3 Terduga Teroris Mengontrak Rumah di Kampar dan Bawa KK Orang Lain

Kompas.com - 23/06/2020, 08:50 WIB
Rumah yang dikontrak tiga terduga teroris dipasangi garis polisi di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (22/6/2020). KOMPAS.COM/IDONRumah yang dikontrak tiga terduga teroris dipasangi garis polisi di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (22/6/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tiga terduga teroris yang ditangkap Densus 88 Mabes Polri lebih kurang dua bulan tinggal di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Mereka mengontrak sebuah rumah permanen di RT 003 RW 004 milik warga setempat.

"Mereka bermukim di situ seminggu menjelang Ramadhan kemarin. Di situ mereka mengontrak," kata Pelaksana tugas (Plt) Lurah Air Tiris, Ahmad Azhari Hamidi kepada Kompas.com, Selasa (23/6/2020).

Dia mengatakan, pada saat itu ketua RT sempat meminta mereka untuk menunjukkan kartu tanda penduduk (KTP).

Baca juga: Densus 88 Tangkap 3 Terduga Teroris di Kampar

Namun, mereka hanya menunjukkan kartu keluarga (KK) yang bukan namanya atau milik orang lain.

"Ada kelalaian ketua RT kenapa tidak dia tanya KTP mereka yang asli," sebut Azhari.

Selama tinggal di rumah kontrakan, lanjut Azhari, ketiga terduga teroris tidak berbaur dengan masyarakat sekitar.

Meski begitu, tidak ada kegiatan mencurigakan yang dilakukan oleh terduga teroris tersebut.

"Kegiatan yang mencurigakan tidak ada. Bahkan, kata warga hampir tiap malam mendengar mereka mengaji," kata Azhari.

Sementara itu, Azhari mengaku mendapat informasi bahwa satu dari tiga terduga pelaku sempat berjualan es buah di lingkungan warga.

"Informasi yang saya dapat, satu terduga pelaku jualan es buah di depan kantor camat di pinggir jalan. Sedangkan yang dua lagi katanya kerja di bagian Sutet (saluran udara tegangan tinggi) gitu," kata Azhari.

Terkait kejadian ini, Azhari mengaku akan memperketat aturan bagi orang luar yang masuk ke Air Tiris. Ia mengaku tidak mau kecolongan dua kali.

Pihaknya meminta seluruh RT dan RW untuk mendata semua warga yang berdomisili di Air Tiris.

"Kami sudah mengadakan rapat terkait masalah ini. Kami sepakat akan mendata semua rumah kontrakan meminta KTP dan KK yang asli. Kalau tidak ada, mohon maaf tidak bisa lagi tinggal di Air Tiris ini. Kami tidak mau kecolongan lagi. Dan, kami akan memasang pamflet bagi warga baru harus melapor 1x24 jam. Selain itu, kami akan mengaktifkan pos ronda," pungkas Azhari.

Penangkapan

Diberitakan sebelumnya, tiga orang terduga teroris ditangkap di Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Penangkapan terduga teroris dilakukan oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri yang dibantu oleh Polda Riau pada Minggu (21/6/2020).

Ketiganya ditangkap di sebuah rumah kontrakan.

Kepala Bidang Humas Polda Riau Kombes Sunarto tidak bersedia memberikan keterangan saat dikonfirmasi.

"Konfirmasinya ke Densus," kata Sunarto kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Senin (22/6/2020).

Berdasarkan penelusuran Kompas.com, penangkapan tiga terduga teroris terjadi di permukiman padat penduduk di wilayah RT 003 RW 004, Kelurahan Air Tiris, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.

Kejadian ini membuat heboh warga setempat.

Rumah permanen tersebut masih dipasangi garis polisi.

Lurah Air Tiris Ahmad Azhari Hamidi saat dikonfirmasi membenarkan adanya penangkapan terduga teroris di wilayah itu.

"Iya benar ada terjadi penangkapan terduga teroris tiga orang. Penangkapannya sekitar jam 12.15 WIB kemarin," kata lurah yang akrab disapa Azhari itu kepada Kompas.com, Senin.

Azhari datang ke lokasi penangkapan pada pukul 14.00 WIB. Petugas saat itu masih melakukan penjagaan ketat.

Baca juga: Seorang Terduga Teroris yang Ditangkap di Ambon Bekerja di Bengkel

Azhari mengaku tidak mengenali ketiga terduga teroris tersebut. Sebab, mereka bukan penduduk asli Air Tiris.

"Mereka pendatang dan tidak terdata di sini. Kami tidak tahu mereka berasal dari mana. Tapi, kata warga ada salah satu dari terduga yang bisa bahasa sini, bahasa Ocu Kampar. Entah itu warga Kampar atau tidak kami kurang jelas," sebut Azhari.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X