Kompas.com - 23/06/2020, 11:39 WIB
Seekor anak maleo yang baru menetas di kawasan Hungayono, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone KOMPAS.COM/ROSYID A AZHARSeekor anak maleo yang baru menetas di kawasan Hungayono, Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

GORONTALO, KOMPAS.com – Banjir yang melanda Gorontalo beberapa waktu lalu ternyata merendam kawasan peneluran burung maleo (Macrocephalon maleo) di Hungayono Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TNBNW).

Bahkan luapan Sungai Bone menggenangi beberapa kandang yang digunakan untuk penetasan telur maleo.

Kandang penetasan ini sengaja dibangun untuk melindungi telur dan anakan maleo dari predator.

“Pada 11 Juni 2020, banjir sudah menggenangi nesting ground Hungayono dan merendam 2 unit hatchery yang lokasinya lebih rendah dan dekat ke sisi Sungai Bone,” kata Supriyanto, Kepala Balai Taman NAsional Bogani Nani Wartabone, Selasa (23/6/2020).

Baca juga: Maleo dan Satwa Endemik Jadi Magnet Ekowisata 6 Desa di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone

Aliran Sungai Bone yang meluap ini berasal hulu taman nasional, termasuk kawasan permukiman di Kecamatan Pinogu Kabupaten Bone Bolango.

“Tinggi genangan air yang merendam hatchery dan sebagian lokasi peneluran mencapai 80 sentimeter,” ujar Supriyanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kondisi hatchery saat banjir menggenangi kawasan peneluran burung maleo di Hungayono Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.KOMPAS.COM/BALAI TNBNW Kondisi hatchery saat banjir menggenangi kawasan peneluran burung maleo di Hungayono Taman Nasional Bogani Nani Wartabone.

Menurut Supriyanto, banjir menggenangi kandang penetasan dan sebagian nesting ground ini selama 5 jam.

Selama itu pula telur-telur maleo yang diletakkan di dalam tanah terendam air, belum lagi saat surut meninggalkan lumpur dan material banjir seperti dedaunan dan batang kayu.

Baca juga: Banjir Gorontalo Dipicu Fenomena Shearline, Apa Itu? Ini Penjelasan BMKG

Selain itu kondisi tanah yang basah menjadikan kawasan peneluran burung maleo ini tidak normal dalam waktu yang lama setelah banjir.

Supriyanto menjelaskan setelah banjir menyurut dilakukan pembersihan lumpur, sampah dan pengecekan kondisi telur serta suhu tempat tanam telur.

Pekerjaan ini selesai pada Jumat (19/6/2020).

Hatchery (kandang penetasan) TN1 yang menampung telur 273 butir yang berhasil menetas 14 ekor, yang terendam 259 butir. anak yang mati 18 ekor, telur yang busuk 22 butir. Telur yang masih bagus 219 butir,” papar Supriyanto.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.