KILAS DAERAH

Bangkitkan Kembali Perekonomian, Sektor Pariwisata Jadi Harapan Kota Madiun

Kompas.com - 21/06/2020, 14:18 WIB
Walikota Madiun Maidi dan Wakil Walikota Inda Raya saat menghadiri perayaan hari jadi Kota Madiun ke-102 di halaman Balai Kota Madiun, Sabtu (20/6/2020).
DOK. PRIBADI/PEMKOT MADIUNWalikota Madiun Maidi dan Wakil Walikota Inda Raya saat menghadiri perayaan hari jadi Kota Madiun ke-102 di halaman Balai Kota Madiun, Sabtu (20/6/2020).

KOMPAS.com - Wali Kota Madiun Maidi mengungkapkan rencana untuk kembali memperkuat ekonomi kerakyatan lewat sektor pariwisata demi mengembalikan kondisi perekonomian

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Maidi saat menghadiri perayaan hari jadi Kota Madiun ke-102 di halaman Balai Kota Madiun, Sabtu (20/6/2020).

“Pembangunan yang menuju ekonomi kerakyatan kita dahulukan. Saya ingin saat kondisi sudah normal, Kota Madiun melakukan lompatan besar," kata Maidi dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com, Minggu (21/6/2020).

Pandemi Covid-19 membuat kondisi perekonomian di Kota Pendekar tersebut terpuruk. Pasalnya, jika dibandingkan dengan wilayah lain di Pulau Jawa, Madiun memang tidak memiliki banyak sumber daya alam.

Sementara, sektor jasa dan pariwisata yang menjadi harapan utama untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di Madiun kian terpengaruh oleh pandemi. 

Hanya saja, lanjut mantan Sekda Kota Madiun tersebut, untuk menggenjot perekonomian hampir di seluruh daerah terpuruk akibat pandemi Covid-19 tidaklah mudah. 

Baca juga: Wali Kota Madiun Siap Terapkan New Normal di Sentra Ekonomi Baru

Namun, ia optimis seiring kembali aktivitas perekonomian masyarakat di tatanan kehidupan baru, secara bertahap semua masalah perekonomian di kota yang dipimpinnya akan teratasi.

Untuk mengembalikan perekonomian di masa new normal, sejumlah program telah dirancang oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun.

Khusus sektor pariwisata, Maidi mengungkapkan, setidaknya ada dua juta pengunjung datang ke Kota Madiun tiap tahunnya. Pasca Covid-19, Maidi optimis jumlah wisatawan akan meningkat hingga empat juta orang.

Target empat juta pengunjung di Kota Madiun bukan tanpa perhitungan. Untuk menarik daya pengunjung sekaligus membuat masyarakat setempat nyaman, Maidi akan melakukan penataan wajah kota.

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan. Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X