Kompas.com - 21/06/2020, 06:15 WIB

KOMPAS.com- Penolakan warga terhadap rapid test massal masih kerap terjadi di berbagai daerah.

Di Kota Ambon, Maluku warga nekat memblokade jalan masuk kampung dengan tumpukan kayu, bangku dan seng.

Sedangkan di Bogor, pedagang pasar di Cileungsi sempat mengusir petugas medis yang hendak melakukan rapid test massal terhadap mereka.

Berikut sederet aksi warga tolak rapid test di sejumlah daerah:

Baca juga: Kasus-kasus Pasien Positif Corona Tanpa Gejala di Sejumlah Daerah, Ada yang Hanya Merasa Kehausan

1. Rombongan tenaga medis diusir pedagang pasar

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor melakukan test massal Covid-19 usai dilakukan sterilisasi di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020)Dokumentasi Pemkab Bogor Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor melakukan test massal Covid-19 usai dilakukan sterilisasi di Pasar Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (1/6/2020)
Pada 10 Juni 2020, rombongan tenaga medis diusir oleh pedagang pasar di Cileungsi, Bogor ketika akan melakukan rapid test massal ketiga kalinya.

Kejadian pengusiran itu rupanya direkam oleh seseorang dan viral di media sosial.

Saat dikonfirmasi, peristiwa pengusiran itu dibenarkan oleh Staf Humas dan Keamanan Pasar Rakyat Cileungsi Ujang Rasmadi.

Alasan pedagang mengusir petugas medis lantaran hasil tes sebelumnya dinilai rancu.

Kerancuan itu diyakini berimbas pada keresahan masyarakat hingga membuat pedagang merugi karena sepi pembeli.

Jumlah kerugian, kata Ujang, bisa mencapai ratusan juta.

Baca juga: Fakta Pengusiran Rombongan Tenaga Medis oleh Pedagang Pasar Cileungsi, Bermula Rapid Test Massal

 

"Makanya saya bilang berilah data yang akurat, sehingga pasar kami ini jangan dipermainkan terus, anjlok pedagang kami, jatuh nama baiknya, itu yang menjadi amarahnya pedagang kemarin," kata Ujang.

Rapid test massal ini terus digencarkan petugas usai ditemukannya kasus Covid-19 di Pasar Cileungsi Bogor.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor Syarifah Sofiah mengemukakan, rapid test merupakan bentuk kepedulian Pemkab Bogor pada keberlanjutan Pasar Cileungsi.

Menurut Syarifah tidak seharusnya pedagang menolaknya.

Berdasarkan data tim gugus tugas, pada awal Juni ada 16 orang positif terinfeksi Covid-19 dari klaster Pasar Cileungsi Bogor.

Bahkan tak hanya mengenai pedagang, ada sejumlah pihak keluarga pedagang hingga pembeli yang terkonfirmasi positif.

Medio Juni 2020, jumlah kasus positif dari klaster tersebut bertambah menjadi 33 orang.

Usai para pedagang diberikan edukasi mengenai Covid-19, Dinkes Bogor memastikan pedagang bersedia menjalani tes.

Baca juga: Sederet Cerita Warga Takut Di-Rapid Test, Malah Tawarkan Uang Damai dan Mengungsi ke Pulau Lain

3. Blokade jalan dengan kayu

Warga di kawasan Pohon Mangga, Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon mengelar aksi demo menolak kedatangan tim medis dan gugus tugas Covid-19 yang akan melakukan raoid test terhadap warga di kawasan tersebut, Sabtu siang (20/6/2020).KOMPAS.COM/RAHMAT RAHMAN PATTY Warga di kawasan Pohon Mangga, Air Salobar, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon mengelar aksi demo menolak kedatangan tim medis dan gugus tugas Covid-19 yang akan melakukan raoid test terhadap warga di kawasan tersebut, Sabtu siang (20/6/2020).
Di Ambon, Maluku, sejumlah warga di kawasan Pohon Mangga, Air Salabor, Kecamatan Nusaniwe melakukan aksi tolak rapid test.

Mereka kompak memblokade jalan masuk menuju kampung menggunakan tumpukan kayu, bangku dan seng.

Penolakan terjadi lantaran warga meyakini semua orang di wilayah mereka dalam kondisi sehat.

Tak hanya berteriak, warga pun membentangkan sejumlah pamflet ketika tim medis datang dan berusaha melakukan negosiasi.

"Tidak perlu ada rapid test di sini, kita semua di sini sehat. Kampung ini bukan kampung virus," tutur warga.

Sedangkan menurut kepala pemuda setempat, Muhamad Borut menceritakan, warga berpikir jika hasil rapid test selalu positif.

Setelah rapid test pun akan selalu berakhir dengan karantina.

Kurangnya pemahaman tersebut memicu aksi protes.

"Masyarakat berpikirnya begitu, kalau di-rapid test pasti positif, karena memang yang mereka tangkap dari Gugus Tugas selama ini yang disampaikan itu hasil rapid test positif sekian dan bukan hasil rapid test reaktif," kata Borut.

Upaya rapid test di kawasan itu dilakukan menyusul temuan adanya 6 warga yang dinyatakan positif Covid-19.

Baca juga: Kisah-kisah Perawat Melawan Aniaya dan Stigma di Tengah Pandemi Corona, Diancam Pecahan Kaca dan Jenazah Ditolak Warga

 

Ilustrasi rapid test Covid-19. SHUTTERSTOCK Ilustrasi rapid test Covid-19.
3. Geruduk kantor lurah

Di Jakarta Pusat, warga satu RW menggeruduk Kantor Kelurahan Kramat, Jakarta Pusat untuk menolak rencana rapid test pada 25 Juni 2020 mendatang.

Seorang warga, Eko mengatakan tak adanya sosialisasi berujung pada keresahan dan penolakan warga.

"Kita menolak karena tidak adanya sosialisasi ke warga apa itu rapid test sehingga warga resah," ujar dia, seperti dilansir Kompas TV.

Eko mengatakan warga sempat memasang spanduk berisi penolakan rapid test. Namun justru berujung gesekan hingga warga mendatangi kantor lurah setempat.

"Kita memasang spanduk penolakan. Ketika pasang spanduk, Satpol PP menurunkan spanduk tanpa koordinasi dengan warga, warga marah," kata dia.

Sedangkan Lurah Kramat Agus Yahya mengemukakan, peristiwa ini terjadi lantaran kesalahpahaman.

"Ini ada miskomunikasi saja karena kami sudah menyampaikan kita juga nantinya ada sosialisasi. Kami juga koordinasikan dengan puskesmas," tutur dia.

Sumber: Kompas.com (Penulis : Afdhalul Ikhsan, Rahmat Rahman Patty | Editor : Abba Gabrillin, Farid Assifa), Kompas TV

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Walkot Bobby Kenalkan UMKM dan Musisi Medan di M Bloc Space

Regional
Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Tingkatkan Efektifitas Perjalanan Warga, Wali Kota Bobby Resmikan Kehadiran Aplikasi Moovit di Medan

Regional
Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Cegah Dampak Inflasi dan Kenaikan BBM, Khofifah Pastikan Jatim Siapkan Anggaran Perlindungan Sosial Rp 257 Miliar

Regional
Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Wadahi dan Latih Para Pelaku UMKM, Pemkot Medan Akan Bangun Plaza UMKM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.