Geger Anak Kambing Bermata Satu di Sumedang, Proses Lahir Lama hingga Dilaporkan ke Dinas

Kompas.com - 24/06/2020, 05:45 WIB
Anak domba bermata satu membuat heboh warga Sumedang, Selasa (23/6/2020). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHAnak domba bermata satu membuat heboh warga Sumedang, Selasa (23/6/2020). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

KOMPAS.com- Warga Desa Cigentur, Kecamatan Tanjungkerta, Kabupaten Sumedang digegerkan dengan kelahiran seekor anak kambing bermata satu.

Sejak lahir pada Senin (22/6/2020), kandang kambing bermata satu tersebut selalu ramai dikunjungi warga yang merasa penasaran.

Kejanggalan fisik kambing bermata satu itu pun telah dilaporkan ke Dinas Peternakan setempat.

Baca juga: Heboh Anak Domba Aneh Bermata Satu di Sumedang

Ternak titipan

ilustrasi kambing makan rumput ilustrasi kambing makan rumput
Awalnya pasangan suami istri menitipkan kambing ke seorang warga setempat bernama Pipih (65).

Pipih mengaku semenjak dititipi, ia merawat sang kambing hingga melahirkan.

"Yang punya kerja di Palembang, saya hanya merawat induknya. Saat lahiran induknya melahirkan dua anak domba, satunya normal satu lainnya yang cacat ini," kata Pipih.

Baca juga: Harimau Sumatera Mati Setelah Makan Umpan Kambing Beracun, Kulit Kepala dan Taring Hilang

Anak domba bermata satu membuat heboh warga Sumedang, Selasa (23/6/2020). AAM AMINULLAH/KOMPAS.comKOMPAS.COM/AAM AMINULLAH Anak domba bermata satu membuat heboh warga Sumedang, Selasa (23/6/2020). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

Proses kelahiran lama

Proses kelahiran kambing bermata satu ini sedikit berbeda. Kelahirannya disebut memakan waktu yang cukup lama.

 

Betapa terkejutnya Pipih mendapati seekor anak kambing dengan fisik lain daripada kambing pada umumnya.

Kambing berwarna putih dan hitam itu hanya memiliki satu mata di bagian tengah.

"Pas lahir saya bengong, kenapa bengong? Kok matanya hanya satu, padahal kambing yang kebanyakan matanya dua. Tapi kondisinya sehat, hanya susah saat akan menyusu saja karena mulutnya kecil, jadi harus pakai dot," tutur dia, dilansir dari Tribun Jabar.

Baca juga: Pemotongan Hewan Kurban, Waspada Potensi Penyakit Zoonosis dari Sapi dan Kambing

Berharap pertanda baik, dilaporkan ke dinas

IlustrasiThinkstock Ilustrasi
Sejak kabar mengenai anak kambing bermata satu itu tersiar, warga terus berdatangan ke kandang untuk menyaksikan keanehan tersebut.

Kepala Desa Cigentur Eti Rohaeti mengatakan, kejanggalan fisik anak kambing itu juga sudah dilaporkan ke dinas terkait.

"Tadi dari Dinas Peternakan sudahada yang datang ke sini. Untuk kelainannya disebabkan apa, belum tahu karena baru dilihat tadi," ujar dia.

Meski keadaan fisik kambing itu tak lazim, ia berharap, fenomena tersebut membawa pertanda baik.

"Ya mudah-mudahan menjadi pertanda baik. Khususnya bagi perkembangan desa kami," kata dia.

Sumber: Kompas.com ( Penulis: Kontributor Sumedang, Aam Aminullah | Editor: Abba Gabrilin), Tribun Jabar



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tembakan Gas Air Mata Masuk ke Permukiman, Seorang Nenek Marahi Polisi

Tembakan Gas Air Mata Masuk ke Permukiman, Seorang Nenek Marahi Polisi

Regional
Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Bupati Madiun Sebut Mitos Bayi Impetigo Jadi Alasan Banyak Warga Buang Popok ke Sungai

Regional
Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Demo Tolak UU Cipta Kerja di Makassar, Demonstran Bentrok dengan Pendukung Paslon Pilkada

Regional
Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Diserang Kelompok Pemuda dengan Sajam, Jamaludin Tewas di RS, Polisi Buru Pelaku Lain

Regional
Ambulans Dipakai Angkut Barang Seserahan Pernikahan, 2 Orang Diperiksa Polisi

Ambulans Dipakai Angkut Barang Seserahan Pernikahan, 2 Orang Diperiksa Polisi

Regional
Kronologi 5 Penambang Tewas Terjebak di Lubang 25 Meter, Sempat Abaikan Peringatan

Kronologi 5 Penambang Tewas Terjebak di Lubang 25 Meter, Sempat Abaikan Peringatan

Regional
Hummer Limousine dan Sedan Porsche Dibranding Gambar Machfud Arifin-Mujiaman, Timses: Punya Relawan

Hummer Limousine dan Sedan Porsche Dibranding Gambar Machfud Arifin-Mujiaman, Timses: Punya Relawan

Regional
Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Dilaporkan ke Polisi karena Dianggap Menghina NU, Gus Nur: Biasa Saja, Sudah Sering...

Regional
Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Pengelola Restoran di Padang Wajib Tes Swab, Jika Tak Patuh, Usahanya Akan Ditutup

Regional
Saat  2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Saat 2 Orang Berbaju Hazmat Gunakan Ambulans Antar Seserahan Pernikahan di Palembang

Regional
7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

7 Penyusup Ditangkap Saat Demo di Banjarmasin, 3 di Antaranya Mabuk Miras

Regional
Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Polisi Bongkar Praktik Penjualan BBM Bersubsidi ke Penambang Emas Ilegal

Regional
Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Bawa Rp 2000, Bocah 7 Tahun dengan Lugu Cerita Diberi Uang Usai Dicabuli Tetangga

Regional
Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Oknum Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Modusnya Lakukan Penertiban

Regional
Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Kronologi Kontak Senjata TNI dan KKB yang Akibatkan 3 Prajurit Terluka

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X