petugas berusaha memadamkan api yang menghanguskan rumah dan tempat usaha milik warga di di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Makassar, Sulawesi Selatan. 

"Sudah diamankan dan sekarang sudah dilimpahkan ke Polrestabes Makassar," ujar Syamsul saat dihubungi Kompas.com, Selasa (30/6/2020).

Baca juga: Kebakaran di Samping Polsek Makassar, Petugas Damkar Kena Pukul

Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Yudhiawan Wibisono mengatakan, kedua pelaku pemukulan tersebut sedang dimintai keterangan oleh penyidik.

"Sudah diamankan. Saya tadi konfirmasi kalau keduanya ada di Jatanras," ujar Yudhiawan.

Sebelumnya diberitakan, tiga petugas pemadam kebakaran menjadi korban penganiayaan oleh warga saat kebakaran melanda permukiman penduduk di Jalan Kerung-kerung, Kecamatan Makassar, Makassar, Minggu (28/6/2020).

Baca juga: Tiga Petugas Damkar Luka Dianiaya Saat Akan Padamkan Api, Komandan: Sejak Awal Kami Diintimidasi

Komandan Kompi Damkar C Kota Makassar Rustam Jufri mengatakan, tiga petugas Damkar tersebut mendapatkan luka jahitan dan kini masih dirawat di rumah sakit.

Dia mengatakan, peristiwa pemukulan tersebut bermula sejak kedatangan Dinas Damkar yang mencoba memadamkan api.

"Sebenarnya sejak awal kita memang sudah diintimidasi. Pertama tugasnya pemadam diambil alih. Kalau tidak diambil mungkin tidak separah ini," kata Rustam saat diwawancara wartawan di lokasi kejadian.

Rustam menduga warga terpancing provokasi yang menyebutkan petugas terlambat datang ke lokasi untuk memadamkan api.

"Mungkin kesal karena (menganggap) pemadamnya terlambat datang tapi kita tidak terlambat datang karena ada posko di dekat sini," ujar Rustam.

Selain pemukulan petugas, kata dia, satu mobil Damkar turut rusak berat akibat ulah warga sekitar.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

10 Pegawai PLN Ponorogo Positif Covid-19 Setelah Menerima Tamu dari Surabaya

Regional
Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Cegah Penularan Covid-19 di Pesantren dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Pemkot Batam Usulkan Pulau Pengalap Jadi KEK Pariwisata

Regional
Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Terlibat Judi, Oknum Kades Datangi Polisi dan Menyerahkan Diri

Regional
Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Anggota DPRD Dibacok gara-gara Knalpot Bising Adiknya, Ini Kronologinya

Regional
Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Geger, Bayi Baru Lahir di Palembang Ditemukan di Tempat Sampah

Regional
Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Jalan Tol Trans Lampung Ditemukan Banyak Lubang dan Bergelombang

Regional
Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Eks TKI Alami Gangguan Jiwa, Hidup dengan 4 Anaknya yang Kurang Gizi, Popok Sampai Berulat

Regional
Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Perahu Wisata Terbalik di Bendungan Cikoncang, Banten, 3 Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X