Kompas.com - 30/06/2020, 11:15 WIB
Warga melakukan evakuasi paksa pengungsi etnik Rohingya dari kapal di pesisir pantai Lancok, Kecamatan Syantalira Bayu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (25/06). ANTARA FOTO/RAHMADWarga melakukan evakuasi paksa pengungsi etnik Rohingya dari kapal di pesisir pantai Lancok, Kecamatan Syantalira Bayu, Aceh Utara, Aceh, Kamis (25/06).
Editor Rachmawati

Pengungsi Rohingya: Kami mau ke Malaysia

Seorang pengungsi Rohingya yang bisa berbahasa Melayu, Zaibur Rahman, mengungkapkan bahwa mereka sebenarnya bertujuan untuk ke Malaysia.

"Dari Bangladesh, naik kapal orang Bugis, mau ke Malaysia untuk cari kerja, kehidupan yang lebih baik. Perempuan-perempuan ini suaminya ada di sana, ada kawan-kawan juga di sana di Malaysia," kata Zaibur kepada BBC News Indonesia di bekas kantor imigrasi di Lhoksumawe, Aceh, Jumat (26/6/2020).

Akan tetapi Malaysia menegaskan tidak bisa lagi menerima pengungsi Rohingya karena tengah mengalami kesulitan ekonomi dan sumber daya akibat wabah virus corona. Padahal, Malaysia merupakan salah satu tujuan utama para pengungsi Rohingya.

Baca juga: Bupati Aceh Utara: 94 Pengungsi Rohingya Ingin Melanjutkan Perjalanan ke Australia

Kronologi penyelamatan

Di tengah perjalanan, sekitar 80 mil dari pesisir Pantai Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, kapal yang mereka tumpangi rusak sehingga air menutupi hampir setengah lambung kapal.

Pada Senin (21/6), terdapat satu kapal nelayan yang melintas dan memindahkan mereka semua ke kapalnya. Perlahan kapal itu pun mendekat ke pantai. Namun sekitar empat mil dari pantai, mesin kapal itu rusak.

Beberapa hari terombang-ambing, melintas kapal nelayan lokal lainnya yang melihat para pengungsi Rohingnya tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kapal itu pun memberikan cadangan makanan dan minumannya kepada para pengungsi.

Baca juga: Tarik Rohingya ke Darat, Kami Kasih Makan…

Seorang pengungsi Rohingya yang bisa berbahasa Melayu, Zaibur Rahman mengungkapkan bahwa mereka bertujuan ke Malaysia. Saiful Juned Seorang pengungsi Rohingya yang bisa berbahasa Melayu, Zaibur Rahman mengungkapkan bahwa mereka bertujuan ke Malaysia.
"Setelah melakukan penyelamatan nelayan itu tidak tahu lagi harus berbuat apa karena hari ini isu corona lagi besar. Dia sudah pada takut jika yang dilakukan salah, sehingga dimintalah kepada Abdul [kapten kapal yang datang] supaya jangan dilapor ke darat," kata Kepala Desa Lhok Puuk T Bahtkiar.

Namun karena iba melihat banyak perempuan dan anak-anak terkulai lemas, maka kejadian itu dilaporkan ke pemerintah desa.

Bahtkiar lantas melaporkan ke panglima laot (sebutan bagi pimpinan adat laut di Aceh) namun tidak mendapat jawaban.

Baca juga: Cerita Nelayan Selamatkan Pengungsi Rohingya, Suara Minta Tolong dan Terseret Angin

Lalu ia menghubungi Pangkalan Angkatan Laut Lhoksumawe dan dijawab "kejadiannya di sana, minta untuk ke panglima laot saja, saya bilang panglima laotnya belum bangun tidur, dia minta ke wakil panglima laot kabupaten," kata Bahtkiar.

Tahun lalu, warga Aceh juga melakukan penyelamatan terhadap etnik Rohingya yang terdampar.

Sebanyak 79 Rohingnya terdampar di pantai Kuala Raja, Kabupaten Bireuen, Aceh, Jumat (20/4/2019) tahun lalu, setelah awal April nelayan setempat menyelamatkan lima pengungsi Rohingya - yaitu dua lelaki dewasa, dua perempuan dan seorang anak- yang 20 hari terombang-ambing di laut.

Baca juga: Setelah Kapal Diperbaiki, 94 Pengungsi Rohingya Akan Dilepas ke Laut

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Entaskan Pandemi di Samarinda, Satgas Covid-19 Gelar Pelatihan 1.000 Relawan

Regional
Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Kendalikan Pandemi di Riau, Gubernur Syamsuar Harap Relawan Covid-19 Lakukan Ini

Regional
Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Pemkab Dharmasraya Targetkan Vaksinasi Pelajar Selesai September, Jokowi Berikan Apresiasi

Regional
Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Ekspor Pertanian Meningkat Rp 8,3 Triliun, Jateng Raih Penghargaan Abdi Bakti Tani

Regional
TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

TNI, Polri, dan IPDN Gelar Vaksinasi Massal Jelang PON XX 2021 di Papua

Regional
Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Mendadak Jadi Penyiar Radio, Gubernur Ganjar Dapat Curhatan dari Pendengar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.