Ratusan Pedagang Protes Penutupan Ambon Plaza Selama PSBB, Ini Tanggapan Wali Kota

Kompas.com - 24/06/2020, 17:57 WIB
Pedagang di pusat perbelanjaan Ambon Plaza memprotes kebijakan pemerintah Kota Ambon yang menutup tempat usaha mereka di mal tersebut, Rabu (24/6/2020). KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTYPedagang di pusat perbelanjaan Ambon Plaza memprotes kebijakan pemerintah Kota Ambon yang menutup tempat usaha mereka di mal tersebut, Rabu (24/6/2020).

AMBON, KOMPAS.com - Ratusan pedagang memprotes kebijakan penutupan tempat usaha di Ambon Plaza pada Rabu (24/6/2020).

Para pedagang menilai kebijakan penutupan pusat perbelanjaan terkemuka di Kota Ambon itu bertentangan dengan Peraturan Wali Kota Ambon Nomor 18 Tahun 2020.

Dalam Pasal 36 Ayat 3 Perwali Ambon Nomor 18 Tahun 2020, diatur tentang aktivitas mal, toko, minimarket, dan sejenisnya selama penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Aturan itu menyebutkan mal, toko swalayan berjenis minimarket, dan toko di pusat perbelanjaan diizinkan buka dengan pembatasan 08.00 sampai 20.00 WIT.

“Itu sudah kami terima dan laksanakan, tapi kemarin itu ada beberapa petugas pemkot Ambon datang dan meminta Ambon Plaza ditutup,” kata Ketua Koperasi Himpunan Pedagang Ambon Plaza Irfan Hamka di Pelataran Ambon Plaza, Rabu.

Hamka heran permintaan penutupan toko hanya lewat surat pemberitahuan yang diteken Sekretaris Kota Ambon.

Baca juga: Hendrika Mayora, Transpuan yang Aktif di Lingkungan Sampai Diminta Warga Jadi Pejabat Desa

Dalam surat itu, para pedagang diminta tidak beraktivitas karena Ambon Plaza ditutup selama penerapan PSBB.

Padahal, kata Hamka, tak ada aturan dalam perwali yang melarang aktivitas pedagang di pusat perbelanjaan itu.

“Kalau ada perubahan dalam perwali yang sudah dikeluarkan, mestinya pemkot mencabut dulu aturan tersebut dengan SK pencabutan baru diubah dengan peraturan yang baru, begitu aturannya. Saya ingin tanya lebih tinggi mana perwali atau surat pemberitahuan,” kata Hamka.

Menurutnya, penutupan Ambon Plaza lewat surat pemberitahuan itu bentuk pelanggaran dan patut dipertanyakan.

Hamka kesal dengan penutupan Ambon Plaza itu. Penutupan, kata dia, tak dibicarakan dengan perwakilan pedagang.

“Saya pertanyakan ke wali kota jangan memble, sudah ada peraturan wali kota soal PSBB kenapa ada lagi surat pemberitahuan seperti ini, tidak mungkin bapak tidak tahu karena itu dibuat di kantor bapak,” katanya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Gubernur: Agar Orang Mau Berkunjung ke Bali, Pandemi Harus Dikendalikan

Regional
Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Bali Siapkan Zona Hijau Covid-19 untuk Wisatawan Asing dan Domestik

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Disebut Paham Lokasi, Polisi: Sebagian CCTV Ditutup Lakban

Regional
2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

2.500 Anggota Polda Bali Terima Vaksin Covid-19, Kapolda: Tetap Patuhi Protokol Kesehatan

Regional
Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Wacana KLB Digelar di Bali, Demokrat Bali: Itu Ilegal, Kami Menolak Tegas

Regional
Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Pemilik Toko di Blitar Tewas akibat Hantaman Benda Tumpul di Kepala

Regional
Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Jokowi Berharap Setelah Vaksinasi Ekonomi dan Pariwisata di DIY Tumbuh

Regional
Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal di Yogyakarta, Menkes Klaim Pelaksanaannya Lebih Rapi

Regional
Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Fakta Perempuan Muda Tewas di Kamar Hotel, Tergeletak di Lantai dan Alami Luka di Kepala

Regional
Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Kasus Sembuh Covid-19 Salatiga Tertinggi di Jateng, Wali Kota Gelar Sayembara

Regional
Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Kenang Sosok Artidjo Alkostar, Haedar Nashir: Sederhana dan Bersahaja

Regional
Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Koper dan Alat Kontrasepsi Jadi Barang Bukti Kasus Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel

Regional
Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Mayat Perempuan Muda di Kamar Hotel, Ada Luka di Belakang Kepala

Regional
Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X