Insentif Tenaga Medis di RS Rujukan Covid-19 di Makassar Belum Cair

Kompas.com - 29/06/2020, 21:53 WIB
Ilustrasi tenaga medis (KOMPAS.com/WALDA MARISON)Ilustrasi tenaga medis

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sebagian tenaga medis yang menangani pasien corona di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar, Sulawesi Selatan, belum menerima insentif.

RSKD Dadi Makassar sendiri ditunjuk sebagai rumah sakit rujukan Covid-19 di Makassar.

Direktur RSKD Dadi dr Arman Bausat mengatakan, insentif tenaga medis belum dicairkan sejak bulan April, Mei, dan Juni.

Kendati demikian, Kementerian Kesehatan telah menerima daftar tenaga kesehatan dan sedang dalam proses verifikasi.

"Sudah sampai di Jakarta, sudah ACC bayar tapi belum ditransfer. 80 persen sudah dikasih untuk bulan April," kata Arman saat dikonfirmasi Kompas.com melalui telepon, Senin (29/6/2020).

Baca juga: Insentif Tak Kunjung Cair, Tenaga Medis Covid-19 Mengeluh ke Ganjar

Arman mengatakan, tidak semua tenaga medis mendapatkan besaran insentif yang sama.

Besaran yang diterima para tenaga medis tersebut tergantung jumlah jam kerjanya di rumah sakit.

"Apa yang dijanjikan pemerintah tidak serta merta misalnya dokter spesialis Rp 15 juta perbulan itu kan yang tugasnya  tanggal 1 sampai 30. Tapi kan ada juga dokter spesialis yang cuma 5 hari (masuk kerja) dalam sebulan, 10 hari dalam sebulan. Nah yang 30 hari itu yang Rp 15 Juta," ujar Arman.

Baca juga: Jokowi Minta Pencairan Insentif Tenaga Medis Tak Bertele-tele, Ganjar: Mudah-mudah Segera Cair

Sementara itu, Wakil Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulsel Prof, Safri Kamsul Arif mengatakan, insentif tenaga medis di rumah sakit rujukan Covid-19 baru dibayarkan bulan Maret dan April.

"Kementerian Kesehatan sudah bayarkan ke tenaga medis sejak pekan lalu dan tanpa potongan sepeser pun oleh pihak rumah sakit," ujar Safri.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19, Jubir Gugus Tugas Simalungun: Ini Bukan Aib yang Harus Ditutupi, Namun Harus Kita Lawan

Positif Covid-19, Jubir Gugus Tugas Simalungun: Ini Bukan Aib yang Harus Ditutupi, Namun Harus Kita Lawan

Regional
Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas karena Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Kesaksian ABK di Kapal China, WNI yang Tewas karena Dianiaya Mandor dengan Besi dan Kayu

Regional
Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Perwira Polisi Dianiaya hingga Tewas, Pelaku Akhirnya Ditangkap

Regional
Jubir Gugus Tugas Simalungun, Istri dan 3 Anak Positif Corona: Kami Dikenalkan Langsung dengan Covid-19

Jubir Gugus Tugas Simalungun, Istri dan 3 Anak Positif Corona: Kami Dikenalkan Langsung dengan Covid-19

Regional
Kasus Penganiayaan Ojol di Pekanbaru Berakhir Damai, Ini Kata Polisi

Kasus Penganiayaan Ojol di Pekanbaru Berakhir Damai, Ini Kata Polisi

Regional
Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Melacak Penyebaran Covid-19 di Secapa AD, 1.280 Orang Positif Corona, Terungkap Saat Prajurit Periksa Bisul

Regional
Juru Bicara Gugus Tugas Simalungun dan Keluarganya Positif Covid-19

Juru Bicara Gugus Tugas Simalungun dan Keluarganya Positif Covid-19

Regional
Jadi Tersangka, Mandor Kapal China Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

Jadi Tersangka, Mandor Kapal China Belum Ditahan, Ini Kata Polisi

Regional
Mengungkap Fakta Nasib WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118...

Mengungkap Fakta Nasib WNI di Kapal Lu Huang Yuan Yu 118...

Regional
Begini Kondisi ABK WNI Saat Berada di Kapal China Menurut Polisi

Begini Kondisi ABK WNI Saat Berada di Kapal China Menurut Polisi

Regional
Ini Pengakuan ABK Indonesia di Kapal China, Dianiaya Setiap Hari Soal Perkara Sepele dan Dibuat-buat

Ini Pengakuan ABK Indonesia di Kapal China, Dianiaya Setiap Hari Soal Perkara Sepele dan Dibuat-buat

Regional
Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Video Viral Rumah Bisa Bergerak dan Berpindah Tempat, Ini Faktanya

Regional
Jasad ABK Indonesia di Freezer Kapal China, Diduga Tewas Dianiaya Mandor

Jasad ABK Indonesia di Freezer Kapal China, Diduga Tewas Dianiaya Mandor

Regional
Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Baduy Masih Boleh Dikunjungi, Ini Permintaan Warga

Regional
Catatan KSAD soal Klaster Covid-19 di Secapa AD dan Pusdikpom Bandung

Catatan KSAD soal Klaster Covid-19 di Secapa AD dan Pusdikpom Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X