Gara-gara Dicoret dari Daftar Penerima BLT, Warga dan Perangkat Desa Terlibat Baku Hantam

Kompas.com - 27/06/2020, 18:57 WIB
Baku hantam warga karena tidak mendapatkan BLT KOMPAS.COM/FIRMANSYAHBaku hantam warga karena tidak mendapatkan BLT
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kericuhan terjadi di Balai Desa Talang Panjang, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma, Bengkulu, saat pembagian bantuan langsung tunai ( BLT) berlangsung, Jumat (26/6/2020).

Akibat kericuhan itu, baku hantam antara warga dan perangkat desa tak terhindarkan.

Dari informasi yang dihimpun, kericuhan itu dipicu karena masalah pembagian bantuan yang tidak merata.

Sejumlah warga yang protes itu merasa tak terima dengan kebijakan perangkat desa yang mencoretnya dari daftar penerima bantuan tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa (Kades) Talang Panjang Naidi Abran membenarkan insiden itu.

Baca juga: Warga Serang Perangkat Desa karena Tak Dapat BLT, Kades: Mereka Punya Mobil

Peristiwa tersebut terjadi saat pembagian BLT sedang berlangsung di balai desa.

Saat itu, tiba-tiba sekelompok ibu rumah tangga datang dan memprotes pembagian BLT karena namanya tidak masuk dalam daftar.

"Saat itu mereka protes, mereka minta pembagian BLT ditunda karena nama mereka tidak masuk, lalu datang warga lain mulai menyerang kami, akhirnya terjadi keributan," kata Naidi saat dihubungi, Sabtu (27/6/2020).

Akibat kericuhan itu, baku hantam tak terhindarkan.

Bahkan, dua warga mengalami luka lebam akibat terkena pukulan. Namun demikian, saat itu juga sudah langsung mendapat pengobatan.

Baca juga: Detik-detik Pedagang Cilok Tewas Ditembak Begal di Hadapan Istri

Naidi menjelaskan, kericuhan itu disebabkan adanya pemutakhiran data penerima bantuan.

Mereka yang dianggap mampu kemudian namanya dicoret dan bantuan hanya diprioritaskan untuk warga miskin.

Namun demikian, ternyata kebijakan itu justru ditanggapi berbeda. Warga yang namanya telah dicoret justru tidak terima.

"Mereka yang protes itu rata-rata punya mobil, motor, ada juga tauke sawit jadi wajar mereka tidak diberikan BLT," ungkap Naidi.

Meski sempat terjadi kericuhan, namun ia mengatakan masalah tersebut saat ini sudah dapat selesaikan.

Hubungan warga dengan aparat desa juga sudah kembali kondusif.

Penulis : Kontributor Bengkulu, Firmansyah | Editor : Dheri Agriesta



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X