Polisi Sebut Tiga Tersangka Peredaran Uang Palsu Senilai Rp 465,7 Juta Jaringan Sindikat

Kompas.com - 29/06/2020, 12:41 WIB
Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menunjukkan barang bukti alat yang digunakan pelaku untuk mencetak uang palsu dalam press conference di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/6/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menunjukkan barang bukti alat yang digunakan pelaku untuk mencetak uang palsu dalam press conference di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/6/2020).

KLATEN, KOMPAS.com - Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu menyebut, tiga tersangka tindak pidana peredaran uang palsu yang ditangkap merupakan jaringan sindikat.

Tersangka sudah beberapa kali melakukan aksinya dengan mencetak uang palsu di wilayah Bandung. Tetapi, uang palsu itu belum sempat diedarkan.

"Kemudian (tersangka) pernah membuat (uang palsu) di Semarang dan kemudian dicetak sebanyak Rp 15 juta," kata Edy di Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Senin (29/6/2020).

Baca juga: Polisi Tangkap 3 Pengedar Uang Palsu di Klaten Senilai Rp 465,7 Juta

Pihaknya mengatakan akan terus mengembangkan kasus tindak pidana peredaran uang palsu tersebut. Diketahui tiga tersangka yang ditangkap semua merupakan warga dari luar Klaten.

Tiga tersangka antara lain, Nur Kholik (45) warga Kampung Cipunten Agung Blok B No 3 RT 004/RW 006, Kelurahan Teluk, Kecamatan Labuan, Kabupaten Pandeglang, Totok Hermawan (52) warga Blok H No 2 RT 010/RW 03, Kelurahan Pasir putih, Kecamatan Candika, Kabupaten Muarobungo, Jambi dan Adam Hermawan (50) warga Kampung Legok OA RT 003/RW 014, Kelurahan Citarik, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Kabupaten Sukabumi.

Dari ketiga tersangka itu polisi berhasil mengamankan uang palsu siap edar sebanyak Rp 465.700.000 dan alat cetak seperti tinta, kertas, laptop, printer, satu unit sepeda motor, dan lain-lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kami juga menemukan uang dolar dan ini masih tahap pemeriksaan. Dari pengakuan tersangka (uang dolar) ini palsu. Mereka mencoba membuat uang dolar," terang dia.

Baca juga: Sindikat Ini Simpan Uang Palsu Mancanegara Senilai Rp 41 Miliar

Menurut Edy uang dolar palsu yang diamankan dari tersangka tersebut sejumlah 20 lembar. Rencananya uang dolar itu juga akan mereka edarkan.

Edy mengimbau kepada masyarakat di Klaten apabila ada yang mencurigakan terkait adanya orang yang menjual uang satu banding dua atau satu banding tiga, yakni uang asli Rp 1 juta dapat uan palsu Rp 2 juta segera dilaporkan ke kepolisian. Hal tersebut untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.

"Maka kami meminta masyarakat apabila ada orang yang mencurigakan ada orang menjual uang satu banding dua atau satu banding tiga segera laporkan polisi," terang Edy.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.