Cegah Klaster Baru Corona, Dinkes Kalbar Larang Masyarakat Gelar Pesta Pernikahan

Kompas.com - 24/06/2020, 13:46 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson menyebut formulasi kecukupan gizi untuk pasien corona dengan memberi madu dicampur teh panas sebanyak 3 kali sehari. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAKepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat Harisson menyebut formulasi kecukupan gizi untuk pasien corona dengan memberi madu dicampur teh panas sebanyak 3 kali sehari.

PONTIANAK, KOMPAS.com – Masyarakat Kalimantan Barat dilarang menggelar pesta pernikahan di tengah pandemi virus corona ( Covid-19).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar Harisson menjelaskan, pelarangan pesta pernikahan bertujuan mencegah terjadinya klaster baru Covid-19.

“Saat ini, Dinker Kalbar menyosialisasikan kembali larangan masyarakat menggelar resepsi atau pesta pernikahan di tengah pandemi Covid-19 yang masih terjadi,” kata Harisson kepada wartawan, Rabu (24/6/2020).

Harisson menegaskan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalbar belum mencabut aturan larangan menggelar pesta pernikahan.

“Ketentuan ini sebetulnya sudah berlangsung sejak di awal kita pandemi Covid-19, jadi tidak ada yang diubah. Jadi kita tidak mengeluarkan aturan baru. Saya menegaskan, kita tidak mengubah suatu aturan,” ungkap Harisson.

Baca juga: 85 Persen Pasien Positif Sembuh, Tempat Karantina Corona di Pontianak Kosong

Dia menyarankan kepada masyarakat yang akan menikah cukup menggelar akad nikah yang dihadiri keluarga inti kedua mempelai.

Pelaksanaan akad nikah harus memperhatikan protokol kesehatan Covid-19, yakni wajib mengenakan masker, serta menyediakan hand sanitizer dan tempat cuci tangan.

“Kemudian, mereka yang hadir saat akad nikah cukup calon pengantin, petugas, wali nikah, dan keluarga dekat saja,” ucap Harisson.

Selain itu, kata dia, ruangan yang digunakan akad nikah harus disemprot disinfektan sebelum ataupun sesudah acara.

“Sekali lagi akad nikah kita tidak perlu mengundang banyak orang,” tegasnya.

Baca juga: Akibat Covid-19, Anggaran Pemkot Pontianak Defisit Rp 470 Miliar

Sejak virus corona mewabah dan menjadi pandemi hingga Rabu (24/6/2020) pukul 07.00 WIB, sebanyak 313 orang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kalimantan Barat.

Sebanyak 223 orang di antaranya dinyatakan sembuh, empat lainnya meninggal dunia, serta 86 pasien yang masih diisolasi di rumah sakit dan rumah pribadi.

Terdapat juga 83 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 yang tengah dirawat di ruang isolasi sejumlah rumah sakit serta tempat isolasi lain sambil menunggu hasil uji laboratorium.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Regional
Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Cerita Ketua RT Saat Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Senapan Angin Disita

Regional
Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Polisi Akan Panggil Saksi Dugaan Rekayasa Kasus Narkoba Wakil Wali Kota Tegal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X