Kompas.com - 25/06/2020, 12:33 WIB
Situs pendaftaran online PPDB SMA/SMK di Sumbar mengalami errror, Senin (22/6/2020) -Situs pendaftaran online PPDB SMA/SMK di Sumbar mengalami errror, Senin (22/6/2020)

PADANG, KOMPAS.com - Akibat situs pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK Sumatera Barat masih bermasalah, Dinas Pendidikan Sumbar akhirnya menunda pendaftaran.

Awalnya, pendaftaran dimulai 22 Juni hingga 25 Juni. Namun, karena situs bermasalah pendaftaran ditunda mulai 29 Juni hingga 2 Juli 2020.

"Pendaftaran online kita tunda. Mulai dilaksanakan 29 Juni hingga 2 Juli. Ini untuk memberikan kenyamanan kepada calon siswa mendaftar," kata Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri yang dihubungi Kompas.com, Kamis (25/6/2020).

Adib mengatakan saat ini situs masih mengalami gangguan.

Baca juga: Buntut Situs PPDB Sumbar Masih Error, Puluhan Orang Datangi Kantor Dinas Pendidikan

Pihaknya sedang berupaya melakukan perbaikan sehingga bisa memberikan kenyamanan kepada calon siswa mendaftar.

"Tim IT sedang bekerja. Mereka butuh waktu untuk memperbaikinya dan memastikan situs bisa diakses dengan baik," kata Adib.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adib menyebut pihaknya juga sudah meminta bantuan tim dari Universitas Negeri Padang (UNP) untuk membantu.

"Kita minta bantuan tim UNP. Butuh waktu agak lama sehingga kita tunda pendaftaran," jelas Adib.

Baca juga: Situs PPDB SMA/SMK Sumbar Sempat Rusak, Pendaftaran Akan Diperpanjang

Sebelumnya diberitakan, puluhan orang tua siswa mendatangi kantor Dinas Pendidikan Sumatera Barat, Jalan Sudirman Padang, Rabu (24/6/2020).

Mereka mempertanyakan situs pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK yang bermasalah.

"Betul sudah bisa diakses sejak kemarin, tapi ketika mendaftar tidak bisa. Situs langsung error," kata Agus Sri Banowo (50) salah seorang calon siswa baru kepada Kompas.com, Rabu di Kantor Dinas Pendidikan.

Menurut Agus, yang merupakan seorang dosen Universitas Andalas Padang itu, ketika mendaftar pada tahap menentukan lokasi rumah melalui google map, tiba-tiba situs error.

"Saat diakses bisa. Kemudian upload dokumen pun bisa. Tapi saat mengisi lokasi rumah melalui google map, situs langsung error. Kita tidak bisa cetak nomor pendaftaran," kata Agus.

 

Menurut Agus, kedatangannya ke Dinas Pendidikan untuk menanyakan langsung kondisi tersebut.

Agus mengaku kuatir karena pendaftaran berakhir besok. Sementara situs pendaftaran masih bermasalah.

"Kalau nantinya ada penundaan kasih tau dong. Biar kita tidak was-was. Sementara waktu pendaftaran sampai besok," kata Agus.

Orang tua siswa lainnya, Sri (49) yang datang ke Dinas Pendidikan juga mengaku kesal dengan errornya situs pendaftaran PPDB tersebut.

"Kalau memang tidak bisa, pakai manual saja. Langsung mendaftar pakai protokol kesehatan. Jadi tidak ada masalah. Kalau begini kita kuatir, anak kita tidak bisa mendaftar," jelas Sri.

Sudah bisa diakses

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Adib Alfikri mengatakan setelah dilakukan perbaikan, akhirnya situs ppdbsumbar2020.id sudah bisa diakses, Selasa (23/6/2020) sekitar pukul 13.00 WIB.

Situs tersebut mengalami error sejak pendaftaran online dibuka pada Senin (22/6/2020).

Kendati sudah bisa diakses Selasa (23/6/2020) namun terjadi masalah karena error hingga pendaftaran terakhir Kamis (25/6/2020).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.