KILAS DAERAH

Ini Temuan dan Saran Ombudsman Terkait Transportasi di Jabar saat Pandemi

Kompas.com - 26/06/2020, 13:05 WIB
FGD Ombudsman Perwakilan Jabar terkait Evaluasi Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan COVID-19 di Jabar Bidang Transportasi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/6/2020). Dok. Pemprov JabarFGD Ombudsman Perwakilan Jabar terkait Evaluasi Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan COVID-19 di Jabar Bidang Transportasi di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/6/2020).

KOMPAS.comOmbudsman perwakilan Jawa Barat (jabar) telah melakukan kajian cepat terkait transportasi di Kota Bandung, Cimahi, dan Kabupaten Garut.

Kajian cepat itu dilakukan pada masa pandemi Covid-19. Waktu kajian adalah selama satu bulan.

Hasil kajian disampaikan dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Ombudsman Perwakilan Jabar terkait Evaluasi Pelaksanaan PSBB dalam Penanganan COVID-19 di Jabar Bidang Transportasi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) diwakili Sekretarias Daerah Setiawan Wangsaatmaja mengikuti FGD di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: PSBB di Jawa Barat Dinyatakan Selesai

“FGD mengidentifikasi isu permasalahan yang timbul akibat pelaksanaan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Jabar, terutama dampak kebijakan transportasi selama PSBB di Jabar,” kata Kepala Ombudsman Perwakilan Jabar Haneda Sri Lastoto dalam keterangan tertulis.

Ia melanjutkan, tujuan FGD adalah memberi saran untuk evaluasi dan perumusan kebijakan, serta membahas temuan secara umum dan khusus, sehingga bisa disimpulkan jika terjadi potensi maladministrasi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kajian cepat Ombudsman Jabar sendiri dilakukan di check point Terminal Guntur Garut, Terminal Leuwipanjang, Stasiun Hall Bandung, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung.

Dari kajian cepat itu, ditemukan bahwa peraturan pemerintah terkait penanganan Covid-19, terutama di bidang transportasi selalu berubah, sehingga membingungkan masyarakat.

Baca juga: Ridwan Kamil Gratiskan Iuran SMA/SMK di Jawa Barat

Selain itu, selama ini pola penegakan dan pengawasan PSBB dilakukan secara persuasif dan edukatif. serta jenis pelanggaran terbanyak yakni tidak memakai masker dan sarung tangan.

Angkutan penumpang dalam kota juga masih banyak yang tidak mematuhi aturan pembatasan transportasi.

Kemudian di check point, terjadi penumpukan, kurangnya alat pelindung diri (APD) petugas, dan sanksi terberat yang hanya putat balik.

Ombudsman Jabar pun memberi saran, salah satunya adalah memberi insentif bagi pelaku usaha bidang transportasi agar mereka ikut menegakkan protokol kesehatan di bidang transportasi.

Baca juga: Ridwan Kamil Perintahkan Gugus Tugas Sidak Wilayah Puncak Bogor

Haneda pun berharap agar kajian cepat Ombudsman Jabar bisa memberi manfaat, terutama bagi Jabar secara keseluruhan.

"Jabar sebagai penyangga ibu kota dan jumlah penduduknya terbanyak di Indonesia. hampir 50 juta, sudah seharusnya melakukan analisis dan mitigasi selama PSBB ini," imbuh dia.

Kajian cepat di Jabar sendiri menjadi kali kedua yang dilakukan Ombudsman. Sebelumnya, kajian cepat dilakukan Ombudsman perwakilan DKI Jakarta.

Perkembangan PSBB dan Covid-19 di Jabar

Sementara itu, Setiawan mengatakan bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jabar juga memperhatikan bidang transportasi selama PSBB.

Menurut dia, sebelum PSBB Bogor-Depok-Bekasi (Bodebek), Rabu (15/4/2020), pergerakan kepadatan lalu-lintas dan orang mencapai 100 persen.

Saat PSBB Bodebek, pergerakan menurun hingga 43 persen. Saat PSBB Bandung raya, pergerakan ada di 29 persen dan ketika PSBB Provinsi mulai Rabu (6/5/2020), pergerakan berkisar di 43 persen.

“Saat PSBB proporsional mulai Rabu (20/5/2020), aktivitas perlahan naik lagi, terutama jelang Lebaran. Untuk saat ini, pergerakan mencapai 57 persen," kata Setiawan.

Baca juga: Pemkot Bekasi Ingin Izinkan Ojol Angkut Penumpang, Dishub Jabar: Silahkan

Pihaknya pun juga telah memetakan pergerakan warga Jabar di permukiman. Pergerakan atau interaksi mereka kebanyakan adalah saat membeli kebutuhan sehari-hari.

“Kami juga memetakan pergerakan di tempat kerja, fasilitas kesehatan, ritel dan rekreasi, transit station, dan taman," sambung Setiawan.

Diperkirakan kenaikan pegerakan di Jabar dikarenakan pergerakan transportasi saat Ramadhan, perayaan Indul Fitri, dan new normal saat akhir PSBB Jabar.

Berdasarkan laporan Gugus Tugas Jabar, Jumat (12/6/2020) lalu, kata Setiawan, ada 17 kabupaten/kota atau 62,96 persen berada di Zona Biru (Level 2) dan 10 kabupaten/kota atau 37,04 persen berada di Zona Kuning (Level 3).

Baca juga: Kejar Rasio Pengetesan Covid-19, Pemprov Jabar Akan Beli Mobil PCR Keliling

Menurut dia, level zona-zona itu menentukan tahap adaptasi new normal yang boleh dilakukan. Untuk mencegah penyegaran Covid-19, kuncinya adalah mengendalikan kerumunan.

Selain itu, angka reproduksi efektif (Rt) di Jabar sudah tiga minggu di bawah angka 1. Berdasarkan badan kesehatan dunia (WHO), suatu wilayah berkesempatan melonggarkan PSBB jika Rt di bawah 1 selama 2 minggu.

"Angka Rt Jabar pada 20 Juni yaitu 0,9. Per tanggal 23 Juni adalah 0,92. Sementara rata-rata Rt dari 7 Juni sampai 20 Juni yaitu 0,71," kata Setiawan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X