Kompas.com - 25/06/2020, 06:00 WIB
Foto-foto puluhan warga negara asing (WNA) yoga tanpa masker dan pembatasan jarak. IstimewaFoto-foto puluhan warga negara asing (WNA) yoga tanpa masker dan pembatasan jarak.

KOMPAS.com- Pada 18 Juni 2020 lalu, puluhan Warga Negara Asing (WNA) berkumpul mengikuti yoga massal di House of Om Bali, Jalan Raya Bona, Kelurahan Bitera, Gianyar, Bali.

Yoga yang dihadiri 60 peserta ini rupanya tak menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

Akibatnya, penyelenggara kegiatan yoga yang bernama Wissam Barakeh dideportasi.

Baca juga: Foto Viral Puluhan WNA Yoga Tanpa Jaga Jarak dan Masker di Bali, Pendiri Minta Maaf

Foto yoga massal beredar

Ilustrasi yoga Sukhasana fizkes Ilustrasi yoga Sukhasana
Peristiwa itu diketahui publik setelah foto puluhan WNA yang melakukan yoga beredar di media sosial.

Dalam foto itu terlihat, para WNA berkumpul tanpa menjaga jarak.

Mereka juga tak mengenakan masker.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal tersebut menuai keresahan warga lantaran digelar di tengah pandemi Covid-19.

Pendiri House of Om Community Wissam Barakeh membenarkan adanya kegiatan yoga yang dilaksanakan 18 Juni 2020.

Warga negara Suriah itu mengaku menyesal dan meminta maaf usai foto yang beredar menuai kritik publik.

"Saya sangat menyesal dan sangat meminta maaf atas apa yang terjadi," ujar Wissam, Senin (22/6/2020).

Baca juga: Kisah-kisah Penjemputan Pasien Positif Corona, Warga Dipeluk agar Tertular hingga Petak Umpet dengan Petugas

Ilustrasi yogaKarinaUvarova Ilustrasi yoga

Diklaim untuk menggalang dana

Kegiatan tersebut, kata Wissam, bertujuan menggalang dana untuk membantu masyarakat yang membutuhkan di Bali.

Lebih-lebih bagi masyarakat pedesaan yang terdampak pandemi Covid-19.

Wissam mengklaim, dirinya telah menyalurkan 100 kotak makanan dan sembako setiap dua minggu.

"Kami bekerja di Bali sejak tahun 2017. Kami banyak melakukan hal untuk menunjukkan rasa cinta kami terhadap Bali dan masyarakat Bali. Dimulai dari membantu banyak keluarga yang kehilangan rumah akibat dari meletusnya Gunung Agung beberapa waktu lalu," kata dia.

Baca juga: Imigrasi Akan Deportasi Pemilik House of Om Bali, Terkait Yoga Massal

Dideportasi

penanggung jawab House of Om Bali, Barakeh Wissam ditahan di Rudenim Denpasar.Istimewa penanggung jawab House of Om Bali, Barakeh Wissam ditahan di Rudenim Denpasar.
Pihak Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali tetap memutuskan mendeportasi Wissam.

Kepala Kanwil Kemenkumham Bali Jamarli Manihuruk mengemukakan, kegiatan itu rupanya tak mendapat persetujuan resmi dari desa adat.

Kemudian, yoga massal tersebut juga dianggap membahayakan kesehatan lantaran tidak mematuhi protokol.

Wissam dianggap tak mematuhi Instruksi Gubernur Bali Nomor 8551 Tahun 2020 tentang Penguatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Bali.

Salah satu poinnya mengatur, penyelenggaraan kegiatan acara paling banyak dihadiri 25 orang.

Wissam pun dikenakan sanksi administrasi sesuai Pasal 75 Ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2011 tentang Keimigrasian.

"Barakeh Wissam dikenakan tindakan administratif keimigrasian berupa pendeportasian (pengusiran)," ujar Jamaruli.

Kini, Wissam masih ditahan di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar untuk menunggu jadwal deportasi dan pembukaan penerbangan ke luar negeri.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Bali, Imam Rosidin | Editor : Dheri Agriesta)



Rekomendasi untuk anda
TIPS, TRIK, DAN TUTORIAL
Tips Jitu agar Terhindar dari Hoaks Soal Covid-19 dan Vaksinasi di Media Sosial
Tips Jitu agar Terhindar dari Hoaks...
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X