Gubernur Kalbar: Ada Warga Tolak Rapid Test, Disebut Upaya PKI Masukkan Zat...

Kompas.com - 20/06/2020, 14:22 WIB
Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (tengah) dok Pemprov KalbarGubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (tengah)

PONTIANAK, KOMPAS.com – Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji turut berkomentar atas hoaks soal corona yang beredar di masyarakat. 

Hoaks tersebut membuat sejumlah orang percaya jika virus corona tidak nyata atau bohong, corona berkaitan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI), serta rapid test merupakan upaya komunis memasukkan zat ke dalam tubuh. 

Hal itu dipaparkannya pada saat bertemu dengan sejumlah wartawan di kantornya, Jumat (19/06/2020) malam. 

Sebelumnya pula, ia mengunggah status di akun Facebooknya, Bang Midji, soal bantahannya terhadap hoaks corona tersebut, Jumat siang.

Baca juga: Anggap Corona Penyakit Bohongan, Puluhan Warga Ini Tolak Rapid Test

Dia bercerita, jika sebelumnya dia menemukan santri yang telah temakan berita bohong. Santri tersebut merupakan santri yang baru pulang dari pondok pesantren di Jawa.

Saat tiba di Kalimantan Barat, mereka menolak melakukan rapid test. Padahal, agar bisa kembali ke pesantren tempat mereka menimba ilmu, mereka harus melakukan rapid test. 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menurut yang mereka percayai, rapid test adalah cara komunis memasukkan zat dalam tubuh mereka.

“Sekarang pada mau cepat-cepat rapid test, karena syarat untuk kembali ke pesantren. Begitu rapid test, yang diambil darahnya, baru mereka kaget karena ada yang mengira rapid test itu disuntikkan. Makanya pahami dulu ya,” ucap Sutarmidji kepada wartawan di kantornya, Jumat malam. 

Baca juga: Duduk Perkara Warga Dua Kampung di Banten Mengungsi karena Takut Rapid Test

Corona dan PKI

Status Facebook Gubernur Kalbar Sutarmidji di akun resminya soal PKI dan corona, Jumat (19/06/2020)Dok. Facebook Status Facebook Gubernur Kalbar Sutarmidji di akun resminya soal PKI dan corona, Jumat (19/06/2020)
Sutarmidji berharap masyarakat tetap waspada dan jangan percaya dengan berita atau informasi hoaks mengenai corona.

Sebab masih ada orang-orang yang mengaitkan virus corona dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Menurut dia, jika PKI bertanggungjawab atas corona, sangat aneh jika PKI ada di seluruh dunia. 

“Emang ada ya PKI di Amerika, Italia, Prancis, Arab Saudi? Ade-ade, jak. Jangan dengar cerite ngerampot,” ujar Sutarmidji. 

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X