Kapal Tenggelam Dihantam Badai di Kepri, Kapten Kapal Hilang

Kompas.com - 24/06/2020, 20:33 WIB
Sebuah kapal tugboat (TB) Multi Sahabat 8 tenggelam di Perairan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (24/6/2020). Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 14.10 WIB yang diinformasikan oleh Dery selaku VTS Batam kepada pihak Basarnas. KOMPAS.COM/HADI MAULANASebuah kapal tugboat (TB) Multi Sahabat 8 tenggelam di Perairan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Rabu (24/6/2020). Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 14.10 WIB yang diinformasikan oleh Dery selaku VTS Batam kepada pihak Basarnas.

BATAM, KOMPAS.com - Sebuah kapal tugboat (TB) Multi Sahabat 8 tenggelam di Perairan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Rabu (24/6/2020).

Kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 14.10 WIB, berdasarkan informasi dari Dery selaku Vessel Traffic Services (VTS) Batam kepada pihak Basarnas.

Dalam kasus ini, kapten kapal TB Multi Sahabat 8 Bambang Hardioni dinyatakan hilang.

Baca juga: Pakai Paspor Sunda Empire, 2 Wanita Ini 13 Tahun Ditahan Imigrasi Malaysia

Hingga pukul 19.00 WIB, korban belum juga ditemukan.

"Satu orang dinyatakan hilang dan hingga proses pencarian dihentikan juga belum berhasil ditemukan," kata Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas IA Tanjungpinang Mumin dalam keterangan tertulis, Rabu.

Mumin mengatakan, kru TB berjumlah lima orang.

Namun, empat orang berhasil diselamatkan.

"Untuk keempat kru yang selamat saat ini kondisinya sudah stabil, hanya saja masih ada yang mengalami trauma kecil pasca insiden ini," kata Mumin.

Baca juga: Cerita Sedih Istri Prajurit TNI yang Gugur di Kongo, Video Call Sebelum Penyerangan

Mumin menjelaskan, kapal ini diketahui berangkat dari Jembatan II Barelang menuju Kapal MT Clear Ocean Appolon 11 di Perairan Batu Ampar, Batam.

Menurut keterangan kru yang selamat, kapal tenggelam akibat cuaca buruk di perairan sekitar Jembatan II Barelang.

"Diduga mereka dihantam badai hingga akhirnya tenggelam, tapi ini masih dugaan saja, pastinya masih dalam pemeriksaan," kata Mumin.

Baca juga: Mengenang Serma Rama Wahyudi, Ahli Kendaraan Tempur yang Jago Bahasa Asing

Pencarian kapten kapal akan dilanjutkan pada Kamis pagi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Bacok Istri dan Mertua karena Digugat Cerai, Residivis Pembunuhan Tewas Ditembak Polisi

Regional
Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Tiga Perumahan di Kabupaten Bogor Terendam Banjir, 1.100 Jiwa Mengungsi

Regional
Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Akhir Perjalanan Perwira Polisi yang Jadi Kurir Sabu 16 Kilogram

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Satu Rumah Warga di Ciamis Rusak

Regional
Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Wali Kota Tasikmalaya: Biarlah Saya Ditahan KPK, tapi...

Regional
Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Diharapkan Ungguli Thailand, Sirkuit MotoGP Mandalika Incar 2 Hal Ini

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Ini Penjelasan PVMBG

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa hingga Banyumas

Regional
Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X