Alasan Bupati Bogor Larang Konser Rhoma Irama dan Soneta: Khawatir Covid-19 Meluas

Kompas.com - 25/06/2020, 12:26 WIB
Raja Dangdut Rhoma Irama saat ditemui di sela-sela acara di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (7/11/2019). KOMPAS.com/BAHARUDIN AL FARISIRaja Dangdut Rhoma Irama saat ditemui di sela-sela acara di kawasan Daan Mogot, Jakarta Barat, Kamis (7/11/2019).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Konser Rhoma Irama dan Soneta yang akan digelar di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dipastikan tak mendapat izin dari Bupati Bogor.

Pasalnya, konser tersebut dikhawatirkan akan membuat penyebaran virus corona semakin meluas.

Bupati Bogor Ade Yasin mengatakan, konser Rhoma itu rencananya digelar di acara khitanan salah seorang warga di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor.

"Rencananya konser itu akan diadakan di Kampung Salak pada hari Minggu, 28 Juni 2020 dan pamfletnya sudah tersebar," terang Ade dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/6/2020).

Baca juga: Rhoma Irama dan Soneta Tidak Diizinkan Konser di Kabupaten Bogor

Mengetahui informasi tersebut, pihaknya memastikan tidak akan memberikan izin.

Hal itu karena Kabupaten Bogor saat ini masih belum kondusif dari virus corona.

Bahkan, di Kecamatan Pamijahan itu juga diketahui termasuk dalam zona merah.

"Mohon bersabar dulu sampai pandemi ini berakhir," ujarnya.

"Karena kita khawatir akan terjadi penularan virus semakin meluas," tambahnya.

Baca juga: 2 Hari Nikahi 2 Perempuan, Saeful: Murni Cinta, Bukan Jampi

Lebih lanjut dikatakan Ade, karena kondisinya dianggap belum kondusif tersebut, Kabupaten Bogor juga masih perlu menerapkan PSBB untuk menekan penyebaran corona.

"Wilayah kita berbatasan langsung dengan pusat transmisi Covid-19 DKI Jakarta dan ditambah Bogor termasuk ke dalam level kuning cukup berat, sehingga masih perlu menerapkan PSBB dan sampai saat ini belum bisa adaptasi kebiasaan baru," kata Ade.

Penulis : Kontributor Kabupaten Bogor, Afdhalul Ikhsan | Editor : Abba Gabrillin



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Berkas Perkara Kasus Penembakan Mobil Alphard Dilimpahkan ke Kejari Solo

Regional
Seorang Pejabat Pemkab Jombang Meninggal karena Covid-19, Diduga Punya Penyakit Penyerta

Seorang Pejabat Pemkab Jombang Meninggal karena Covid-19, Diduga Punya Penyakit Penyerta

Regional
12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

12 Hari Buron, Pembunuh Wanita di Kamar Hotel di Palembang Tertangkap

Regional
Unik dan Menarik, Alasan Syaiful Gunakan Tanda Tangan Berlambang Konoha di KTP

Unik dan Menarik, Alasan Syaiful Gunakan Tanda Tangan Berlambang Konoha di KTP

Regional
Longsor di Km 31 Gunung Salak Aceh Utara, Akses ke Bener Meriah Putus, Kendaraan Antre Belasan Km

Longsor di Km 31 Gunung Salak Aceh Utara, Akses ke Bener Meriah Putus, Kendaraan Antre Belasan Km

Regional
Puluhan Kios Penjual Makanan di Megamas Manado Rusak Diterjang Ombak

Puluhan Kios Penjual Makanan di Megamas Manado Rusak Diterjang Ombak

Regional
Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Bupati Manggarai Timur Positif Covid-19, Pemkab Lakukan Tracing

Regional
Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG

Gelombang Mirip Tsunami Terjang Pantai di Manado, Ini Kesaksian Warga dan Penjelasan BMKG

Regional
 4.000 Lansia dengan Komorbid Dites Cepat Antigen, Sri: Tadinya Takut Hasilnya Negatif atau Positif

4.000 Lansia dengan Komorbid Dites Cepat Antigen, Sri: Tadinya Takut Hasilnya Negatif atau Positif

Regional
Gara-gara HP Curian Masih Aktif, Perempuan Pencuri Tas Ditangkap

Gara-gara HP Curian Masih Aktif, Perempuan Pencuri Tas Ditangkap

Regional
Rel Terendam Air, Perjalanan KA Rute Semarang-Solo Sempat Dialihkan

Rel Terendam Air, Perjalanan KA Rute Semarang-Solo Sempat Dialihkan

Regional
Hendak Salurkan Bantuan ke Desa Terpencil di Mamuju, Relawan Sulsel Diadang Longsor

Hendak Salurkan Bantuan ke Desa Terpencil di Mamuju, Relawan Sulsel Diadang Longsor

Regional
Unand Kirim Dokter dan Perawat ke Mamuju dan Majene, Bantu Korban Gempa Sulbar

Unand Kirim Dokter dan Perawat ke Mamuju dan Majene, Bantu Korban Gempa Sulbar

Regional
Takut Kena Covid-19, Warga Desa di Klaten Belum Mengungsi Meski Aktivitas Merapi Meningkat

Takut Kena Covid-19, Warga Desa di Klaten Belum Mengungsi Meski Aktivitas Merapi Meningkat

Regional
Pria Ini Tewas Diseret Banjir Bandang Saat Sedang Menarik Ternak di Kali

Pria Ini Tewas Diseret Banjir Bandang Saat Sedang Menarik Ternak di Kali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X