PPDB Online, 8 SMA dan SMK di Jember Kekurangan Ratusan Pendaftar

Kompas.com - 30/06/2020, 10:30 WIB
Ilustrasi PPDB Online SMK Dok. Kemdikbud.riIlustrasi PPDB Online SMK

JEMBER, KOMPAS.com – Empat SMA di Kabupaten Jember kekurangan pendaftar dalam pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) online.

SMA tersebut adalah SMAN 2 Tanggul yang kurang 26 pendaftar, SMAN 1 Tanggul kurang 50 pendaftar, SMAN Mumbulsari 36 pendaftar dan SMAN Plus Sukowono kekurangan 35 pendaftar.

Kasi SMA Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Jember Rasyid Althaf, mengatakan, empat SMA tersebut masih kekurangan 147 pelajar.

Untuk itu, sekolah tersebut diberi waktu untuk membuka lagi pendaftaran secara offline hingga Jumat 3 Juli 2020.

Baca juga: Ratusan Kader PDI-P Jember Datangi Polisi Minta Usut Pembakar Bendera

“Sekolah yang pagunya kurang itu membuka lagi pendaftaran secara offline,” kata dia kepada Kompas.com, di ruangannya Selasa (30/6/2020).

Para pendaftar yang dilayani merupakan mereka yang sudah memiliki pin, tidak diterima di sekolah manapun, serta masyarakat terdekat.

Mekanismenya, kata dia, bisa dibuat sistem peringkat dan paling cepat mendaftar.

Namun, bila masih tetap tidak memenuhi pagu, maka semua yang mendaftar bisa diterima

Menurut Rasyid, penyebab kekurangan pendaftar pada empat sekolah tersebut karena para pelajar mereka minder.

Sebab, sekolah itu merupakan sekolah favorit.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas karena Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas karena Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Regional
Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Regional
Jubir Gugus Tugas Simalungun, Istri dan 3 Anak Positif Corona: Kami Dikenalkan Langsung dengan Covid-19

Jubir Gugus Tugas Simalungun, Istri dan 3 Anak Positif Corona: Kami Dikenalkan Langsung dengan Covid-19

Regional
Kasus Penganiayaan Ojol di Pekanbaru Berakhir Damai, Ini Kata Polisi

Kasus Penganiayaan Ojol di Pekanbaru Berakhir Damai, Ini Kata Polisi

Regional
Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Regional
Juru Bicara Gugus Tugas Simalungun dan Keluarganya Positif Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Simalungun dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Jadi Tersangka, Mandor Kapal China Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

Jadi Tersangka, Mandor Kapal China Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Nasib WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118...

Mengungkap Fakta Nasib WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118...

Regional
Begini Kondisi ABK WNI Saat Berada di Kapal China Menurut Polisi

Begini Kondisi ABK WNI Saat Berada di Kapal China Menurut Polisi

Regional
Ini Pengakuan ABK Indonesia di Kapal China, Dianiaya Setiap Hari Soal Perkara Sepele dan Dibuat-buat

Ini Pengakuan ABK Indonesia di Kapal China, Dianiaya Setiap Hari Soal Perkara Sepele dan Dibuat-buat

Regional
Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Regional
Jasad ABK Indonesia di Freezer Kapal China, Diduga Tewas Dianiaya Mandor

Jasad ABK Indonesia di Freezer Kapal China, Diduga Tewas Dianiaya Mandor

Regional
Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Regional
Catatan KSAD soal Klaster Covid-19 di Secapa AD dan Pusdikpom Bandung

Catatan KSAD soal Klaster Covid-19 di Secapa AD dan Pusdikpom Bandung

Regional
Tagihan Listrik Membengkak, Bupati Probolinggo dan Chef Arnold Ngamuk di Medsos, Begini Ceritanya

Tagihan Listrik Membengkak, Bupati Probolinggo dan Chef Arnold Ngamuk di Medsos, Begini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X