Paman Cabuli Keponakan Saat Ibunya Bekerja, Korban Baru 14 Tahun Kini Hamil 8 Bulan

Kompas.com - 23/06/2020, 12:48 WIB
Ilustrasi pelecehan seksual  Ilustrasi pelecehan seksual

KARAWANG, KOMPAS.com - P, bocah 14 tahun di Karawang dicabuli pamannya, NK alias Baron (40) hingga hamil 8 bulan.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Bimantoro Kurniawan mengatakan, NK ditangkap atas dugaan pencabulan terhadap keponakannya. Orang tua korban melaporkan LP / B- 395/ IV / 2020/ Jabar / Res. Krw, tanggal 11 April 2020.

"Kita menangkap tersangka di rumahnya pada Jumat (29/5) sekitar jam 21.15 WIB anggota unit IV PPA, setelah melakukan penyelidikan terlebih dahulu," ujar Bimantoro melalui rilis ke Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Paman Cabuli Keponakan di Kebun, Terungkap Saat Korban Hamil

Dicabuli saat ibu bekerja

Bimantoro mengungkapkan, NK melakukan perbuatan bejat itu pada September hingga 30 Desember 2019 sebanyak enam kali.

Empat di rumah pelapor dan dua kali di sebuah ruko.

NK mencabuli keponakan saat ibu korban tengah bekerja. Ia diketahui tinggal bersama ibunya dan korban yang tengah tak sekolah. NK memanfaatkan kondisi rumah yang sepi.

"NK juga mengancam akan membunuh korban, termasuk jika memberitahukan kepada orang lain," tambah Bimantoro.

Baca juga: Paman Cabuli Keponakannya yang Masih di Bawah Umur hingga Trauma

Korban sering merengek ikut ibunya bekerja

Selain itu, korban kerap merengek ikut ibunya bekerja. Curiga dengan perut korban yang membesar sang ibu memeriksakannya ke bidan.

"Setelah dilakukan pemeriksaan ternyata korban sudah hamil kurang lebih 8 bulan," ujarnya.

Selain mengamankan NK, polisi juga menyita barang bukti celana, miniset, celana Joger, dan kaos. Korban juga menjalani visum et revertum di RSUD Karawang.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, NK dijerat Pasal 81 atau 82 UU RI Nomor 17 tahun 2016 tentang Penetapan PERPPU Nomor 1 tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU RI Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Akibat Guguran Lava, Morfologi Gunung Merapi Berubah, Permukaan Kawah Terangkat

Regional
Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Paslon Pilkada Cianjur Langgar Protokol Kesehatan Covid-19, Bawaslu hanya Bisa Menegur

Regional
Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Penerima Dana PKH Direncanakan Maksimal 5 Tahun, Digilir untuk Keluarga Miskin Lain

Regional
Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Hasil Otopsi, Mayat Wanita Dikubur di Fondasi Rumah Ternyata Hamil 7 Bulan

Regional
Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Pembunuhan Anak Usia 7 Tahun Terungkap Sesaat Sebelum Jenazah Dikubur

Regional
Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Usai Bunuh Suaminya dengan Kapak, Seorang Istri Serahkan Diri ke Polisi

Regional
Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Kerangka Manusia Ditemukan di Hutan Probolinggo Saat 2 Warga Bersihkan Lahan

Regional
Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Siapa Calon Kepala Daerah Terkaya di Pilkada Karawang?

Regional
2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

2 Kali Terlibat Kasus Narkoba, Bintara Polisi Dipecat, Sempat Kabur Saat Ditangkap

Regional
Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Wisma Covid-19 di Babel Penuh, Karantina Diarahkan ke Desa-desa

Regional
Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Seorang Istri di NTT Aniaya Suaminya dengan Kapak hingga Tewas, Begini Ceritanya

Regional
Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Kasus Turnamen Sepak Bola di Serang, Wasit hingga Camat Diperiksa Polisi

Regional
Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Libur Akhir Tahun, Kasus Covid-19 dan Pinta Kepala Daerah

Regional
Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Truk dan Mobil Tabrakan, Relawan Penyeberang Jalan Jadi Korban

Regional
Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Saksikan Debat Publik Terakhir Pilkada Surabaya Malam Ini di Kompas TV

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X