Cerita Chusana, Kades Pria yang Bantu Persalinan Warga di Jalan: Saya Gemetaran

Kompas.com - 26/06/2020, 15:03 WIB
Ilustrasi bayi dibuang SHUTTERSTOCKIlustrasi bayi dibuang

KOMPAS.com- Selasa (23/6/2020) menjadi hari tak terlupakan bagi Chusana Churori, seorang kepala desa di Pasirharjo, Blitar.

Pada hari itu, pria 40 tahun tersebut mengalahkan kepanikan dan ketakutan demi membantu seorang warga, Siti Aminah (36) yang melahirkan secara mendadak.

Meski tanpa pengalaman dan dilakukan dengan gemetar, persalinan Aminah berjalan lancar.

"Ya, saya sempat gemetaran karena saya enggak punya pengalaman khusus (menangani proses persalinan)," kata Chusana.

Baca juga: Kasus-kasus Anak dan Balita Positif Covid-19 di Indonesia, Tak Bepergian, dari Mana Penularannya?

Berawal didatangi Aminah

Ilustrasi hamilShutterstock Ilustrasi hamil
Chusana menuturkan warganya yang bernama Aminah tiba-tiba mendatangi rumahnya.

Aminah yang hamil besar datang sambil menggendong dua anaknya yang berusia 7 tahun dan 14 bulan.

Ia juga tampak memegangi perutnya, seperti merasakan kontraksi.

"Pak Lurah, Pak Lurah, Bu Bidan ke mana? Saat itu saya langsung setengah lari untuk menemuinya," kata Chusana.

Namun, sang bidan yang tinggal di samping kanan rumahnya rupanya tak berada di tempat.

Baca juga: Kronologi Penemuan Bayi di Sungai hingga Penangkapan Seorang Pemuda

 

Ilustrasi hamil.Thinkstock Ilustrasi hamil.
Pecah ketuban

Kepanikan semakin bertambah ketika ketuban Aminah pecah.

Padahal saat itu, Chusana tengah berupaya menghubungi bidan melalui ponselnya.

"Dia (Aminah) berteriak, 'Aduh, pecah, Pak, pecah (ketubannya)," Chusana menirukan Aminah saat itu.

Ia semakin panik ketika melihat Aminah terduduk di jalan samping rumahnya.

Chusana bingung, tak tahu harus melakukan apa. Ia pun berupaya melakukan pertolongan.

"Ya, kami semua panik, tetapi tak tahu apa yang harus kami lakukan. Melihat Bu Aminah seperti itu, saya dengan cepat membuka pakaiannya, terutama yang menghalangi proses persalinan itu," ujar dia.

Baca juga: Bayi Usia Tiga Tahun di NTT Sembuh dari Covid-19

Ditadahi dua tangan, bayi keluar dengan sendirinya

ilustrasi bayiPexel ilustrasi bayi
Chusana pun mengambil posisi untuk membantu Aminah melahirkan bayinya.

Tak berselang lama, kepala si bayi pun terlihat.

Ia yang tak memiliki pengalaman membantu persalinan hanya menadahkan tangannya.

Chusana menyebut, bayi itu keluar dengan sendirinya.

"Begitu kepalanya terlihat, kedua tangan saya siap menadahinya. Bersamaan itu, saya memanggil istri saya untuk mengambilkan selimut," ujar Chusana.

Baca juga: Nelayan di Kerinci Temukan Mayat Bayi Mengapung di Sungai

Ilustrasi bayi prematurShutterstock Ilustrasi bayi prematur

Terlahir sehat

Detik-detik menegangkan bagi Chusana itu pun akhirnya terlewati.

Persalinan Aminah berlangsung dengan lancar.

Bayi tersebut dan ibunya kemudian dibawa ke Puskesmas Talun, 4 kilometer dari rumah Chusana.

Kepala Puskesmas Talun Heti Candra Susanti mengemukakan, kondisi sang bayi sehat.

"Berat bayinya 3,3 kg, panjangnya 50 cm. Meski persalinannya seperti itu, semuanya berjalan lancar sehingga membuat keduanya tak ada masalah," paparnya.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kisah Kades di Blitar Tiba-tiba harus Menolong Ibu Melahirkan di Jalan: Bayinya Saya Tadahi 2 Tangan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Regional
Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Regional
Emosi karena Ditagih Utang, Seorang Pemuda Aniaya Lansia hingga Tewas

Emosi karena Ditagih Utang, Seorang Pemuda Aniaya Lansia hingga Tewas

Regional
Pangdam III Siliwangi Siap Tertibkan Baliho Tak Berizin Bersama Polri dan Satpol PP

Pangdam III Siliwangi Siap Tertibkan Baliho Tak Berizin Bersama Polri dan Satpol PP

Regional
Bekas Jejak di Jalur Evakuasi Gunung Merapi, TNGM : Itu Jejak Anjing

Bekas Jejak di Jalur Evakuasi Gunung Merapi, TNGM : Itu Jejak Anjing

Regional
Bupati Tanah Bumbu Bantah Hentikan Program Kesehatan Gratis

Bupati Tanah Bumbu Bantah Hentikan Program Kesehatan Gratis

Regional
Frustasi Belum Mendapat Pekerjaan, Suami Paksa Istri dan Anaknya Mencuri Kotak Amal

Frustasi Belum Mendapat Pekerjaan, Suami Paksa Istri dan Anaknya Mencuri Kotak Amal

Regional
Siswa di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Gurunya

Siswa di Yogyakarta Positif Covid-19, Diduga Tertular dari Gurunya

Regional
Pengakuan Relawan Vaksin Covid-19: Setelah Disuntik, Kami Baik-baik Saja...

Pengakuan Relawan Vaksin Covid-19: Setelah Disuntik, Kami Baik-baik Saja...

Regional
Mengintip Keunikan Pisang dengan Lima Tandan serta Berjantung Lima

Mengintip Keunikan Pisang dengan Lima Tandan serta Berjantung Lima

Regional
Pemkab Bogor Disanksi gegara Kerumunan Rizieq Shihab, Ridwan Kamil: Surat Teguran Jadi Pelajaran

Pemkab Bogor Disanksi gegara Kerumunan Rizieq Shihab, Ridwan Kamil: Surat Teguran Jadi Pelajaran

Regional
Berkas Lengkap, Kasus Klub Moge Keroyok Anggota TNI Dilimpahkan ke Kejaksaan

Berkas Lengkap, Kasus Klub Moge Keroyok Anggota TNI Dilimpahkan ke Kejaksaan

Regional
Sidang Kasus Prostitusi, Artis VS Akui ke Lampung demi 'Job Short Time'

Sidang Kasus Prostitusi, Artis VS Akui ke Lampung demi "Job Short Time"

Regional
Wakil Wali Kota Probolinggo Positif Covid-19, Sempat Dampingi Komisi IV DPR Kunker

Wakil Wali Kota Probolinggo Positif Covid-19, Sempat Dampingi Komisi IV DPR Kunker

Regional
Ditangkap karena Ubah Gula Rafinasi untuk Konsumsi, Pelaku Untung Rp 60 juta Sekali Transaksi

Ditangkap karena Ubah Gula Rafinasi untuk Konsumsi, Pelaku Untung Rp 60 juta Sekali Transaksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X