Menyoal Dugaan Penjualan Pulau Malamber Senilai Rp 2 Miliar ke Bupati PPU: Ada Keluarga yang Tinggal di Sana

Kompas.com - 22/06/2020, 05:25 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Penjualan Pulau Malamber di Mamuju, Sulawesi Barat ke salah satu bupati di Kalimantan menjadi perbincangan publik sejak beberapa hari terakhir.

Tak tanggung-tanggung. Pulau Malamber yang menjadi tempat konservasi Penyu disebut dijual di angka Rp 2 miliar.

Kabar penjualan pulau seluas puluhan hektar tersebut dibenarkan oleh Camat Balabalakang, Juara.

Bahkan Juara menyebut sang bupati telah membayar uang muka atau down payment (DP) senilai Rp 200 juta kepada Rajab, salah satu warga yang menjual pulau tersebut.

Baca juga: Pulau Malamber, Tempat Konservasi Penyu yang Diduga Dijual Rp 2 Miliar

“Ini masalahnya saya justru tahu dari bupati. Saya kaget karena penjualan pulau tersebut tampa pemberitahuan ke aparat pemerintah kecamatan,” jelas Juara.

Menurut Juara, ia mendapat teguran dari Bupati Mamuju Habsi Wahid saat kabar penjualan Pulau Malamber ke pihak luar tanpa ada koordinasi dengan peemrintah setempat.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Mamuju AKP Syamsuriansyah mengatakan telah meminta keterangan Rajab, warga yang diduga menjual pulau tersebut.

Polisi juga telah meminta keterangan dari pihak desa, camat hingga Pemkab Mamaju.

Baca juga: Pulau Malamber Sulawesi Barat Diduga Dijual, Camat: Saya Kaget karena Tak Ada Pemberitahuan

“Kepolisian telah bersurat ke berbagai pihak termasuk warga yang menjual, aparat desa, camat hinga Pemkab Mamuju untuk memberikan keterangan terkait penjualan Pulau Malamber."

"Jika nantinya ditemukan ada unsur pidana kami akan melakukan rapat sebelum memutuskan apakah unsur tersebut memenuhi syarat untuk ditingkatkan ke jenjang lebih tinggi,” jelas Syamsuriansyah.

Selain itu, pihak kepolisian juga telah mengirim surat ke BPN Mamuju untuk mengklarifikasi hak dan kepemilikan Pulau Malamber.

Baca juga: Bantah Beli Pulau Malamber Senilai Rp 2 M, Bupati PPU Mengaku Hanya Berkunjung

Syamsuriansyah mengatakan pihaknya tidak ingin berspekulasi apalah seluruh pulau akan dijual atau hanya dijual per kavling.

Kepolisian juga mempelajari sejumlah dokumen terkait penjualan pulau memiliki unsur pidana atau tidak.

Jika dalam proses penyelidikan kasus penjualan pulau ditemukan adanya sejumlah alat bukti dan terpenuhi unsur pidananya, pihaknya akan segera melakukan gelar perkara terlebih dahulu.

Gelar perkara dilakukan untuk membahas masalah itu apakah kasus tersebut dapat diproses hukum ke tingkat lebih lanjut.

Baca juga: Heboh, Pulau Malamber di Sulawesi Barat Diduga Dijual Rp 2 M kepada Kepala Daerah di Kaltim

Diitinggali empat kepala keluarga

Pulau Konservasi Penyu Malamber Dijual Rp 2 MilyarKOMPAS.COM/JUNAEDI Pulau Konservasi Penyu Malamber Dijual Rp 2 Milyar
Sementara itu, peneliti maritim dari Universitas Hasanuddin, Muhammad Ridwan ALimuddin mengatakan di Pulau Malamber hanya ada empat kepala keluarga yang hidup dengan fasilitas seadanya.

Ridwan menyebut pulau tersebut sempat menjadi lokasi permukiman 12 kepala keluarga. Namun saat terjadi abrasi, banyak warga yang keluar dari pulau hingga menyisakan empat kepala keluarga.

Menurut Ridwan, Pulau Lamber adalah satu dari 41 pulau kecil yang ada di Sulawesi Barat.

