Ini 5 Hal Penting Saat Jokowi Kunjungi Jatim di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 25/06/2020, 14:49 WIB
Presiden Joko Widodo pada Kamis (25/6/2020) pagi, bertolak menuju Jawa Timur. Ini adalah pertama kalinya Jokowi melakukan kunjungan kerja di masa new normal atau tatanan baru pandemi virus corona Covid-19. Agus Suparto/Fotografer KepresidenanPresiden Joko Widodo pada Kamis (25/6/2020) pagi, bertolak menuju Jawa Timur. Ini adalah pertama kalinya Jokowi melakukan kunjungan kerja di masa new normal atau tatanan baru pandemi virus corona Covid-19.

KOMPAS.com - Dalam kunjungan kerjanya di Jawa Timur, Presiden Joko Widodo menyoroti sejumlah hal terkait penanggulangan wabah pandemi virus Covid-19 atau corona, Kamis (25/6/2020).

Salah satunya adalah masalah koordinasi antar organisasi pemerintahan di Jawa Timur.

Jokowi juga menegaskan pentingnya manajemen krisis untuk menopang strategi melawan wabah corona. 

Selain itu, dalam kunjungan kerja tersebut, Jokowi mengingatkan lagi bagaimana pentingnya kesadaran bersama bahwa masyarakat sedang bersama-sama menghadapi krisis ekonomi dan kesehatan.

Kunjungan kerja di Jawa Timur jadi yang pertama kali di tengah fase adaptasi baru di tengah wabah Covid-19.  

Baca juga: Pesan Jokowi untuk Para Kepala Daerah: Jangan Buat Kebijakan Tanpa Saran Pakar, Bahaya!

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Manajemen krisis di tengah pandemi

Jumlah kasus positif corona di Jawa Timur pada Rabu (24/6/2020) tercatat mencapai 183 kasus.

Angka itu, menurutnya, menjadi yang tertinggi di Indonesia.

"Angka positif yang terkena Covid di jatim ini 183, ini kemarin ya, ini terbanyak di Indonesia. Hati-hati, ini terbanyak di Indonesia," kata Jokowi, seperti dilansir dari Kompas TV.

Baca juga: Jokowi: Angka Covid di Jatim Kemarin Terbanyak di Indonesia, Hati-hati

Jokowi kembali menegaskan pentingnya manajemen krisis untuk menekan angka tersebut.

"Semuanya ikut bersama-sama melakukan manajemen krisis sehingga betul-betul kita bisa mengatasinya dan menurunkan angka positif tadi," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan di Gedung Negara Grahadi, Kamis (25/6/2020).

2. Kebijakan berdasar data dan kajian ahli

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta para kepala daerah untuk proaktif meminta saran dan mengkaji data terkini soal wabah corona.

Hal itu bertujuan agar penyebaran virus corona Covid-19 semakin meningkat.

"Saya titip ini utamanya kepada gubernur, bupati dan walikota, agar setiap membuat kebijakan, agar setiap membuat policy, selalu merujuk pada data science. Dan juga saran dari scientist," kata Jokowi saat mengunjungi posko Gugus Tugas Covid-19 di Gedung Granadi, Surabaya, Kamis (25/6/2020).

Menurut dia, kepala daerah bisa meminta saran dari epidemiolog terkait kondisi laju penularan Covid-19 di suatu daerah.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Seorang Pria Ditodong Pistol Mainan Usai Antar Pacar, Ponsel dan Uang Raib, Pelaku Ditangkap

Kronologi Seorang Pria Ditodong Pistol Mainan Usai Antar Pacar, Ponsel dan Uang Raib, Pelaku Ditangkap

Regional
Mumpung Harga Cabai Rawit Rp 90.000 Per Kg, Petani Beramai-ramai Memanen meski Belum Matang

Mumpung Harga Cabai Rawit Rp 90.000 Per Kg, Petani Beramai-ramai Memanen meski Belum Matang

Regional
5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

5 Pasang Kepala Daerah di Kalsel Akan Dilantik secara Tatap Muka

Regional
Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Vaksinasi Tahap Kedua Digelar Awal Maret, Kadinkes Ambon: Kita Prioritaskan Lansia

Regional
Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Ancaman Erupsi Gunung Merapi Berubah, Obyek Wisata Ketep Pass Kembali Dibuka

Regional
Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Jelang Pelantikan, Bupati dan Wabup Terpilih Gunungkidul Jalani Swab Antigen

Regional
Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Jelang Pelantikan, Gibran: Siapa Bilang Hari Pertama Senin, Besok Langsung Gas

Regional
Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Vaksinasi Covid-19 untuk Guru, Ganjar: Bagaimana Siswanya, Ikut Divaksin Tidak?

Regional
Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Pakai APBD Senilai Rp 1,8 M, Pemkot Denpasar Lanjutkan Sewa Hotel untuk Pusat Karantina

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 25 Februari 2021

Regional
Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Demi Tutupi Hubungan Terlarang, Bayi 9 Bulan Dibunuh Ibu dan Selingkuhan

Regional
Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Ini Kegiatan yang Dilakukan Eri Cahyadi Jelang Dilantik Jadi Wali Kota Surabaya

Regional
Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Geledah Rumah Tersangka Korupsi Migas Blok Mahakam, Kejati Kaltim Sita 3 Mobil Mewah

Regional
Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Seusai Mengantar Pacar, Pria di Palembang Ini Ditodong Pistol Mainan

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 25 Februari 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X