2 Kapal Tenggelam di Laut Nias, 13 ABK Hilang

Kompas.com - 24/06/2020, 22:32 WIB
Tim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Nias, TNI Angkatan Laut, Polair Polres Nias, keluarga korban dan nelayan setempat, lakukan pencarian dan penyelamatan, tenggelamnya dua unit kapal nelayan, masing masing Kapal Motor Harapan Ku dan Kapal Motor Camar Laut, berserta tiga belas anak buah kapal hilang dan 1 selamat, diduga tenggelam dihantam gelombang tinggi saat melaut pada hari Senin (22/6/2020) lalu. HENDRIK YANTO HALAWATim SAR Gabungan terdiri dari Basarnas Nias, TNI Angkatan Laut, Polair Polres Nias, keluarga korban dan nelayan setempat, lakukan pencarian dan penyelamatan, tenggelamnya dua unit kapal nelayan, masing masing Kapal Motor Harapan Ku dan Kapal Motor Camar Laut, berserta tiga belas anak buah kapal hilang dan 1 selamat, diduga tenggelam dihantam gelombang tinggi saat melaut pada hari Senin (22/6/2020) lalu.

GUNUNGSITOLI, KOMPAS.com – Tim SAR gabungan terdiri dari Basarnas Nias, TNI Angkatan Laut, Polair Polres Nias, keluarga korban dan nelayan setempat masih melakukan pencarian dua kapal yang tenggelam di perairan Nias, Rabu (24/6/2020).

Kedua unit kapal nelayan yang tenggelam masing-masing yakni Kapal Motor Harapan Ku dan Kapal Motor Camar Laut.

Kapal diduga dihantam gelombang tinggi saat melaut pada Senin (22/6/2020).

Baca juga: Cerita Satu Keluarga Lompat ke Sungai untuk Menyelamatkan Diri

Ada 13 anak buah kapal (ABK) yang dinyatakan hilang.

Hingga saat ini baru 1 ABK yang ditemukan selamat.

Kepala Kantor Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Nias M Agus Wibisono mengatakan, hingga saat ini baru 1 ABK yang ditemukan selamat.

Menurut Agus, awalnya dia mendapat informasi bahwa hanya satu kapal yang belum kembali ke dermaga di Nias Selatan.

Baca juga: Pakai Paspor Sunda Empire, 2 Wanita Ini 13 Tahun Ditahan Imigrasi Malaysia

Namun, setelah ada pemutakhiran data, diketahui bahwa ada 2 unit kapal yang tenggelam.

KM Harapan Ku dilaporkan membawa 8 orang ABK.

Sementara, KM Camar Laut membawa 6 orang ABK

"Ada 2 kapal yang tenggelam, yakni KM Harapan Ku dan KM Camar Laut," kata Agus Wibisono di dermaga Pelabuhan Nias Selatan, Rabu.

Baca juga: Cerita Sedih Istri Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Video Call Sebelum Penyerangan

Kedua kapal tersebut hendak melaut di sekitar Pulau Simuk, Kepulauan Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumater Utara.

Salah satu kapal diduga dihantam ombak besar akibat cuaca buruk. Sementara satu kapal lagi diduga mengalami mati mesin.

Saat ini seluruh potensi telah dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan.

"Baru 1 ABK yang ditemukan bernama Antonius Duha," ucap Agus.

Menurut Agus, perubahan cuaca secara tiba-tiba menyulitkan tim SAR selama pencarian.

Adapun ABK KM Harapan Ku yang belum ditemukan yakni Sesuaikan Zalogo (30), Elitusun Duha (40), Suardin Duha (20), Yoel Duha (20) dan Tulus Loi (40).

Kemudian, Feha Loi (30), Elvis Loi (18) dan Bazi Duha (50).

Sementara ABK di KM Camar Laut yakni Jeki Telaumbanua (35), Yone Gaurifa (36), dan Wataan Duha (30).

Kemudian, Sinehenia Luaha (20) dan Imran Sarumaha (19).



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Ketua KPU Positif Covid-19, Debat Pilkada Balikpapan Dibatalkan Mendadak

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap, Bawa Sabu 16 Kg | Demi Membela Diri dan Lindungi Aset Negara, Satpam Ini Dipenjara

Regional
 Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Pinjami Uang Rp 145 Juta, Yulia Dibunuh Rekan Bisnis Secara Sadis

Regional
2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

2 Satpam Dipenjara karena Tak Sengaja Bunuh Terduga Pencuri yang Masuk Obyek Vital Negara

Regional
8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

8 Orang Mengungsi karena Rumah Rusak Diguncang Gempa Pangandaran M 5,9

Regional
Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Keluarga Sengaja Tak Beritahu Pernikahan Siswi SMP ke KUA, Kadus: Takut Dipisahkan

Regional
Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Libur Panjang di Tengah Pandemi, Ini Persiapan Sejumlah Daerah

Regional
Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Pestisida Palsu Marak di Indonesia, Rugikan Petani dan Produsen

Regional
'Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah' 

"Saya Bingung Mau Ngapain, 4 Bulan Tak Sekolah, Tak Punya HP, Saya Mau Ketika Dia Ajak Nikah" 

Regional
Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Asyik Berswafoto di Jembatan Layang, Seorang Pemuda Tewas Terjatuh

Regional
Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Tak Sanggup Hidup Susah, Siswi SMP di Lombok Memutuskan Nikahi Remaja 17 Tahun

Regional
Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Dampak Gempa M 5,9 Pangandaran, Puluhan Rumah di Tasik, Garut, hingga Ciamis Rusak

Regional
Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Reaksi Keras Kapolda Riau Menyikapi Oknum Anggotanya Jadi Kurir Sabu 16 Kg

Regional
5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

5 Demonstran Penolak Omnibus Law Jadi Tersangka Perusakan Kantor DPRD Jember

Regional
Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Dulu Perwira Polisi, Kini Dipecat dan Disebut Pengkhianat Bangsa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X