PKM Jilid 4 di Semarang, Tempat Hiburan dan Wisata Boleh Kembali Beroperasi

Kompas.com - 20/06/2020, 20:11 WIB
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat konferensi pers di kantor Balai Kota Semarang, Sabtu (20/6/2020). KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAWali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat konferensi pers di kantor Balai Kota Semarang, Sabtu (20/6/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Semarang, Jawa Tengah, kembali memperpanjang pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) selama dua pekan ke depan hingga 5 Juli 2020.

Seiring perpanjangan PKM jilid 4 ini diberlakukan, kali ini pemerintah memberikan kelonggaran di sektor pariwisata dan tempat hiburan.

Sebelumnya, pada PKM jilid 3, sektor seperti pelaksanaan tempat ibadah hingga tempat olahraga telah diberikan kelonggaran.

Baca juga: Jelang Berakhirnya PKM, Ruas Jalan di Semarang yang Ditutup Kembali Dibuka

Selain itu, pemerintah juga memberikan kelonggaran pelaksanaan kegiatan pernikahaan dan pemakaman selama penerapan PKM di Kota Semarang.

Namun, pelaksanaannya kini dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dan harus mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan, dalam perpanjangan PKM jilid 4 ini, pemerintah mengizinkan tempat wisata dan hiburan beroperasi kembali, tapi dengan pembatasan pengunjung dan jam operasional.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Tempat hiburan utamanya karaoke keluarga sudah boleh dibuka tapi sesuai jam operasional sampai pukul 22.00 WIB. Begitu juga dengan tempat wisata, sepanjang tetap memperhatikan protokol kesehatan dan dibatasi 50 persen dari kapasitas," jelas Wali Kota yang akrab disapa Hendi di Semarang, Sabtu (20/6/2020).

Selain itu, jam tutup operasional tempat usaha seperti PKL, restoran, kafe ataupun toko modern juga diperpanjang hingga 22.00 WIB.

Baca juga: Dalam 3 Hari Ada 193 Kasus Baru Covid-19 di Semarang

Menurutnya kelonggaran- kelonggaran kebijakan yang diterapkan dalam PKM jilid 4 bertujuan untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

"Kami tidak bisa memilih antara kesehatan atau ekonomi. Semuanya harus berjalan beriringan. Maka dari itu kami minta kepada masyarakat untuk tetap menaati protokol kesehatan sebagai bentuk kesadaran kepada diri sendiri, keluarga dan lingkungan," tandasnya.

Hendi berharap kepada masyarakat untuk tidak ragu menjalankan aktivitasnya sepanjang disiplin menerapkan protokol kesehatan yang ketat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X