Macan Tutul Berkalung Cip yang Memangsa 8 Anjing Berhasil Ditangkap

Kompas.com - 25/06/2020, 15:42 WIB
Macan tutul masuk perangkap yang dipasang warga di Dusun Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Kamis (25/6/2020). DOKMacan tutul masuk perangkap yang dipasang warga di Dusun Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Kamis (25/6/2020).

CIAMIS, KOMPAS.com - Seekor macan tutul masuk perangkap yang dipasang warga di Blok Cilulumpang, Dusun Cikupa, Kecamatan Lumbung, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (25/6/2020).

Lokasi penangkapan macan tutul ini berada di kaki Gunung Sawal.

"Diketahui masuk perangkap tadi pagi, jam 06.00 WIB," kata Asna Maulana Sidiq (45), warga yang memasang perangkap saat dikonfirmasi, Kamis.

Baca juga: 11 Orang Anggota Keluarga Positif Terinfeksi Virus Corona

Asna menjelaskan, perangkap dipasang karena macan tutul tersebut kerap memangsa ternak warga yang disimpan di kandang yang berada di pinggiran hutan.

Ternak yang dimangsa berupa domba dan ayam milik warga.

"Saung (kandang ternak) dijaga oleh anjing, untuk mengusir babi hutan. Namun sudah ada delapan anjing yang mati dimangsa macan," kata Asna.

Menurut Asna, setiap anjing yang bertugas menghalau babi hutan, selalu lenyap dimangsa macan.

Baca juga: Rhoma Irama dan Soneta Tidak Diizinkan Konser di Kabupaten Bogor

Hal tersebut sudah terjadi selama 2 bulan terakhir.

Asna dan warga lain kemudian berinisiatif memasang perangkap tak jauh dari saung ternak tersebut.

Seekor anjing dijadikan umpan agar macan masuk perangkap.

"Jarak perangkap hanya 20 meter dari saung. Kalau dari permukiman warga, jaraknya 100 meter," kata dia.

Baca juga: Pakai Paspor Sunda Empire, 2 Wanita Ini 13 Tahun Ditahan Imigrasi Malaysia

Menurut Asna, sejauh ini macan tutul tersebut tidak pernah masuk permukiman warga.

Selanjutnya, pada Kamis siang, petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Ciamis datang ke lokasi penangkapan macan tutul.

"Petugas sudah di sini," kata Asna.

Macan berkalung cip

Sementara itu, Asna mengatakan, macan tutul yang ditangkap ini memiliki kalung yang dilengkapi cip.

"Ada GPS-nya," kata dia.

Menurut Asna, setahun lalu, macan ini pernah masuk perangkap warga.

Saat itu, macan dibawa pihak BKSDA Ciamis.

"Ini yang ditangkap terakhir, setahun lalu," ujar Asna.

Asna memperkirakan, saat kondisinya pulih, macan kembali dilepas di Gunung Syawal.

Kini, warga berharap macan tersebut tidak kembali dilepas di lokasi yang sama.

"Warga berharap jangan dilepas lagi di Gunung Syawal," ujar Asna.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Pria Bersenjata Tajam Mengamuk di Mapolres Jember

Detik-detik Pria Bersenjata Tajam Mengamuk di Mapolres Jember

Regional
Pesepeda di Sleman Tewas Ditabrak Mobil, Penabrak Kabur Setelah Bawa Korban ke RS

Pesepeda di Sleman Tewas Ditabrak Mobil, Penabrak Kabur Setelah Bawa Korban ke RS

Regional
Anak Gugat Ibu Kandung, Mediator PA Praya: Keduanya Sama-sama Ngotot

Anak Gugat Ibu Kandung, Mediator PA Praya: Keduanya Sama-sama Ngotot

Regional
Sakit Hati Diputus, Motif Penyekapan Perempuan oleh Mantan Pacar di Surabaya

Sakit Hati Diputus, Motif Penyekapan Perempuan oleh Mantan Pacar di Surabaya

Regional
Mahasiswi S2 Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Jenazah Korban Digantung agar Seperti Bunuh Diri

Mahasiswi S2 Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Jenazah Korban Digantung agar Seperti Bunuh Diri

Regional
PKS Bakal Koalisi dengan PDI-P Usung Kajot-Carlos di Pilkada Bengkayang 2020

PKS Bakal Koalisi dengan PDI-P Usung Kajot-Carlos di Pilkada Bengkayang 2020

Regional
'Setelah Diajak Jalan-jalan, Mereka Pesta Miras dan Korban Diperkosa Secara Bergiliran'

"Setelah Diajak Jalan-jalan, Mereka Pesta Miras dan Korban Diperkosa Secara Bergiliran"

Regional
Motif di Baju Adat NTT yang Dipakai Jokowi Melambangkan Kesucian Hati, Dipakai Rakyat Kecil hingga Bangsawan

Motif di Baju Adat NTT yang Dipakai Jokowi Melambangkan Kesucian Hati, Dipakai Rakyat Kecil hingga Bangsawan

Regional
Penumpang Pesawat dari Surabaya ke Pontianak Harus Sertakan Hasil Tes PCR

Penumpang Pesawat dari Surabaya ke Pontianak Harus Sertakan Hasil Tes PCR

Regional
'Terima Kasih Pak Jokowi Telah Mengenakan Pakaian Adat Sabu Raijua'

"Terima Kasih Pak Jokowi Telah Mengenakan Pakaian Adat Sabu Raijua"

Regional
Oknum Dosen Tepergok Sedang Seks Oral ke Remaja Laki-laki

Oknum Dosen Tepergok Sedang Seks Oral ke Remaja Laki-laki

Regional
Pria Bersenjata Tajam Ngamuk di Kantor Polisi, Sudah Dikepung, tapi Tetap Melawan

Pria Bersenjata Tajam Ngamuk di Kantor Polisi, Sudah Dikepung, tapi Tetap Melawan

Regional
Usai Disuntik Calon Vaksin Covid-19, Pengemudi Ojek: Ngantuk Tak Tertahan

Usai Disuntik Calon Vaksin Covid-19, Pengemudi Ojek: Ngantuk Tak Tertahan

Regional
Pria di Semarang Cabuli Anak Tiri, Terbongkar Setelah Ayah Kandung Korban Diberitahu Mantan Mertuanya

Pria di Semarang Cabuli Anak Tiri, Terbongkar Setelah Ayah Kandung Korban Diberitahu Mantan Mertuanya

Regional
Sebuah Rumah Makan Padang Terbakar, Satu Orang Meninggal

Sebuah Rumah Makan Padang Terbakar, Satu Orang Meninggal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X