Cerita Tri 17 Jam Mengapung di Laut Tunggu Bantuan Usai Kapalnya Terbalik Dihantam Badai

Kompas.com - 23/06/2020, 15:01 WIB
Tim SAR Padang melakukan evakuasi terhadap korban kapal.mancing mania yang tenggelam di perairan kota Padang, Senin (22/6/2020) -Tim SAR Padang melakukan evakuasi terhadap korban kapal.mancing mania yang tenggelam di perairan kota Padang, Senin (22/6/2020)

KOMPAS.com- Di balik insiden terbaliknya kapal usai dihantam badai di Padang, ada kisah perjuangan Tri Andika bertahan hidup.

Tri tak pernah menyangka, acara memancing di Perairan Pulau Toran, Padang, Sumatera Barat berakhir bencana.

Badai menerjang kapal yang ditumpangi Tri bersama 12 rekannya hingga terbalik.

Tri harus bertahan terombang-ambing 17 jam dan berusaha mengapung dengan badan kapal.

Ia melewati malam hingga pagi di tengah lautan, tanpa tahu akan selamat atau tidak.

Sedangkan tiga orang temannya masih belum ditemukan.

Baca juga: Sederet Insiden Kapal Tenggelam Sepekan Terakhir, Acara Mancing Bersama, 10 Nelayan Hilang

Acara memancing, mesin kapal rusak

Ilustrasi memancingShutterstock Ilustrasi memancing
Peristiwa naas itu bermula ketika Tri dan 12 temannya berangkat dari Seberang Palinggam ke Pulau Toran, Minggu (21/6/2020).

Mereka menggunakan sebuah kapal untuk menuju ke lokasi.

"Awalnya kita ingin menyalurkan hobi memancing. Setelah sampai, mesin kapal rusak dan kita beristirahat makan sambil menunggu kapal baru datang menjemput," ujar dia, Selasa (23/6/2020).

Kapal baru pun datang. Mereka lalu menggunakan kapal baru itu untuk kembali ke Padang.

Baca juga: Duka Usai Pesta Pernikahan, Satu Per Satu Kerabat Positif Covid-19, Ada yang Meninggal

ilustrasiMike Stobe/Getty Images/AFP ilustrasi

Badai menerjang

Saat dalam perjalanan pulang, tiba-tiba badai menerjang.

Celakanya, di tengah badai, mesin kapal yang ditumpanginya justru rusak.

Gelombang tinggi pun menghantam kapal hingga terbalik.

"Saat itu mesin kapal mengalami kerusakan sehingga terbalik dihantam badai dan gelombang," kata dia.

Sontak, mereka semua tercebur ke laut. Kalut dan panik, Tri berusaha berenang menggapai badan kapal agar tubuhnya terapung.

Baca juga: Kapal Diterjang Badai, 10 Pemancing Mania Mengapung 17 Jam di Laut dan Kedinginan

Mengapung 17 jam

Ilustrasi laut, samudra Ilustrasi laut, samudra
Tak hanya dirinya, rupanya ada lima orang rekan lainnya yang bertahan dengan mengapung di tengah laut menggunakan badan kapal.

Mereka berenam berusaha bertahan dengan pikiran berkecamuk.

Kapal mereka dihantam badai sekitar pukul 17.00 WIB. Tri dan teman-temannya mengapung selama 17 jam di tengah lautan.

Tubuh mereka menggigil kedinginan melewati malam hingga bantuan datang di pagi hari.

"Kami berenam bisa bertahan hingga pagi hari sampai Tim SAR menemukan. Kami terus bertahan, dingin kami hadapi sampai datang tim SAR," Tri berkilas balik.

Baca juga: Saat Nelayan Berenang Selamatkan Diri Usai Kapal Terbalik Dihantam Ombak, 10 Orang Belum Ditemukan

Ilustrasi THINKSTOCK.COM Ilustrasi

Berharap 3 temannya ditemukan

Usai mendapatkan pertolongan, Tri mengetahui ada 10 orang yang selamat dalam insiden itu.

Sedangkan 3 rekannya masih belum ditemukan hingga Selasa (23/6/2020) pagi.

Ia hanya berharap tiga rekannya bisa ditemukan dalam kondisi selamat.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Padang, Perdan Putra | Editor: Farid Assifa)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Sesaat Sebelum Tewas, Wanita Ini Diminta oleh Pembunuhnya Sebutkan PIN ATM

Regional
Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Murung di Rumah, Seorang Remaja Putri Ternyata Jadi Korban Pemerkosaan 2 Pemuda

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 24 Oktober 2020

Regional
Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Wali Kota Tasikmalaya Ditahan KPK, Warga dan Tokoh Masyarakat Ikut Prihatin dan Terkejut...

Regional
Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Gubernur Sulsel Akan “Sikat” Orang Halangi Proyek Pedestrian di Makassar

Regional
Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

Antisipasi Lonjakan Pendatang Saat Libur Panjang, Dishub Jateng Buat 3 Pos Pantau

Regional
Upaya Lestarikan Aksara Jawa, Disbud DI Yogyakarta Gandeng PANDI

Upaya Lestarikan Aksara Jawa, Disbud DI Yogyakarta Gandeng PANDI

Regional
Di Tengah Pandemi, Jambi Ekspor 2,1 Ton Kopi Arabika Kerinci ke Jepang

Di Tengah Pandemi, Jambi Ekspor 2,1 Ton Kopi Arabika Kerinci ke Jepang

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Meningkat, Status Masih Waspada

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 24 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 24 Oktober 2020

Regional
Dianggap Langgar Syariat, Ulama di Aceh Minta Pemain PUBG Dihukum Cambuk, Ini Penjelasannya

Dianggap Langgar Syariat, Ulama di Aceh Minta Pemain PUBG Dihukum Cambuk, Ini Penjelasannya

Regional
Jelang Libur Panjang, Pjs Gubernur Jambi Minta Pos Jaga Perbatasan Diaktifkan

Jelang Libur Panjang, Pjs Gubernur Jambi Minta Pos Jaga Perbatasan Diaktifkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X