Pulau tersebut juga telah ditetapkan sebagai pusat konservasi penyu oleh Gubernur Sulawesi Barat.

Baca juga: Waspada Rob dan Gelombang Tinggi di Perairan Sekitar Pulau Jawa hingga Sumba, Simak Informasi Lengkapnya...

Ridwan juga mengatakan secara geografis, Pulau Malamber lebih dekat dengan Pulau Kalimantan.

Sehingga jika ibu kota pindah ke Kalimantan Timuur, maka pulau cantik tersebut bisa menjadi ladang investasi yang menjanjikan.

"Hanya saja pulau yang telah ditetapkan sebagai pusat konservasi penyu oleh Gubernur (Sulawesi Barat)," kata Ridwan saat dihubungi, Sabtu (20/6/2020).

Baca juga: Tuntut Pencopotan Penjabat Desa, Warga di Pulau Seram Kembali Blokade Jalan

Penjelasan Bupati Penajam Paser Utara

Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud saat diwawancara awak media di Kantor DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (2/9/2019).KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATON Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Masud saat diwawancara awak media di Kantor DPRD Kaltim, Samarinda, Senin (2/9/2019).
Isu yang beredar di kalangan masyarakat, kepala daerah yang disebut membeli Pulau Malamber adalah Abdul Gafur Masud Bupati Panejem Paser Utara.

Namun Gafur menepis isu tersebut.

Ia mengatakan sempat datang ke pulau yang ada di perbatasan Sulawesi Barat dengan Kalimantan Timur.

Namun kunjungannya sebagai Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kepulauan dan Pesisir Seluruh Indonesia (Aspeksindo) untuk melihat kondisi 12 pulau yang ada di wilayah tersebut

Saat berkunjung, Gafur mengatakan ada banyak kekurangan di 12 pulau yang ada di Pulau Balabalakang, Malamber, Sabakatang, Popoóngan, dan pulau lainnya.

Baca juga: Ada Transmisi Lokal Covid-19, Bupati PPU Berencana Usulkan PSBB

“Saya tidak tahu lebih dalam masalah itu. Tapi, saya memang baru dari Sulbar. Saya pakai speed sendiri. Ke Pulau Sabakatang, Salisingan, Kepongonan, kemudian ke Pulau Malamber, di situ saya sempat selam juga,” kata dia.

Ia menyebut sempat ada perebutan wikayah antara Kalimantan Timur dan Sulawesi Barat. Namun menegaskan tidak akan masuk ke ranah tersebut.

"Mungkin para pejabat di Sulawesi Barat itu khawatir, karena saya menjadi bupati di Kalimantan Timur yang mana memang dari dulu menjadi perebutan sebenarnya. Perebutan wilayah," jelas Gofar.

Baca juga: Sepaku PPU Jadi Calon Ibu Kota Negara, Warga Diminta Tak Tergiur Tawaran Investor

"Bahkan sebenarnya saya sudah bertemu dengan Gubernur Sulawesi Barat dan Bupati Mamuju juga, sebenarnya sudah tahu. Tapi saya nggak ngerti kenapa isunya jadi aneh-aneh," tutur Gofar.

Menurut bupati berusa 32 tahun tersebut, orangtuanya berasal dari Mandar, Sulawesi Barat. Ia juga menyebut sebagai cucu dari KH Muhammad Hisain yang digelari Puang Kali Malunda.

Ia mengatakan banyak keluarganya yang sudah lama tinggal di pulau tersebut bahkan sejak Indonesia belum merdeka.

“Ya karena memang di situ tinggal keluarga semua. Dari om-om dan lainnya. Camat itu sebetulnya om saya juga. Kenal baik sama saya. Jangan sampai dia saya tuntut nanti,” tegas Gofar.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Junaedi | Editor: Khairina, Teuku Muhammad Valdy Arief)

Artikel ini telah tayang di tribunkaltim.co dengan judul Diisukan Beli Pulau di Sulawesi Barat, Ini Penjelasan Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Masud

,

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Gubernur Syamsuar Ungkap Dampak Positif Kebijakan Gas dan Rem Penanganan Covid-19 di Riau

Regional
Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.