Gelombang Pertama TKA China Tiba di Kendari, Gunakan Pesawat Carter

Kompas.com - 23/06/2020, 21:34 WIB
Para TKA tiba di Bandara Haluoleo Kendari dengan menggunakan pesawat carter KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIPara TKA tiba di Bandara Haluoleo Kendari dengan menggunakan pesawat carter

KENDARI, KOMPAS.com - Sebanyak 152 tenaga kerja asing (TKA) asal China tiba di Bandara Haluoleo Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) tepat pukul 20.30 Wita dengan menumpang pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 3771.

152 TKA itu didampingi 4 tenaga medis yang merupakan gelombang pertama dari 500 orang TKA.

Hal itu dibenarkan Kepala Bandara Kendari Safruddin. 

"Pesawat carter Lion. Ini baru sampai," kata Safruddin kepada sejumlah wartawan di Bandara Haluoleo Kendari, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Massa Demo di Dekat Bandara Haluoleo Kendari Cegat Mobil Berisi 1 TKA China

Dijelaskan, pesawat carteran yang membawa TKA untuk gelombang pertama itu sempat transit di Kota Manado sebelum tiba di Kendari.

Safruddin menjelaskan, semua TKA itu tetap mengikuti protokol kesehatan.

Dikatakan, tidak ada perlakuan khusus, sama seperti penumpang biasa.

"Sudah ada petugas dari KKP yang memeriksa dokumen kesehatannya, jadi tetap mengikuti protokol kesehatan," ujarnya.

Safruddin mengaku belum mengetahui secara pasti jumlah TKA gelombang pertama ini dari total keseluruhan sebanyak 500 TKA.

" Saya belum pegang manifes, jadi belum tahu pasti jumlahnya," tambahnya.

Baca juga: Tolak Kedatangan 500 TKA China, Ratusan Orang Demo di Perempatan Bandara Haluoleo Kendari

Kedatangan TKA itu disaksikan langsung Ketua DPRD Sultra Abdurrahman Saleh yang ingin memastikan visa yang digunakan para TKA tersebut.

Pantuan di Bandara Haluoleo Kendari, setibanya di bandara para TKA yang tiba itu tidak keluar sekaligus, mereka keluar pintu kedatangan secara bertahap masing-masing sebanyak 6 orang.

Kedatangan ratusan TKA itu dikawal ketat anggota polisi dan personel TNI Angkatan Udara, kemudian mereka naik ke mobil carteran untuk selanjutnya menuju kawasan industri di Kecamatan Morosi, kabupaten Konawe.

Ratusan TKA itu akan bekerja di pertambangan PT VDNI.

Sementara itu, di perempatan Bandara Haluoleo Kendari massa pengunjuk rasa masih tetap bertahan. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 28 Januari 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 28 Januari 2021

Regional
Banjir Bandang di Bogor, Komisi IV Minta 220 Rumah di Gunung Mas Direlokasi

Banjir Bandang di Bogor, Komisi IV Minta 220 Rumah di Gunung Mas Direlokasi

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Januari 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 Januari 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 28 Januari 2021

Regional
Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Lakukan Vaksinasi Massal, RSUD dr Sardjito Catatkan Rekor Muri

Regional
Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Rusak 27 Bangunan di Kulon Progo

Regional
Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Setahun Pandemi, Banten Akhirnya Punya Perda Sanksi Pelanggar Prokes Covid-19

Regional
Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Baru Kenal dan Ingin Menjadi Pacar, Pemuda Ini Bunuh Siswi SMP yang Menolaknya

Regional
Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Kata Wagub Jabar Usai Suntik Kedua Vaksin Covid-19: Alhamdulillah, Tidak Ada Gejala Apa Pun...

Regional
Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Terlilit Utang, Seorang Pegawai Minimarket Curi Uang di Brankas Lalu Bakar Toko

Regional
Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Vaksinasi bagi Tenaga Kesehatan di Karawang Ditargetkan Rampung Maret

Regional
Pengakuan Suami yang Memerkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Pengakuan Suami yang Memerkosa Rekan Kerja Dibantu Istri Pelaku

Regional
Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Kisah Pilu Indri dan Dani, Orangtua Terkubur Longsor Beberapa Jam Sebelum Akad Nikah

Regional
Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Pemkot Mataram Hentikan Simulasi Belajar Tatap Muka, Kecuali Siswa Kelas Akhir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X