Bertahan Selama 110 Tahun, Wayang Orang di Sriwedari Solo Kini Manggung Secara Daring

Kompas.com - 22/06/2020, 06:07 WIB
Wayang orang Sriwedari tetap menampilkan pertunjukan di Kota Solo, walau pandemi Covid-19 masih melanda. Pentas wayang tersebut dilakukan secara daring di dalam gedung pertunjukan. Fajar SodiqWayang orang Sriwedari tetap menampilkan pertunjukan di Kota Solo, walau pandemi Covid-19 masih melanda. Pentas wayang tersebut dilakukan secara daring di dalam gedung pertunjukan.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Wayang orang Sriwedari tetap menampilkan pertunjukan di Kota Solo, walau pandemi Covid-19 masih melanda. Pentas wayang tersebut dilakukan secara daring di dalam gedung pertunjukan. Cara ini ditempuh sebagai upaya untuk menjaga eksistensi kesenian wayang orang yang kini telah berusia 110 tahun.

Jam sudah menunjukan pukul 11.30 WIB, para pemain wayang orang mulai sibuk melakukan persiapan untuk pentas, seperti memakai kostum hingga merias wajahnya sendiri-sendiri sesuai dengan lakon yang diperankan.

Meskipun pentas tidak dihadiri penonton secara langsung di dalam gedung, namun mereka tetap tampil maksimal.

Baca juga: Wayang Kulit Jawa Berusia 150 Tahun Dipamerkan di Swiss

Pentas wayang orang kali ini juga tidak digelar pada malam hari seperti biasanya, tapi pada siang hari mulai pukul 13.00 WIB.

Jadwal pentas juga tidak setiap hari seperti sebelumnya, tetapi hanya dua kali dalam sepekan, yakni Jumat dan Sabtu. Aksi para pemain wayang orang Sriwedari itu bisa dilihat secara daring melalui akun Instagram @wayang_orang_sriwedari dan via Youtube milik Dinas Kebudayaan Kota Surakarta.

Selain disiarkan secara daring, pentas wayang orang juga menghadirkan penonton tapi dibatasi hanya 20% dari kapasitas seraya menerapkan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Siswa Sekolah, Yuk Belajar Wayang secara Virtual dari Kemdikbud

Bagi Zamrut, pentas secara daring ini merupakan pengalaman yang pertama kalinya seumur hidup. Dia sendiri telah mengabdi sebagai pemain wayang orang Sriwedari sejak 31 tahun silam. Bahkan, selama perjalanan kariernya itu, baru kali ini pentas wayang orang dilakukan dengan protokol kesehatan.Fajar Sodiq Bagi Zamrut, pentas secara daring ini merupakan pengalaman yang pertama kalinya seumur hidup. Dia sendiri telah mengabdi sebagai pemain wayang orang Sriwedari sejak 31 tahun silam. Bahkan, selama perjalanan kariernya itu, baru kali ini pentas wayang orang dilakukan dengan protokol kesehatan.
Para pemain wayang harus mulai beradaptasi dengan gaya baru pementasan.

Deretan tempat duduk yang biasanya dipenuhi penonton, kini hanya terisi segelintir orang.

Pentas wayang orang itu pun tidak seberapa riuh sebelum pandemi melanda. Padahal, tepuk tangan maupun gelak tawa penonton menjadi kepuasan tersendiri bagi para pemain di panggung.

Bagi Zamrut, pentas secara daring ini merupakan pengalaman yang pertama kalinya seumur hidup.

Baca juga: Kisah Mbah Brambang, Membuat Wayang sejak 1965, Dikirim hingga ke Luar Negeri

Dia sendiri telah mengabdi sebagai pemain wayang orang Sriwedari sejak 31 tahun silam. Bahkan, selama perjalanan kariernya itu, baru kali ini pentas wayang orang dilakukan dengan protokol kesehatan.

"Sebelumnya nggak pernah seperti ini," kata Zamrut, pemeran tokoh wayang Semar, kepada BBC News Indonesia.

Sebagai seorang seniman, Zamrut mengaku pentas melalui daring menjadi tantangan tersendiri.

Baca juga: Sunan Kalijaga, Berdakwah Lewat Wayang

Ada ataupun tidak adanya penonton yang hadir secara langsung, dirinya tetap berusaha untuk untuk bisa menghibur dan mengeluarkan kemampuan semaksimal mungkin saat pentas.

"Kalau saya pribadi tidak ada bedanya tetap sama. Terus saya juga berimajinasi jika pentas ini ditonton banyak orang, dengan cara seperti ini saya tetap semangat dan tetap enjoy," katanya semringah.

Sebaliknya, pengalaman berbeda dirasakan oleh pemain wayang orang lainnya, Tri Ageng.

Ia mengaku sedikitnya orang yang hadir menonton secara langsung menyebabkan suasana di gedung pertunjukan kurang meriah.

Baca juga: Menjaga Roh Kesetaraan Gender Lewat Pentas Wayang Orang di Semarang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.