Menyambung Hidup dari Menganyam Rotan, Kekurangan Fisik Bukan Halangan

Kompas.com - 30/06/2020, 07:34 WIB
Foto : Yenti Selus, penyandang disabilitas asal Kampung Parang, Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT saat menganyam kerajinan tangan dari rotan, Senin (29/6/2020). Kompas.com/Nansianus Taris Foto : Yenti Selus, penyandang disabilitas asal Kampung Parang, Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT saat menganyam kerajinan tangan dari rotan, Senin (29/6/2020).

BORONG, KOMPAS.com - Stigma di masyarakat kerap kali membuat penyandang disabilitas mengalami diskriminasi. 

Dianggap tak mampu bekerja produktif, tidak bisa berprestasi, bahkan dicap sebagai beban dalam masyakat membuat perjuangan hidup penyandang disabilitas kian berat. 

Yenti Selus, penyandang disabilitas asal Kampung Parang, Desa Golo Ndele, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, NTT mencoba mematahkan stigma sosial itu. 

Selus mengalami keterbatasan fisik sejak lahir. Kakinya kecil dan pendek, atau tidak berkembang dengan baik.

Baca juga: Tolak Bantuan APD dari Risma, Dirut RSUD Soetomo: Banyak RS Lain yang Kekurangan

 

Ia tidak bisa berjalan normal, aktivitas harian dijalani dengan bantuan tongkat kayu. 

Meski di tengah keterbatasan fisik, pria yang kerap disapa Selus itu mampu berkarya.

Ia menekuni dan menghasilkan kerajinan tangan berbahan baku rotan.

Selus mulai menghasilkan berbagai produk terbuat dari rotan sejak tahun 2015. 

"Awal mulanya, saya berpikir bagaimana saya bisa memberikan sesuatu untuk istri dan anak. Saya harus bekerja, apa pun itu. Sejak kecil hingga berkeluarga saya tidak buat apa-apa. Saya hanya makan dan minum di rumah," tutur Selus saat dijumpai Kompas.com di kediamannya, Senin (29/6/2020). 

Baca juga: Viral, Video Polisi Tolak Laporan Anak yang Ingin Penjarakan Ibunya karena Masalah Motor

Awalnya Selus mengutarakan niatnya kepada sang istri, Murni. Niat baiknya itu pun mendapat dukungan penuh. 

Mereka sama-sama merintis usaha kerajinan tangan dengan berbagi peran.

Murni mencari kuar (rotan) dan Selus menganyam kerajinan itu di rumah. 

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Pegawai Terpapar Corona, Kantor RSUD Soekarno Babel Diliburkan

Regional
Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Mobilitas Tinggi, Seratusan Polisi di Tegal Jalani Tes Usap Massal

Regional
Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Saat Kades Kesurupan, Raih Keris Penari Jaipong di Indramayu

Regional
Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Lari Liar Mulai Muncul di Wonogiri, Bupati: Kami Kaji Daya Tariknya

Regional
Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Terungkap, Anggota DPRD Palembang yang Ditangkap BNN Ternyata Residivis

Regional
Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Ditolak Menikah, Bambang Nekat Culik Bayi Pujaan Hatinya

Regional
Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Fakta Bupati Berau Meninggal Positif Covid-19, Sempat Dampingi Menteri KKP Lepas Tukik

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

[POPULER NUSANTARA] Fakta Terkini Banjir Bandang Sukabumi | IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu

Regional
Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Di Makassar, Mahasiswi Diperkosa Bergilir di Kamar Hotel, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Kronologi Status Positif Covid-19 Bakal Calon Bupati Malang, Negatif Saat Tes Swab Ulang

Regional
'Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?'

"Kalau Masyarakat Sudah Kena Covid-19, Tenaga Medis Juga, Siapa Mau Rawat Siapa?"

Regional
Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Pemberian Sanksi kepada Maskapai Dikritik DPR, Gubernur Kalbar: Kalau Kasusnya Melonjak Memang Dia Peduli Sama Kita

Regional
Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Akses Data Nasabah dengan Leluasa, Relationship Manager BRI Bobol Rekening 11 Orang, Total Rp 2,1 Miliar

Regional
IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

IDI Anggap Hasil Rapid Test Palsu dan Minta Pj Wali Kota Makassar Lakukan Tes Swab

Regional
Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Kasus Covid-19 di RSUD Soedono Madiun, Direktur: Asal Muasalnya Kami Duga dari Luar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X