Kompas.com - 23/06/2020, 06:27 WIB
Rahmadsyah, tersangka pelaku pembunuhan kepada 2 anak tirinya berinisial IF (10) dan RA (5) digelandang petugas saat pra rekonstruksi. Pelaku membunuh kedua anak tirinya di rumah kontrakannya kemudian membuang jenazahnya ke sebuah parit di lorong sempit antara gedung sekolah Global dan rumah warga pada Jumat (19/6/2020). KOMPAS.COM/DEWANTORORahmadsyah, tersangka pelaku pembunuhan kepada 2 anak tirinya berinisial IF (10) dan RA (5) digelandang petugas saat pra rekonstruksi. Pelaku membunuh kedua anak tirinya di rumah kontrakannya kemudian membuang jenazahnya ke sebuah parit di lorong sempit antara gedung sekolah Global dan rumah warga pada Jumat (19/6/2020).

MEDAN, KOMPAS.com – Polrestabes Medan dan Polsek Medan Kota menggelar prarekonstruksi kasus pembunuhan terhadap IF (10) dan RA (5) oleh ayah tirinya, Rahmadsyah pada Jumat (19/6/2020).

Prarekonsruksi itu dilakukan di rumah dan lokasi penemuan jasad korban.

Ratusan warga yang geram berkerumun menunggu kemunculan pelaku.

Rumah kontrakan pelaku berada tepat di belakang gedung sekolah Global di Gang Abadi, Jalan Brigjend Katamso, Medan, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun.

Baca juga: Ini Kata-kata yang Bikin Ayah Tiri Sakit Hati lalu Membunuh 2 Bocah

 

Polisi memasang garis polisi di pintu depan dan belakang gang tersebut serta lorong kecil menuju rumah pelaku.

Sejak Senin (22/6/2020) siang, warga sudah berkerumun di depan areal pekuburan Mandailing yang lokasinya berseberangan dengan Sekolah Global dan Gang Abadi, lokasi pembunuhan dan penemuan jenazah 2 bocah malang tersebut.

Di rumah yang berada di lorong kecil sebuah gang itulah pelaku menghabisi nyawa 2 anak tirinya.

Warga tunggu pelaku

Ratusan warga berkerumun di depan sekolah Global dan tanah pekuburan Mandailing menunggu kedatangan Rahmadsyah, terduga pelaku pembunuhan terhadap bocah IF (10) dan RA (5) membuat kemacetan panjang terjadi di Jalan Juanda Baru dan Jalan Brigjend Katamso Medan.

Mereka geram dan meluapkannya dengan makian dan umpatan.

Warga yang didominasi ibu-ibu dan anak-anak itu mulai berkerumun pukul 14.30 WIB.

Aibatnya lalu lintas di jalan tersebut menjadi macet.

Berkali-kali mereka berteriak kepada polisi agar pelaku dihukum berat.

Tak sedikit yang mencoba masuk ke Gang Abadi, yang menjadi salah satu akses ke bagian belakang gedung sekolah. Gang itu ditutup dengan kursi panjang dan dijaga petugas.

Pantauan di lapangan, polisi memasang garis polisi di depan dan bagian belakang Gang Abadi serta lorong kecil di belakang gedung sekolah dengan rumah warga.

Pada saat yang sama, warga yang berkerumun pun terus bertambah. Berkali-kali mereka diminta untuk membubarkan diri, mereka tetap bertahan.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Riki Ramadhan pun turun tangan mengimbau warga membubarkan diri.

Menurutnya, jika warga berkerumun dapat mengganggu kerja polisi untuk melakuaan penyelidikan.

Jika ingin melihat apa yang sedang dilakukan pihak kepolisian di lokasi, menurutnya, warga dapat melihatnya dari media massa yang hadir di lokasi.

"Saya imbau warga kembali ke rumah masing-masing. Bantu kami bekerja. Kalau Bapak Ibu tetap di sini, jadinya kami batalkan saja rekonstruksi ini," katanya.

Namun demikian, warga tetap bertahan di batu jalan.

Dibutuhkan sekitar 20 menit untuk membuat warga membubarkan diri.

Kapolsek meminta agar lurah, kepala lingkungan, dan Binmas membantu mengarahkan warga ke rumahnya masing-masing.

“Dia tak punya hati. Tak punya perasaan. Kenapa beraninya sama anak-anak. Samaku aja lah yok. Kasih aku 5 menit, untuk menghajarnya,” ungkap seorang warga bernama Dedek dengan wajah marah.

Namun di saat warga mulai membubarkan diri, sebuah mobil Nisan Livina warna hitam melaju kencang ke Gang Abadi.

Beberapa orang turun dari mobil, salah satunya berkaos oranye dan tangannya diborgol.

Dia digelandang dengan setengah berlari menuju lorong kecil di gang tersebut.

Hanya sekitar 5 menit, pria berkaos oranye itu kembali digelandang masuk ke mobil lalu pergi meninggalkan lokasi.

"Tolong bantu kami. Biar kami bekerja,” ujar Kompol Riki berkali-kali.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, dalam prarekonstruksi ini, tersangka memeragakan 17 adegan.

Pantauan di lapangan, prarekonstruksi itu dilakukan di dalam rumah kontrakan pelaku dan di tempat penemuan jenazah.

Untuk menuju lokasi penemuan jenazah, mereka melalui pintu samping gedung sekolah tersebut. 

“Sementara prarekon ada 17 adegan. Bisa berkembang lagi, nanti akan lebih detail lagi dan ada 2 titik TKP yang akan kita laksanakan rekon. Lalu, untuk saksi, ada 5 orang saksi yang diperiksa,” katanya kepada wartawan pada Senin sore.

Pelaku tak punya HP

Dijelaskannya, pelaku tidak memiliki ponsel. Sehingga komunikasi dengan istrinya menggunakan akun Facebook.

Baca juga: Gara-gara Es Krim, 2 Bocah Kakak Beradik itu Tewas di Tangan Sang Ayah Tiri

 

Karena itu, pelaku harus pergi ke warnet untuk membuka Facebook kemudian mengirim pesan.

“Komunikasi melalui akun Facebook karena yang bersangkutan tidak punya HP. Pelaku sudah tes urine dan hasilnya negatif. Pelaku sendiri ditangkap 7 jam laporan kita terima di Deli Serdang, di wilayah Deli Tua,” katanya.

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X