Tolak Kedatangan 500 TKA China, Ratusan Orang Demo di Perempatan Bandara Haluoleo Kendari

Kompas.com - 23/06/2020, 16:19 WIB
Anggota DPRD Sultra Sudirman berorasi menolak kedatangan TKA di perempatan Bandara Haluoleo Kendari KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIAnggota DPRD Sultra Sudirman berorasi menolak kedatangan TKA di perempatan Bandara Haluoleo Kendari

KENDARI, KOMPAS.com- Ratusan orang dari berbagai elemen berunjuk rasa di perempatan Bandara Haluoleo Kendari di Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan, Selasa (23/6/2020), menolak kedatangan 500 tenaga kerja asing (TKA) asal China.

Ratusan orang itu bergerak dari kantor imigrasi menuju Bandara Haluoleo dan berencana mengadang pekerja China yang rencananya akan tiba di Bandara Haluoleo Kendari pukul 17.30 Wita.

Dalam aksi itu, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Tenggara (Sultra) Sudirman ikut menyampaikan orasinya di perempatan Bandara Haluoleo Kendari.

Baca juga: 500 TKA China Datang ke Sultra, PT VDNI: Gunakan Visa Kerja, Mereka Tenaga Ahli

Dalam orasinya, Sudirman yang merupakan politisi PKS menyatakan penolakan terhadap kehadiran ratusan TKA di tengah wabah virus corona alias Covid-19.

Ia menjelaskan, kebijakan pemerintah dengan mendatangkan TKA sangat tidak tepat, sementara masih banyak warga di Sultra yang belum memiliki pekerjaan.

"Jangan kita jadi tamu di negeri sendiri, banyak tenaga kerja kita yang masuk bekerja tapi banyak sekali persyaratannya. Banyak sekali alasannya, bilang saja tidak mau kasih kerja kita," teriak Sudirman.

Menurut dia, TKA terlalu mudah didatangkan dengan alasan sebagai  tenaga ahli.

"Tapi mereka pegang skopang angkat galon, campur-campur pasir itukah tenaga ahli?," ungkapnya.

Sementara elemen mahasiswa dari 14 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sultra bergerak dari lampu merah eks MTQ. Aksi ini dikomandoi oleh BEM Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) Adi Maliano.

Mereka sempat mendatangi Kantor Imigrasi Kendari, selanjutnya menuju Bandara Haluoleo.

Baca juga: Polda Sultra Siap Mengamankan Kedatangan 500 TKA China

Di gerbang perbatasan Kota Kendari-Konawe Selatan puluhan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dan HMI Cabang Kendari melakukan aksi unjuk rasa. Mereka memblokade jalan masuk ke Kota Kendari.

Untuk gelombang pertama, sebanyak 152 TKA China dan 4 orang tenaga medis akan tiba di Bumi Anoa melaui Bandara Haluoleo pada pukul 17.30 Wita.

Mereka langsung menuju ke wilayah kawasan industri pertambangan PT Virtue Dragon Nickel Industry VDNI (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kecamatan Moroso, Kabupaten Konawe. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik Kota Manado Setelah Banjir Surut

Sampah Menumpuk di Sejumlah Titik Kota Manado Setelah Banjir Surut

Regional
Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Paket Susu Kotak untuk Penghuni Lapas di Cianjur Ternyata Narkoba

Regional
Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Mesum dengan Oknum Polisi di Ruang Isolasi RSUD Dompu, Perempuan Ini Terinfeksi Covid-19

Regional
PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

PPKM Tangerang Raya Diperpanjang, Ini Pengingat untuk Warga

Regional
Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Pemalsu Surat Hasil Rapid Test di Kalteng Ditangkap Saat Hendak Terbang ke Surabaya

Regional
Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Gas Proyek Geothermal Diduga Menewaskan 5 Warga, Memicu Keributan hingga Kendaraan Dirusak

Regional
Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Viral Suara Dentuman, Sinar, dan Sinyal Misterius 20 Detik, Ini Kata Lapan, BMKG, dan BPBD

Regional
Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Terungkap, Aksi Perampokan Uang Rp 563 Juta di Semarang Didalangi Orang Dalam, Ini Faktanya

Regional
Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Unik, Pohon Pisang Seribu Milik Risma, Panjang Tandan Hampir 2 Meter

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah' | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

[POPULER NUSANTARA] "Pakai Jilbab Sejak SMP, Iman Saya Tak Goyah" | Aksi Perampkan Uang Setengah Miliar

Regional
Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Kerumunan Fan Artis TikTok di Madiun, Kapolres: Ada Dugaan Pelanggaran Kekarantinaan Kesehatan

Regional
Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Aturan Wajib Jilbab Bagi Siswi Muslim Dipertahankan, Kadisdik Padang: Biar Tidak Digigit Nyamuk

Regional
PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

PPKM Diperpanjang, Pemkab Wonogiri Tetap Tutup Tempat Wisata dan Larang Hajatan

Regional
Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, 402 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Ijen Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Wali Kota Magelang: Izinkan Saya Perpanjang PPKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X