KILAS DAERAH

Era New Normal, Pemkot Madiun Prioritaskan Tujuh Sektor untuk Dongkrak Perekonomian

Kompas.com - 27/06/2020, 17:11 WIB
Walikota Madiun, Maidi bersama Forpimda mengecek kondisi Sunday Market yang mulai dibuka kembali di era new normal. Walikota Madiun, Maidi bersama Forpimda mengecek kondisi Sunday Market yang mulai dibuka kembali di era new normal.
|

KOMPAS.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun sudah menyiapkan strategi untuk mendongkrak kembali roda perekonomian yang sempat terjatuh akibat pandemi Covid-19.

Memasuki fase new normal atau kenormalan baru, Pemkot Madiun sudah membuat program inovatif di tujuh sektor perekonomian, di antaranya sektor transportasi, hotel, restoran, pasar modern, pasar tradisional, pariwisata, serta perizinan.

Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan, pihaknya ingin membangun kembali perekonomian melalui sistem inovasi pencegahan dengan tetap memperhatikan protokol Covid-19.

"Masing-masing sektor harus mengedepankan protokol kesehatan Covid-19. Selain itu, setiap sektor juga harus memiliki inovasi sistem pencegahan Covid-19," kata Maidi.

Baca juga: Jokowi Puji Kota Madiun Karena Masuk Zona Hijau Covid-19, Begini Respons Wali Kota Maidi

Sektor transportasi

Maidi menjelaskan, wilayahnya menerapkan protokol inovasi Bebas dan Aman Covid-19 (Benavid) dalam sektor transportasi yang wajib dipatuhi.

Salah satunya dengan mewajibkan penggunaan masker, penyediaan hand sanitizer dalam armada, hingga membatasi jumlah penumpang dengan kapasitas maksimal empat orang.

Di samping itu, penumpang juga tetap diwajibkan untuk menjaga jarak di dalam kendaraan melalui pemberian tanda pada kursi penumpang. Penyemprotan disinfektan pada armada turut menjadi kewajiban bagi pengelola.

Sektor hotel

Pembatasan fisik juga diterapkan dalam reservasi dan pelayanan hotel. Melalui inovasi Sandaran Martamu, setiap tamu diwajibkan untuk memesan dan membayar kamar hotel secara daring. Pun dengan kebijakan tamu, satu kamar hanya ditujukan bagi satu tamu.

Sektor rumah makan

Inovasi selanjutnya yaitu Penerapan Protokol Bebas Corona (Raos Eco) yang dilakukan di sektor rumah makan. Meski Pemkot telah mengizinkan rumah makan untuk membuka layanan makan di tempat, protokol kesehatan tetap perlu dipatuhi oleh pengelola maupun pengunjung.

Protokol tersebut di antaranya pengelola wajib memasang pesan kesehatan dan jaga jarak pada pintu masuk.

Bila perlu, pengelola juga dapat memberikan simbol boneka untuk mengedukasi anak. Kemudian, pengelola wajib menyediakan fasilitas cuci tangan dan hand sanitizer di setiap pintu masuk.

Bagi pengunjung, diwajibkan menjaga jarak dan melakukan transaksi secara nontunai. Tak lupa, penggunaan masker dan face shield disarankan bagi kedua belah pihak ketika bertransaksi.

Sektor pasar tradisional

Sebagai salah satu pusat perbelanjaan tradisional, inovasi kesehatan turut diberikan oleh Pemkot Madiun melalui program Pasar Minggu Kali Bantaran dengan Pembayaran Secara Online (Pasukan Pecel).

Nantinya, pembayaran di Sunday Market, Taman Lalu intas Bantaran Kali Madiun, akan menerapkan sistem online.

Sektor pasar modern

Berbeda dengan pasar tradisional, Maidi justru menerapkan sistem buka tutup untuk membatasi jumlah pengunjung di pasar modern. Selain memudahkan physical distancing, inovasi ini juga bertujuan untuk memudahkan jarak antrean dan pembayaran nontunai.

Tak lupa, pengunjung pasar modern juga tetap diwajibkan untuk menggunakan masker, menjalani pemeriksaan suhu tubuh, dan menerapkan budaya cuci tangan.

Sementara, pengelola diwajibkan untuk menyediakan fasilitas cuci tangan, pembatasan tempat duduk dan lift, parkir berjarak, hingga sterilisasi setiap harinya.

Sektor pariwisata

Mengadopsi slogan "my trip my adventure", Pemkot Madiun juga berinovasi lewat "my ceese my adventure" . Inovasi ini memiliki arti cleanliness, health, dan safety.

Lewat inovasi tersebut, penerapan protokol kesehatan di bidang pariwisata tetap diperhatikan dengan serius.

Salah satunya lewat memeriksa suhu badan, pemakaian masker, jarak duduk maksimal dua orang, arahan penerapan physical distancing oleh duta wisata, hingga fasilitas cuci tangan menggunakan air dan sabun.

Selain itu, kegiatan wisata juga tidak diperkenankan dilakukan secara bergerombol. Pemkot juga menerapkan pembatasan tempat duduk untuk menghindari kerumunan di tempat umum.

Baca juga: Soal Jokowi Minta 2 Pekan Kasus Covid-19 di Jatim Turun, Pemkab Madiun Gencar Rapid Test

Sektor perizinan

Sebagai sektor yang melayani keperluan masyarakat, Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu Koperasi dan Usaha Mikro (DPMPTSKUM) Kota Madiun turut meluncurkan inovasi lewat help desk Gasppol C-19.

Help desk online ini ditujukan bagi masyarakat yang ingin melakukan pengajuan, konsultasi, dan pendampingan perizinan tanpa harus datang ke kantor DPMPTSKUM.

Meski dilakukan secara online, Maidi menjelaskan bahwa kualitas pelayanan online akan tetap sama seperti halnya pelayanan offline.

"Warga pun dapat mencetak izin mandiri untuk izin yang sudah ditandatangani secara elektronik," jelas Maidi.

Bila dirasa memerlukan kunjungan secara langsung, DPMPTSKUM tetap menerima dengan menerapkan protokol kesehatan standar, seperti jaga jarak dan menggunakan masker.

Maidi berharap, penerapan inovasi new normal di tujuh sektor tersebut membantu masyarakat untuk kembali bangkit dari keterpurukan selama pandemi.

Mengingat pandemi masih belum berakhir, Maidi juga meminta seluruh pihak untuk mendukung kebijakan Pemkot Madiun serta disiplin dalam menaati protokol kesehatan saat beraktivitas di fase new normal

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X