KILAS DAERAH

Kilas Daerah Jawa Tengah

Di Lomba Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru, Jateng Borong Penghargaan

Kompas.com - 22/06/2020, 17:24 WIB
Inadha Rahma Nidya,
Mikhael Gewati

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) menerima banyak penghargaan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), karena menjuarai banyak klaster pada Lomba Inovasi Daerah dalam Tatanan Normal Baru.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengatakan, lomba tersebut terbagi dalam empat klaster yaitu klaster provinsi, kabupaten, kota, dan kabupaten perbatasan atau tertinggal.

Pada lomba itu, setiap pemerintah daerah diminta mengirim video berdurasi 2 menit yang berisi inovasi dalam prakondisi tatanan normal baru di daerahnya.

Proses pengumpulan video dilakukan dari Senin (1/6/2020) hingga Senin (8/6/2020). Sementara itu, proses penilaian oleh Kemendagri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pariwisata, dan Gugus Tugas Covid-19, dilakukan Selasa (9/6/2020) sampai Jumat (12/6/2020).

Baca juga: Kemendagri Beri Penghargaan ke 84 Pemda Pemenang Lomba New Normal

Pemenang tiap sektor dan klaster akan mendapat hadiah sebesar Rp 3 miliar (juara I), Rp 2 miliar (juara II), dan Rp 1 miliar (juara III).

Adapun predikat yang diraih Jateng antara lain Juara I Tempat Wisata yang mengungguli Jawa Timur dan Sulawesi Selatan, serta Juara I Transportasi Umum, mengungguli Bali dan Kalimantan Tengah.

Penghargaan tersebut diberikan kepada Jateng karena telah berhasil melakukan prakondisi pembukaan objek wisata Candi Borobudur menuju tatanan normal baru.

Pra kondisi yang sudah dilaksanakan di Candi Borobudur adalah dengan membatasi jumlah wisatawan, mengatur jarak antrean di loket, menyiapkan tempat cuci tangan, dan simulasi transaksi antara wisatawan dengan pelaku usaha kecil menengah (UKM) di sekitar objek wisata.

Jateng juga dirasa berhasil menata alur penumpang kereta di Stasiun Tawang dan pesawat di Bandara Internasional Ahmad Yani.

Baca juga: Kemendagri Gelar Lomba Sosialisasi New Normal, Pemda Pemenang Dapat Dana Insentif hingga Rp 169 Miliar

Sementara itu, pada sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Jateng menjadi juara III, di bawah Sulawesi Tengah dan Kalimantan Utara.

Tak berhenti disitu, sejumlah kabupaten dan kota yang berada di Jateng juga meraih juara pada perlombaan tersebut.

Kota Semarang misalnya, menjadi Juara I Sektor Tempat Wisata, Juara II Sektor Pasar Tradisional, dan Juara III Sektor Pasar Modern.

Kemudian, Kabupaten Banyumas menjadi Juara I sektor Pasar Tradisional, yang diikuti Kabupaten Semarang sebagai Juara III.

Selanjutnya, Kabupaten Kebumen menjadi Juara II Sektor Pasar Modern dan Hotel, serta Kabupaten Tegal menjadi Juara II Sektor Transportasi Umum.

Baca juga: Zona Merah Covid-19 Tersisa 3, Jateng Tak Buru-buru Terapkan New Normal

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pun menerima penghargaan dari tiga prestasi yang diraih Jateng, di Gedung Sasana Bhakti Praja Kemendagri Jakarta Pusat, Senin (22/6/2020).

Pengharaan yang diberi berupa Dana Insentif Daerah (DID) sebesar Rp 7 miliar dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Selain Ganjar, sejumlah kepala daerah juga menghadiri acara tersebut. Selama acara berlangsung, mereka mengenakan masker dan sarung tangan, duduk dengan jarak aman, serta tidak melakukan kontak fisik seperti bersalaman atau berpelukan.

Saat prosesi penyerahan piagam penghargaan, para pemenang tiap kategori berdiri sesuai jarak yang telah diatur, tidak bersalaman, dan berfoto bersama dalam jarak minimal satu meter.

Baca juga: Wapres Maruf Amin: Tatanan Normal Baru Perlu Inovasi

Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin yang hadir secara virtual dalam acara tersebut mengatakan, inovasi dan kreativitas dibutuhkan agar kegiatan ekonomi produktif tetap berjalan dengan aman.

“Kegiatan ekonomi harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Penyediaan layanan dan sistem kesehatan, kemampuan melakukan pelacakan (tracing), serta perubahan perilaku masyarakat, tidak bisa ditawar dalam kondisi tatanan baru,” kata Ma'ruf, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca tentang

Terkini Lainnya

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di 'Rumah' yang Sama...

Kisah Pengojek Indonesia dan Malaysia di Tapal Batas, Berbagi Rezeki di "Rumah" yang Sama...

Regional
Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Menara Pengintai Khas Dayak Bidayuh Jadi Daya Tarik PLBN Jagoi Babang

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com