Enam ASN Positif Covid-19, Wali Kota Pekanbaru Terapkan WFH

Kompas.com - 26/06/2020, 13:07 WIB
Wali Kota Pekanbaru Firdaus saat mengadakan konferensi pers terkait penerapan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (11/4/2020). KOMPAS.COM/IDONWali Kota Pekanbaru Firdaus saat mengadakan konferensi pers terkait penerapan PSBB untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Pekanbaru, Riau, Sabtu (11/4/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Enam orang aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru terkonfirmasi positif Covid-19.

Enam ASN yang terkonfirmasi positif Covid-19 merupakan klaster warga asal Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).

Penularan berawal dari pasien berinisial NC warga asal Palembang yang meninggal dunia. Sementara istrinya, GSN yang bekerja di Kantor Camat Bukit Raya, Pekanbaru, juga ikut tertular.

Setelah dilakukan tracing, terdapat penularan kepada lima ASN lainnya.

Baca juga: ASN Dinkes Gresik Meninggal Positif Corona

Mereka berinisial D, NM, dan YZ pegawai Kantor Camat Bukit Raya, sedangkan DOI, dan LA pegawai Pemkot Pekanbaru.

Terkait hal ini, Wali Kota Pekanbaru Firdaus MT mengambil kebijakan untuk ASN bekerja dari rumah (work from home).

"Ini yang menjadi dasar kita menerapkan ASN bekerja dari rumah. Pegawai yang sudah di swab kita anjurkan WFH sampai hasilnya keluar," kata Firdaus kepada Kompas.com saat mengadakan rapid test massal di pasar tradisional di Kota Pekanbaru, Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Kemenkeu: Gaji Ke-13 untuk ASN, TNI, dan Polri Belum Cair dalam Waktu Dekat

Pria yang akrab disapa Ocu Fidau ini mengatakan, saat ini penularan Covid-19 di Kota Pekanbaru terdapat dua klaster baru, yaitu karyawan Bank BRI dan warga asal Palembang.

Hal ini harus diwaspadai oleh masyarakat dengan menerapkan protokol kesehatan.

"Makanya kita hari ini mengadakan rapid test dan swab PCR massal untuk mengetahui cepat Covid-19," akui Firdaus.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes'

"Hanya 1 Siswi yang Protes, Kakak Kelasnya Non-Muslim Pakai Kerudung Tak Protes"

Regional
Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Hasil Rapid Reaktif, Oknum Polisi Pasien Covid-19 Terekam Mesum di Ruang Isolasi, 2 Pegawai RS Jadi Tersangka

Regional
Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Wagub Jabar Bikin Kampung Santri, Muslimah Harus Berkerudung dan Pasar Tutup Jelang Shalat Jumat

Regional
Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Dedi Mulyadi: Menteri LHK Bertugas Rawat Alam, Bukan Salahkan Hujan

Regional
Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Keluhan Petani di Depan Kapolres: Tak Harus Ada Pupuk Bersubsidi, yang Penting Mudah Mendapatkannya

Regional
Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Paman Cekoki Bayi 4 Bulan dengan Miras, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Penjelasan Polisi soal Aksi Pengejaran Truk di Tol Pasuruan yang Viral

Regional
Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Kondisi Gunung Merapi Sepekan Terakhir, Terjadi 282 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
'Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab'

"Saya Dipanggil karena Anak Saya Tidak Pakai Jilbab"

Regional
Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Sebelum Terkonfirmasi Positif Covid-19, Bupati Sleman Sempat Bertemu Sri Sultan HB X dan Menteri KP

Regional
Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan Terancam 10 Tahun Penjara

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

[POPULER NUSANTARA] Bule Asal Belanda Jualan Mi Ayam di Yogya | Ini Rahasia Suku Baduy Setahun Pandemi Nol Kasus Covid-19

Regional
Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Soal Siswi Non-Muslim Wajib Jilbab, Kepala SMKN 2 Padang Minta Maaf

Regional
Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Pasien Covid-19 yang Mesum di Ruang Isolasi Diduga Polisi, Kapolres: Langsung Didatangi Propam

Regional
Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Ini Pengakuan Paman yang Cekoki Miras ke Bayi 4 Bulan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X