Akibat Puluhan WNA Yoga Massal Tanpa Jaga Jarak dan Masker, Penyelenggara Dideportasi

Kompas.com - 24/06/2020, 19:30 WIB
penanggung jawab House of Om Bali, Barakeh Wissam ditahan di Rudenim Denpasar. Istimewapenanggung jawab House of Om Bali, Barakeh Wissam ditahan di Rudenim Denpasar.

DENPASAR, KOMPAS.com - Insiden puluhan warga negara asing (WNA) yang berkumpul melakukan yoga tanpa menjaga jarak dan masker di House of Om Gianyar, Bali, berbuntut panjang.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali memutuskan mendeportasi penanggung jawab House of Om selaku penyelenggara kegiatan, Wissam Barakeh.

Wissam Barakeh merupakan warga negara Suriah.

"Barakeh Wissam dikenakan tindakan administratif Keimigrasian berupa pendeportasian (pengusiran)," kata Kepala Kanwil Kemenkuham Bali, Jamaruli Manihuruk di Rumah Detensi Imigrasi Denpasar, Rabu (24/6/2020).

Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan pihak Imigrasi, yoga massal itu dihadiri 60 peserta.

Kegiatan itu menimbulkan keresahan warga karena digelar saat pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Baca juga: 2 Turis Asal Amerika Tersesat di Hutan karena Ikuti Google Maps

Selain itu, kegiatan tersebut tidak mendapat persetujuan resmi dari desa adat setempat. Pihak penyelenggara hanya memberitahu secara lisan perihal acara itu.

Selama kegiatan, peserta diduga melanggar protokol kesehatan Covid-19 yang telah ditetapkan pemerintah.

Selain tak menjaga jarak dan memakai masker, penyelenggara juga tak membatasi jumlah peserta.

Lalu, pelaksanaan kegiatan tersebut dianggap membahayakan kesehatan masayarakat dan penanggung jawab kegiatan tidak berusaha membubarkan atau membatalkan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Barter Tanam Hias dengan Rumah, Hidmat: Dibilang Pencitraan, Padahal Saya Bukan Politikus

Regional
Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Bupati Manggarai Timur Terkonfirmasi Positif Usai Rapid Test Antigen

Regional
DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

DPR RI Soroti Penolakan Digitalisasi Aksara Jawa oleh Lembaga Internet Dunia

Regional
Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di 'Homestay', Diduga Dibunuh

Perempuan di Bali Tewas Tanpa Busana dan Berlumuran Darah di "Homestay", Diduga Dibunuh

Regional
Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Banjir di Tanah Laut Kalsel Sebabkan Tanah Longsor, 5 Tewas

Regional
Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Bangunan Pondok Pesantren di Cianjur Ambruk, 11 Santri Terluka

Regional
Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Hujan Deras, Lereng Gunung Longsor, 6 Orang di Tanah Laut Ditemukan Tewas Tertimbun

Regional
Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Cerita PNS Diturunkan Pangkatnya Selama 3 Tahun, Bermula Ketahuan Mabuk Ditemani LC

Regional
Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 36 kali Guguran Lava Pijar

Dalam 6 Jam, Gunung Merapi Keluarkan 36 kali Guguran Lava Pijar

Regional
Rumah Terendam Banjir, Bayi Berusia Sehari Dievakusi Gunakan Perahu, Ibu: Tidak Bisa Lagi Bertahan

Rumah Terendam Banjir, Bayi Berusia Sehari Dievakusi Gunakan Perahu, Ibu: Tidak Bisa Lagi Bertahan

Regional
Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Manado, Evakuasi dengan Cara Manual

Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Manado, Evakuasi dengan Cara Manual

Regional
Barter Rumah Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Pengusaha di Garut Ngaku Dinyiyiri Netizen

Barter Rumah Rp 500 Juta dengan Tanaman Hias, Pengusaha di Garut Ngaku Dinyiyiri Netizen

Regional
Pakai Seragam Dinas, Oknum PNS di Pati Mabuk di Tempat Karaoke yang Nekat Buka Saat PPKM

Pakai Seragam Dinas, Oknum PNS di Pati Mabuk di Tempat Karaoke yang Nekat Buka Saat PPKM

Regional
Oknum PNS Pati Mabuk di Tempat Karaoke Saat PPKM, Ini Kata Bupati

Oknum PNS Pati Mabuk di Tempat Karaoke Saat PPKM, Ini Kata Bupati

Regional
5 Fakta Gunung Semeru Meletus, Hujan Abu hingga Potensi Banjir Lahar Dingin

5 Fakta Gunung Semeru Meletus, Hujan Abu hingga Potensi Banjir Lahar Dingin

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X