Kompas.com - 23/06/2020, 05:59 WIB
Kristanto Eko Wibowo (39), salah satu petugas tim pemulasaran jenazah Covid-19 Kabupaten Kudus menjalani isolasi mandiri selama 28 hari di Tandon Air di Kantor BPBD Kudus, Jawa Tengah, Maret 2020. DOKUMEN BPBD KUDUSKristanto Eko Wibowo (39), salah satu petugas tim pemulasaran jenazah Covid-19 Kabupaten Kudus menjalani isolasi mandiri selama 28 hari di Tandon Air di Kantor BPBD Kudus, Jawa Tengah, Maret 2020.

 

KUDUS, KOMPAS.com - Apa yang dikerjakan oleh tim pemulasaran jenazah Covid-19, relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah ini patut dijadikan teladan. 

Di tengah pagebluk virus corona yang mengacaukan sisi perekonomian masyarakat, mereka justru ikhlas mempertaruhkan segalanya meski tak satu koin uang pun mereka terima sebagai bayarannya.

Tak mudah memang untuk mencerna apa yang mendasari misi kemanusian mereka. 

Baca juga: 3 Bulan Tak Pulang ke Rumah, Relawan Covid-19: Rindu Sekali Jumpa Keluarga

Mengapa di masa yang susah bagi sebagian besar orang mencari duit, mereka mau melakoni pekerjaan yang membahayakan nyawa sendiri bahkan keluarga tanpa kompensasi uang. 

Toh jika mereka berkenan beralih, masih ada pekerjaan lain yang lebih menguntungkan.

"Semua demi harapan yang baik agar virus corona segera musnah dari bumi. Terserah orang mau bilang apa, kami ikhlas kok. Kalaupun ada uluran tangan dari pemerintah, kami akan lebih bersyukur," tutur Kristanto Eko Wibowo (39), salah satu petugas tim pemulasaran jenazah Covid-19 Kabupaten Kudus saat dihubungi Kompas.com melalui ponsel, Minggu (21/6/2020).

Panggilan jiwa

Kristanto, warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kudus ini menilai apa yang telah ia kerjakan bersama rekan-rekan relawan Covid-19 bukan lah hal yang sia-sia

Ia yakin, di balik tugas sosial yang dijalani dengan amanah akan diganjar hikmah yang besar untuk dirinya, keluarga, dan tak terkecuali masyarakat.

Keputusan Kristanto untuk terjun sebagai relawan pemulasaran jenazah Covid-19 pun semata-mata hanya untuk meringankan beban masyarakat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X