Fakta Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Berawal dari Masalah Motor, Ditolak Kasat Reskrim

Kompas.com - 29/06/2020, 14:07 WIB
Viral sebuah video di Facebook dan YouTube yang memperlihatkan Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono (baju biru) menolak laporan seorang anak asal Lombok Tengah berinisial M (40) ingin memenjarakan ibu kandungnya, K (60). Tangkapan layarViral sebuah video di Facebook dan YouTube yang memperlihatkan Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono (baju biru) menolak laporan seorang anak asal Lombok Tengah berinisial M (40) ingin memenjarakan ibu kandungnya, K (60).

KOMPAS.com - M (40), warga asal Lombok Tengah, Nusa Tengara Barat, datang ke Mapolres Lombok Tengah hendak melaporkan ibu kandungnya K (60), ke polisi.

Kepada polisi, M hendak melaporkan ibu kandungnya karena masalah motor.

Namun, laporan M malah ditolak langsung oleh Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono.

Penolakan laporan itu pun viral di media sosial Facebook dan Youtube.

Priyo meminta permasalahan ini untuk diselesaikan secara kekerluargaan.

Berikut fakta selengkanya yang Kompas.com rangkum:

Viral polisi tolak laporan anak yang ingin laporkan ibu kandungnya

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi

Sebuah video yang memperlihatkan Kasat Reskrim Polres Lombok Tengah AKP Priyo Suhartono menolak laporan seorang anak asal Lombok Tengah berinisial M (40) yang ingin memenjarakan ibu kandungnya, K (60) viral di Facebook dan YouTube.

Dalam video berdurasi 14 menit, tampak terlihat M duduk bersama Priyo dan anggota polisi lainnya.

Dalam video itu, Priyo dengan tegas dan sudah memerintahkan anggotanya untuk tidak menindak lanjuti kasus itu.

"Silakan Bapak pulang, kami dari polres tidak akan menindak lanjuti kasus ini, saya mohon maaf," kata Priyo dalam video tersebut.

Selain itu, Priyo juga mengingatkan M, jika hanya soal motor, maka harga diri M hanya sebatas kendaraan itu.

"Mohon maaf, Bos, kalau Anda mengejar motor itu sampai anda berselisih karena motor itu, harga diri Anda sebatas motor itu," kata Priyo.

Baca juga: Viral, Video Polisi Tolak Laporan Anak yang Ingin Penjarakan Ibunya karena Masalah Motor

 

Kasat Reskrim tolak laporannya

Ilustrasi polisi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi polisi.

Terkait video viral tersebut, Kompas.com mencoba mengonfirmasinya.

Saat dikonfirmasi, Priyo membenarkan jika ia tidak mau menerima laporan kasus itu.

"Iya, saya enggak mau nerima, saya menyarankan untuk dirundingkan keluarga," kata Priyo melalui pesan singkat.

Baca juga: Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Kasat Reskrim: Saya Enggak Mau Nerima

 

Permasalahan dari harta warisan

IlustrasiKOMPAS/DIDIE SW Ilustrasi

Diceritakan Priyo, perseteruan itu berawal dari harta warisan peninggalan ayah M yang dijual seharga Rp 200 juta.

Setelah terjual, sang ibu mendapatkan bagian Rp 15 juta. Oleh ibunya, uang itu kemudian dipakai untuk membeli motor.

Sambung Priyo, motor tersebut kemudian ditaruh di rumah keluarga, M yang tahu tidak terima dan dianggap menggelapkan.

"Si anak (pelapor) menjual tanah bapaknya Rp 200 juta, ibunya dikasih Rp 15 juta, kemudian belilah motor ibunya. Kemudian motor itu dia pakai sama saudaranya, si anak keberatan," kata Priyo.

Baca juga: Fakta Penumpang Garuda Jakarta-Sorong Positif Covid-19, Diketahui dari Pemeriksaan Dokumen Kesehatan

 

(Penulis : Kontributor Lombok Tengah, Idham Khalid | Editor : David Oliver Purba)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X