Kompas.com - 23/06/2020, 14:18 WIB
Porsonel Polisi dari Polresta Banda Aceh melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Muzakir Tulot, Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Selasa (23/06/2020). KOMPAS.COM/TEUKU UMARPorsonel Polisi dari Polresta Banda Aceh melakukan olah tempat kejadian perkara di rumah Muzakir Tulot, Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh. Selasa (23/06/2020).

BANDA ACEH, KOMPAS.com - Sebuah benda yang dicurigai sebagai bom molotov meledak di pintu pagar rumah pribadi Kepala Dinas Perhubungan Kota Banda Aceh Muzakir Tulot, Selasa (23/06/2020).

Kejadian ini terjadi di Desa Lampulo, Kecamatan Kuta Alam Banda Aceh. Teror itu diketahui oleh pemilik rumah saat pulang dari shalat subuh, Selasa.

“Tadi pagi saat saya pulang seletah shalat subuh pintu pagar berbekas asap hitam akibat ledakan benda mencurigakan itu," kata Muzakir kepada sejumlah wartawan di lokasi kejadian, Selasa. 

Baca juga: Detik-detik Aksi Teror Bom Molotov di Rumah Pegawai Pengadilan Tinggi Tanjung Karang

"Kemudian saya temukan seperti botol kaleng cat bekas yang digunakan sebagai bahan peledak,“ lanjutnya.

Muzakir menyebutkan, bedasarkan hasil rekaman CCTV yang terpasang di rumahnya, ledakan besar  terjadi sekitar Pukul 02.30 WIB.

Tetangga dengar ledakan keras

Saat terjadi ledakan seluruh anggota keluarganya yang berada di dalam rumah sehingga tidak mendengar adanya ledakan di bagian pintu pagar rumahnya.

Namun tetangga sebelah rumah mengaku sempat mendengar sudara ledakan keras pada jam tersebut.

Baca juga: Pos Jaga Dilempari Bom Molotov, Kasatpol PP Riau: Mungkin Ada yang Tak Senang Ditertibkan Petugas

 

“Saya tanya kepada keluarga tidak ada yang mendengar suara ledakan, tapi tetangga sebelah rumah mengaku ada mendengar suara ledakan keras itu,” jelasnya.

Di CCTV, pelaku teror itu tidak terekam jelas dari kamera karena posisinya jauh dari pagar. 

Rekaman CCTV

“Hasil rekaman CCTV ledakan keras terjadi sekitar Pukul 02.30 WIB. Pelakunya terlihat berbayang karena posisi jauh dari pagar. Mungkin dia tau ada terpasang CCTV,” katanya.

Untuk mengetahui pelaku teror dengan menggunakan bahan peledak diduga bom molotov itu, sejumlah aparat kepolisian dari Polresta Banda Aceh diturunkan ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. 

Namun hingga berita ini diturunkan, Kompas.com belum berhasil terhubung dengan Kapolresta Banda Aceh untuk mengkonfirmasi terkait dugaan teror dengan menggunakan bahan peledak diduga bom molotov tersebut. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X