Pulang dari Malaysia, TKI asal Jatinangor Diminta Isolasi Mandiri

Kompas.com - 26/06/2020, 11:45 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

SUMEDANG, KOMPAS.com - Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) yang bekerja di Malaysia bernama Iros (48) tiba di kampung halamannya di Dusun Citanggulun RT 09/03, Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat (26/6/2020).

Setibanya di rumah, Pemerintah Kecamatan Jatinangor meminta Iros untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari, sebagai upaya pencegahan Covid-19.

Camat Jatinangor Syarif Effendi Badar mengatakan, Iros diperbolehkan pulang ke Jatinangor setelah selama satu minggu dikarantina di Batam.

"Setibanya di Indonesia dari Malaysia, Ibu Iros menjalani karantina di Batam selama sepekan. Pihak berwenang di Batam memperbolehkannya pulang ke Jatinangor karena kondisinya sehat," ujar Syarif kepada Kompas.com, Jumat (26/6/2020).

Baca juga: Geger Anak Kambing Bermata Satu di Sumedang, Proses Lahir Lama hingga Dilaporkan ke Dinas

Syarif menuturkan, meski sudah dinyatakan sehat, namun untuk memastikan kondisinya, kondisi kesehatan Iros sudah diperiksa oleh Puskesmas Jatinangor.

Selain itu, kata Syarif, sebagai langkah pencegahan penyebaran virus corona atau Covid-19, Iros sudah diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari di rumahnya.

"Setibanya di sini, kami langsung meminta Ibu Iros untuk melakukan isolasi mandiri terlebih dahulu, jangan dulu keluar rumah selama 14 hari terhitung sejak kedatangannya hari kemarin," tutur Syarif.

Syarif menyebutkan, untuk memastikan Iros dan keluarganya disiplin melakukan isolasi mandiri, jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kecamatan Jatinangor juga menyerahkan bantuan paket sembako.

"Selain meminta Ibu Iros dan keluarga disiplin melakukan isolasi mandiri, kami berikan bantuan paket sembako," sebut Syarif.

Baca juga: Heboh Domba Bermata Satu di Sumedang, Hanya Sanggup Hidup 28 Jam

Syarif menyebutkan, pihak Puskesmas Jatinangor juga akan melakukan rapid test kepada Iros dan keluarganya, untuk memastikan bahwa yang bersangkutan tidak terinfeksi Covid-19.

"Untuk memastikan aman dari Covid-19, nanti dari Puskesmas juga akan melakukan Rapid tes kepada Iros dan seluruh keluarganya," sebut Syarif.

Kanit Intel Polsek Jatinangor Ipda Ucu Abdurrahman menambahkan, selain isolasi mandiri, keluarga Iros wajib menerapkan protokol kesehatan saat hendak beraktivitas di luar rumah.

"Kami tekankan agar Ibu Iros disiplin melakukan isolasi. Jika mendesak harus keluar rumah, wajib menerapkan protokol kesehatan. Protokol kesehatan ini wajib dipatuhi pendatang setibanya di Jatinangor," kata Ucu. 

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X